Harga Sulfur Turun 21,17%, Saham MBMA, NCKL, dan INCO Berpeluang Diuntungkan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sulfur atau belerang yang sempat melesat kini mulai kehilangan tenaga. Penurunan harga bahan baku asam sulfat ini dipandang membuka peluang bagi emiten nikel untuk memperbaiki margin keuntungan, terutama perusahaan yang mengoperasikan fasilitas pengolahan nikel menggunakan teknologi high pressure acid leach (HPAL).
Mengutip data Trading Economics per 20 Oktober 2026, harga sulfur tercatat sebesar 6.076,75 yuan per ton. Meski relatif stabil dalam beberapa hari perdagangan terakhir, harga komoditas ini telah turun -21,17% dalam sebulan terakhir. Meski begitu perlu dicatat, secara tahunan, harga sulfur masih melonjak 108,16%. Sebagai gambaran, harga sulfur sempat mencetak rekor di atas 11.000 yuan per ton pada pertengahan 2026.
