Gibran hingga MSCI

Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:12 WIB
Gibran hingga MSCI
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menghadapi dua persoalan besar yang sekilas tidak memiliki hubungan. Persoalan pertama, di panggung politik, Mahkamah Konsitusi (MK) menyatakan, tidak menemukan bukti, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah setara SMA.

Temuan MK itu menyisakan pertanyaan serius mengenai proses verifikasi persyaratan calon wakil presiden. Apalagi, ini bukan pertama kalinya Gibran memantik kontroversi.

Publik tentu masih mengingat Putusan MK Nomor 90 Tahun 2023 yang membuka jalan bagi Gibran maju sebagai calon wakil presiden meskipun belum berusia 40 tahun. Putusan itu menimbulkan polemik besar karena MK ketika itu dipimpin Anwar Usman, adik ipar Joko Widodo (Jokowi), ayah Gibran, yang saat itu masih menjabat presiden.

Belakangan, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menjatuhkan sanksi kepada Anwar Usman atas pelanggaran etik berat.

Persoalan kedua, di pasar modal, penyedia indeks global MSCI mengancam menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Persoalan pertama menyangkut kekuasaan politik. Sementara persoalan kedua menyangkut kepercayaan investor. Namun, keduanya memiliki benang merah: persoalan transparansi, penegakan aturan, dan kredibilitas lembaga.

"Kebijakan pemerintah banyak yang kacau, muncul kasus Gibran, setelah sebelumnya umur  saat pencalonan wapres juga bermasalah, lalu MSCI. Indonesia memiliki masalah transparansi," kata tresuri bank Eropa di Singapura kepada saya, kemarin.

Indonesia tidak kekurangan aturan. Persyaratan calon presiden dan wakil presiden sudah ada aturannya. Begitu pula pasar modal, memiliki berbagai ketentuan mengenai keterbukaan informasi, perdagangan saham dan perlindungan investor.

Persoalannya bukan apakah aturan itu ada, melainkan bagaimana aturan itu ditegakkan.

Namun, ada satu perbedaan mendasar antara masyarakat Indonesia dan investor global. Investor global memiliki banyak pilihan. Ketika menilai suatu pasar tidak lagi memenuhi standar transparansi dan tata kelola, investor global dapat memindahkan dana mereka ke negara lain.

Sedangkan masyarakat Indonesia tak bisa begitu saja keluar dari sistem politik nasional. Rakyat Indonesia hanya pasrah menerima wapres yang dibayangi dua persoalan: dari sisi persyaratan usia dan ijazah.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

ARNA Mencetak Pertumbuhan Kinerja di Kuartal III-2026
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:31 WIB

ARNA Mencetak Pertumbuhan Kinerja di Kuartal III-2026

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga kuartal III-2026.

RAAM Terus Menambah Jaringan Bioskop dan Bisnis Hiburan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:29 WIB

RAAM Terus Menambah Jaringan Bioskop dan Bisnis Hiburan

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) sepanjang tahun ini fokus untuk memperluas jaringan layar dan bisnis hiburan.

Harga Sulfur Turun 21,17%, Saham MBMA, NCKL, dan INCO Berpeluang Diuntungkan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Harga Sulfur Turun 21,17%, Saham MBMA, NCKL, dan INCO Berpeluang Diuntungkan

Gangguan pasokan, kenaikan biaya logistik, ataupun lonjakan permintaan industri secara mendadak dapat kembali mendorong harga sulfur.

Strategi Bisnis Sarimelati Kencana (PZZA) Meracik Laba
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Strategi Bisnis Sarimelati Kencana (PZZA) Meracik Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) kini mengoperasikan 579 gerai Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Delivery yang tersebar.

Rupiah Tertekan, BI Rate Terancam Naik Lagi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Rupiah Tertekan, BI Rate Terancam Naik Lagi

BI memperkuat likuiditas, tetapi peluang kenaikan suku bunga terbuka hingga akhir tahun.              

Jalan Terjal Mengadang Pasar Keuangan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Jalan Terjal Mengadang Pasar Keuangan

Usai pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), dalam waktu dekat pasar menanti dampak lanjutan persoalan MSCI

Prospek Saham WIIM 2027: Peluang dari Perubahan Aturan Cukai Rokok & Rotasi Sektoral
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Saham WIIM 2027: Peluang dari Perubahan Aturan Cukai Rokok & Rotasi Sektoral

Meski selisih harga antara rokok ilegal dan legal bisa menyempit, dampaknya terhadap perpindahan konsumen belum dapat dipastikan.

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah pada Kamis (21/10) Menanti Arah The Fed

Rupiah kembali menembus 18.000 per dolar AS setelah sempat menguat sehari sebelumnya menguat ke 17.992 per dolar AS

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Imbas MSCI, CDS Indonesia Menanjak

Melansir Bloomberg pada Rabu (21/10), CDS Indonesia tenor 5 tahun berada di level 99,73bps, naik dari 92,40 bps dari sepekan lalu.

Gibran hingga MSCI
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:12 WIB

Gibran hingga MSCI

Ketika menilai suatu pasar tidak lagi memenuhi standar transparansi dan tata kelola, investor global dapat memindahkan dana mereka ke negara lain.

INDEKS BERITA

Terpopuler