Jadi Motor Penggerak IHSG, Saham Perbankan Masih Menarik Dikoleksi

Jumat, 14 Juni 2019 | 23:33 WIB
Jadi Motor Penggerak IHSG, Saham Perbankan Masih Menarik Dikoleksi
[]
Reporter: Yoliawan H | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham sektor keuangan, khususnya saham perbankan, menjadi salah satu sektor yang tumbuh signifikan memasuki semester II-2019. Kepercayaan investor atas prospek ekonomi dalam negeri turut mendongkrak saham perbankan.

Per 14 Juni 2019, indeks saham sektor keuangan menjadi indeks sektor dengan kenaikan terbesar kedua di bursa efek. Sepanjang tahun ini, sektor keuangan naik 7,86%.

Pertumbuhan tersebut didukung saham bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).Bahkan, tiga saham bank berkapitalisasi pasar besar masuk dalam 10 saham pengerek IHSG sejak awal tahun.

 Tercatat saham BBCA sudah naik 11,5% ke level Rp 29.000 per saham. Bahkan BBCA sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di posisi Rp 30.950 pada perdagangan pekan ini.

Saham BBRI naik 15,6% ke Rp 4.230 per saham. Saham bank pelat merah ini juga sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di tahun ini pada Rp 4.730 di pekan ini.

BMRI pun tidak kalah subur dengan pertumbuhan saham 6,1% sepanjang tahun ini ke Rp 7.825 per saham.

Jika melihat dari sisi valuasi atau rasio price to earnings (PE), saat ini IHSG memiliki rata-rata PE sebesar 16,4 kali. Angka ini di atas rasio PE BMRI dan BBRI, masing-masing sebesar 12,62 kali dan 15,96 kali. Sedang PER BBCA lebih tinggi di atas IHSG, yakni sebesar 29,50 kali.

Pergerakan saham sektor keuangan, menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji, disebabkan oleh pertumbuhan kredit dan kualitas kredit yang baik.

Mengutip Analisis Uang Beredar Bank Indonesia (BI), kredit perbankan pada April 2019 tercatat sebesar Rp 5.339,2 triliun. Angka ini tumbuh 11% secara year on year (yoy). Angka tersebut tercatat masih sejalan dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di 2019, yakni sebesar 12% sampai 14%.

OJK mencatat, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) perbankan per April 2019 sebesar 2,56%. Sedangkan, rasio pembiayaan bermasalah alias non performing financing (NPF) 2,76%.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, faktor lain yang ikut mendorong kepercayaan diri investor adalah keputusan lembaga rating S&P menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB. Artinya, rating Indonesia di level layak investasi makin tinggi.

Menurut Hans, di kondisi tersebut, sektor keuangan menjadi sektor yang paling cepat merespons. Sebab, secara umum sektor keuangan menjadi penopang perekonomian.

Ekspektasi penurunan suku bunga acuan global karena risiko resesi ekonomi juga membuat sektor perbankan akan menjadi semakin potensial.

Hans menjelaskan, penurunan suku bunga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Sehingga kredit perbankan dan kualitas kredit yang semakin membaik. "Selain itu, sektor perbankan diisi oleh saham-saham kapitalisasi besar yang lebih diincar asing," ujar dia.

Nafan juga mengungkapkan hal senada. Di Indonesia, dengan berakhirnya era suku bunga tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cenderung stabil. "Fundamental makroekonomi domestik cenderung stabil," ujar dia.

Hans masih merekomendasikan saham BBRI dan BBNI karena dari valuasi masih cukup terjangkau. Sedangkan Nafan menyarankan BMRI dengan target harga Rp 7.725.

Bagikan

Berita Terbaru

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan
| Selasa, 28 April 2026 | 10:05 WIB

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan

Dua jangkar penentu nasib rupiah: kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah dan kredibilitas otoritas moneter.

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan
| Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan

Analis menilai outlook sektor unggas masih positif, tetapi pertumbuhannya akan alami perlambatan dibandingkan tahun 2025.

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya
| Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya

Investor mesti tetap mewaspadai potensi membengkaknya pos cadangan kerugian pinjaman dan biaya dana.

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik
| Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik

Pemerintah akan segera membahas rencana pemberian stimulus bagi industri yang terdampak kenaikan harga plastik

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham
| Selasa, 28 April 2026 | 08:58 WIB

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham

OJK ngebut siapkan ETF emas, tiga MI serius susun prospektus. Tren harga emas naik jadi pendorong. Cek keuntungannya.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%
| Selasa, 28 April 2026 | 08:56 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%

Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) hngga 26 April 2026 mencapai 11,95 juta.

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan
| Selasa, 28 April 2026 | 08:42 WIB

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan

Daya beli masyarakat terutama menengah ke bawah paling rawan tertekan efisiensi anggaran pemerintah.

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon
| Selasa, 28 April 2026 | 08:14 WIB

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon

The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) rajin memborong saham TLKM saat harga sahamnya tengah terjerembap.

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini
| Selasa, 28 April 2026 | 07:57 WIB

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini

Investor asing masih memburu saham yang sensitif terhadap tren penurunan suku bunga dan kebal dari hantaman isu geopolitik secara langsung.​

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways
| Selasa, 28 April 2026 | 07:43 WIB

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways

IHSG Selasa (28/4) akan bergerak sideways dalam kisaran 7.000-7.250, cek rekomendasi saham sebelum investasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler