Ini Strategi Bali United (BOLA) Mengegolkan Target Pendapatan

Sabtu, 22 Juni 2019 | 06:05 WIB
Ini Strategi Bali United (BOLA) Mengegolkan Target Pendapatan
[]
Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bali Bintang Sejahtera Tbk kini resmi melantai di bursa dengan kode saham BOLA, setelah melakukan initial public offering (IPO) pekan lalu. Sebagai emiten baru, perusahaan yang menaungi klub sepak bola Bali United ini menyiapkan sejumlah strategi untuk menggolkan target perusahaan.

Direktur Keuangan BOLA Yohanes Ade Bunian Moniaga menargetkan pendapatan BOLA akhir tahun 2019 ini mencapai Rp 159 miliar. Angka ini naik 38% dibanding pendapatan periode sama tahun lalu, sebesar Rp 115,2 miliar.

Sebesar 96% target pendapatan ini berasal dari sponsorship. Tahun lalu, sponsorship menyumbang 70% pendapatan Bali United. Sementara itu, BOLA menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp 19,4 miliar dan laba operasi Rp 10 miliar.

Saat ini, ada sejumlah perusahaan yang menjadi sponsor BOLA, antara lain Indofood, Smartfren, Indomie, Achilles Radial, ACA Asuransi, Gojek, Torabika, serta Kukubima Energi.Chief Executive Officer (CEO) BOLA Yabes Tanuri menuturkan, pihaknya membuka kerjasama sponsor dengan jangka waktu kontrak satu hingga lima tahun. Dia menyebut, sponsorship besar terkait dengan anggota fans club Bali United yang saat ini sebanyak 100.000 orang.

Sementara pengikut di akun Instagram mencapai 714.000 orang sampai saat ini. Industri bola itu seksi, bayangkan euforia fans yang fanatik, kata Yabes kepada Kontan, Jumat (21/6).

Dalam menentukan sponsorship, BOLA memiliki beberapa klasifikasi, mulai dari sponsor diamond, gold dan silver. Tarifnya berbeda. Namun, Yohanes enggan membeberkan soal tarif ini. Yang pasti, kinerja klub Bali United bakal menentukan gairah sponsor. Asal tahu saja, di Indonesia ada beberapa liga sepakbola yang cukup bergengsi. Di antaranya Liga Indonesia, Piala Indonesia dan Piala Presiden.

Yabes mengatakan, saat ini klubnya tengah fokus ke Liga Indonesia. Menurut dia, kejuaraan ini yang paling bonafid di antara yang lain. Tercatat, dalam Liga Indonesia ada beberapa kelas liga, yakni Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Liga 1 merupakan liga dengan peringkat tertinggi. Pada Liga 1 musim 2019 ini, Bali United menargetkan bisa bertengger di peringkat ke-5.

Pada musim 2018, Bali United berada pada posisi ke-11 dengan torehan 45 poin. Sementara untuk Piala Presiden dan Piala Indonesia, Bali United mengangggapnya sebagai ajang latihan untuk memacu performa di Liga Indonesia. Bagi Yohanes, semakin bagus peringkat, semakin banyak investor yang akan membeli saham BOLA.

"Kami melihat berbagai klub professional di luar negeri seperti Manchester United (MU). Mereka tidak selalu bisa meraih peringkat atas, tapi sahamnya bagus," imbuh Yabes.

Bisnis agensi

Selain sponsorship, BOLA memiliki sumber pendapatan yang beragam. Mulai dari tiket, hak siar televisi, penjualan merchandise melalui toko, penjualan makanan dan minuman melalui kafe, taman bermain, akademi sepak bola, media, marketing, agency, dan e-sport. Yabes mengatakan, BOLA akan menggenjot kinerja semua anak usahanya. Rata-rata anak perusahaan masih baru. "Pasti kami akan genjot semuanya itu," kata Yabes.

Lantaran bisnis merchandise sudah berjalan sejak 2016, maka bisnis ini diharapkan menjadi kontributor pendapatan terbesar setelah sponsorship. Kemudian diikuti oleh bisnis agensi. Untuk kafe, Yohanes menuturkan, ada rencana melakukan ekspansi dengan membuka kafe baru.

Di sisi lain, BOLA juga telah memiliki berbagai rencana atas penggunaan dana IPO sebesar Rp 350 miliar. Dana ini antara lain akan digunakan untuk belanja modal, pengembangan anak usaha, dan modal kerja. Bali United akan menggunakan 60,5% dana IPO untuk modal kerja. Antara lain untuk merekrut pemain dan pelatih profesional, penyelenggaraan event serta operasional klub, megastore dan akademi sepak bola.

Dana hasil IPO juga akan digunakan untuk memenuhi perlengkapan pemain ketika cedera, pergantian dan kesejahteraan para pemain.Kemudian, sebanyak 19,1% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal. Selanjutnya, sebanyak 20,4% akan digunakan untuk penguatan struktur permodalan entitas anak usaha.

Yabes mengatakan, pihaknya ingin terus berinovasi, baik di bidang sepakbola maupun industri olahraga dan hiburan secara luas.Yabes tak memungkiri ke depan bisa saja merekrut pemain dan pelatih dari klub sepakbola lain atau melakukan transfer pemain. Hal ini diharapkan dapat mendukung kinerja Bali United untuk mencetak gol.

Adapun pemain unggulan Bali United saat ini adalah Irfan Bachdim, pemain dengan nomor punggung 10, dan Fadil Sausu, dengan nomor punggung 14. Bali United yakin semakin bagus peringkat klub, semakin disukai investor.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering
| Rabu, 01 Juli 2026 | 10:25 WIB

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering

Setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa kesempatan, tingkat kepercayaan investor ritel ikut menurun.

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:38 WIB

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026

Emiten menara telekomunikasi ini memproyeksi, kenaikan pendapatan dan EBITDA tahun 2026 mengikuti pertumbuhan industri menara telekomunikasi.​

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:34 WIB

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus

Saham emiten berkapitalisasi besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia jadi pemberat kinerja IDX Kompas100 sejak awal 2026.

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian terpuruk. Mirae Asset Sekuritas berpotensi memangkas target IHSG di 2026. ​

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:18 WIB

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral

Di sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja negatif ​

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:51 WIB

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata

Ketidakpatuhan yang berujung pada peluang memperoleh perlindungan khusus, akan merusak insentif kepatuhan pajak jangka panjang.

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:21 WIB

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO

Proyek hilirisasi INCO diprediksi dorong laba di 2026. Analis pun memasang rekomendasi beli saham INCO

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:17 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini

Rupiah merosot 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS. Faktor domestik dan arah kebijakan moneter The Fed menjadi penentu pergerakan rupiah. 

Di Tengah Ketidakpastian Tinggi, Diversifikasi Aset Masih Menjadi Kunci
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:17 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Tinggi, Diversifikasi Aset Masih Menjadi Kunci

Pasar keuangan berpeluang membaik, namun ketidakpastian global tetap tinggi. Simak strategi diversifikasi aset dari untuk semester II 2026.

Net Sell Hampir Rp 4 T, Mengawali Kuartal III 2026, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:00 WIB

Net Sell Hampir Rp 4 T, Mengawali Kuartal III 2026, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Lima hari terakhir, net sell hampir mencapai Rp 4 triliun. Nilai tukar rupiah juga masih berada dalam tekanan.

INDEKS BERITA

Terpopuler