Jelang Akhir Masa Transisi, Inggris dan Uni Eropa Meneken Kesepakatan Dagang

Jumat, 25 Desember 2020 | 16:00 WIB
Jelang Akhir Masa Transisi, Inggris dan Uni Eropa Meneken Kesepakatan Dagang
[ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat hendak menghadiri sebuah pertemuan di National Glass Centre, University of Sunderland, di Sunderland, Inggris, 31 Januari 2020. Paul Ellis/Pool via REUTERS]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON / BRUSSELS – Inggris dan Uni Eropa (UE), Kamis (24/12),  akhirnya menyepakati perjanjian dagang. Kesepakatan itu tercapai hanya tujuh hari sebelum akhir masa transisi keluarnya Inggris (Brexit) dari salah satu blok perdagangan terbesar di dunia.

Kesepakatan dagang membuka jalan bagi Inggris untuk mempertahankan akses tarif nol dan nol kuota Inggris ke pasar tunggal blok tersebut yang terdiri dari 450 juta konsumen.

Namun, kesepakatan dagang itu memang tidak mencakup seluruh sektor. Inggris dan UE masih harus menuntaskan kesepakatan di banyak sektor, selama beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Wall Street berseri sambut Natal, ditambah harapan stimulus dan kesepakatan Brexit

“Kami telah mengambil kembali kendali atas takdir kami,” tutur Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada wartawan. “Orang-orang mengatakan itu tidak mungkin, tapi kami telah mengambil kendali kembali,” imbuh dia.

Inggris resmi meninggalkan UE pada 31 Januari 2020. Dan sejak tanggal itu hingga akhir tahun ini, Inggris dan UE berada dalam masa transisi di mana aturan perdagangan, perjalanan dan bisnis tidak berubah.

Johnson, wajah kampanye pro-Brexit, mengatakan bahwa sejak 52% rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan UE, dia tidak membuka kemungkinan menerima aturan pasar tunggal setelah 1 Januari 2021.

Baca Juga: Wall Street: Dow Jones dan S&P 500 menguat tipis berkat klaim pengangguran membaik

Di sisi lain, UE tidak ingin memberikan hak istimewa kepada ekonomi Inggris, setelah negeri itu berada di luar blok. Tujuannya, mencegah negara anggota UE lain untuk mengikuti jejak Inggris. Itu sebabnya, UE mengambil sikap keras dalam menegosiasikan kesepakatan dagang.

"Itu adalah jalan yang panjang dan berliku," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kepada wartawan, mengutip lagu Paul McCartney. “Tapi kita harus menunjukkan banyak hal untuk itu ... Akhirnya kita bisa meninggalkan Brexit di belakang kita dan melihat ke masa depan. Eropa sekarang sedang bergerak. "

Johnson menggambarkan kesepakatan dagang yang tercapai di hari-hari terakhir sebagai kesepakatan jumbo, seperti perjanjian dagang antara Uni Eropa dan Kanada. Usai perjanjian dagang, Johnson mendesak Inggris untuk beralih dari perpecahan yang bermuara pada referendum Brexit 2016.

Kesepakatan itu juga akan mendukung perdamaian di Irlandia Utara - prioritas bagi Presiden terpilih AS Joe Biden, yang telah memperingatkan Johnson bahwa ia harus menjunjung Perjanjian Jumat Agung 1998.

Anggota UE, Irlandia, mengatakan kesepakatan itu, yang menurut situs web Komisi akan segera diterbitkan, melindungi kepentingannya sebaik mungkin.

Tapi masih banyak detail yang harus dikerjakan.

Pakta perdagangan tidak akan mencakup jasa, yang merupakan 80% dari ekonomi Inggris, termasuk industri perbankan yang memposisikan London sebagai satu-satunya ibu kota keuangan yang menyaingi New York.

Baca Juga: UK GDP grew by record 16% in Q3 but still recovering from crash

Akses ke pasar UE untuk bank, perusahaan asuransi, dan manajer aset yang berbasis di Inggris akan menjadi tidak merata.

Johnson mengatakan kesepakatan itu tidak berisi sebanyak yang dia inginkan tentang kesetaraan peraturan untuk jasa keuangan, tetapi masih mengandung beberapa "bahasa yang baik".

JPMorgan mengatakan UE telah mendapatkan kesepakatan yang memungkinkannya untuk mempertahankan hampir semua keuntungannya dari perdagangan dengan Inggris tetapi dengan kemampuan untuk menggunakan peraturan untuk "memilih ceri" di antara sektor-sektor di mana Inggris memiliki keunggulan - seperti jasa.

“Persatuan dan kekuatan Eropa terbayar,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron. “Perjanjian dengan Inggris sangat penting untuk melindungi warga kami, nelayan kami, produsen kami. Kami akan memastikan bahwa itu yang terjadi. "

Baca Juga: Didominasi sentimen vaksin dan kebijakan stimulus AS, rupiah stabil

Juru kampanye Brexit Nigel Farage mengatakan kesepakatan itu akan membuat Inggris terhubung sangat erat dengan UE. Padahal, semula ia berharap kesepakatan itu akan menjadi awal dari akhir UE bagi Inggris.

Bahkan dengan kesepakatan, perdagangan barang membutuhkan lebih banyak aturan, lebih banyak birokrasi, dan lebih banyak biaya. Kegiatan di pelabuhan akan terganggu. Segala sesuatu mulai dari regulasi keamanan pangan dan aturan ekspor hingga sertifikasi produk akan berubah.

Setelah Inggris keluar, Uni Eropa kehilangan kekuatan militer dan intelijen utamanya. Bagi ekonomi Uni Eropa, Inggris menyumbang 15% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Tidak hanya itu, Inggris juga menjadi penyeimbang bagi dua pilar Uni Eropa lainnya, yaitu Jerman dan Prancis. Sedang London, ibukota Inggris merupakan pusat keuangan ternama di dunia, selain New York.

Tanpa kekuatan kolektif UE, Inggris Raya akan berdiri sendiri - dan jauh lebih bergantung pada Amerika Serikat - ketika bernegosiasi dengan China, Rusia, dan India. Inggris akan memiliki otonomi yang lebih luas, tetapi lebih miskin, setidaknya dalam jangka pendek.

Dalam perdagangan di hari pengumuman kesepakatan dagang, penguatan poundsterling terhadap dollar AS tergerus hingga 0,3%. Padahal di sesi pagi, poundsterling sempat menguat hingga US$ 1,3618, kisaran tertingginya selama 2,5 tahun terakhir. Penguatan poundsterling menjadi terbatas karena investor masih menanti detail kesepakatan.

Bank of England telah mengatakan, PDB Inggris pada kuartal pertama 2021 kemungkinan akan tergerus hingga 1%. Penurunan itu tetap terjadi kendati Inggris dan UE mencapai kesepakatan. Dan penyusun anggaran di Inggris mengatakan ekonomi selama 15 tahun ke depan akan tergerus 4% daripada nilai ekonomi Inggris jika bertahan di blok tersebut.

Baca Juga: Ikuti negara lain, China tangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris

Di masa pandemi, bisnis di Inggris termasuk yang mengalami dampak terparah.

Inggris, yang mengimpor sekitar $ 107 miliar lebih banyak setahun dari UE daripada mengekspornya ke sana, telah bertengkar sampai akhir tentang ikan - masalah totemik, tetapi bernilai kurang dari 0,1% dari PDB.

Tony Danker, direktur jenderal Konfederasi Industri Inggris, mengatakan waktu yang tersisa sekarang sangat singkat. "Datang begitu larut, sangat penting bahwa kedua belah pihak mengambil langkah cepat untuk menjaga agar perdagangan terus berjalan dan layanan terus mengalir."

Baca Juga: Inggris dikucilkan dunia gara-gara mutasi virus corona yang sangat menular

Kesepakatan yang mengatur perdagangan pasca-Brexit membutuhkan persetujuan dari Parlemen Eropa dan 27 negara anggota UE. Duta besar dari negara-negara UE akan bertemu pada 25 Desember untuk mulai meninjau kesepakatan tersebut. Parlemen Eropa pada Kamis mengatakan akan menganalisis kesepakatan itu secara rinci sebelum memutuskan apakah akan menyetujui kesepakatan di tahun baru.

Parlemen Inggris, yang terbagi karena Brexit, akan berdebat dan memberikan suara pada kesepakatan pada 30 Desember, hanya satu hari sebelum periode transisi berakhir.

Selanjutnya: Parlemen Tidak Sepakati Perubahan Alokasi, Nasib Paket Stimulus Tidak Jelas

 

Bagikan

Berita Terbaru

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG
| Kamis, 02 April 2026 | 09:30 WIB

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG

Di tengah himpitan pasar surat utang, opsi pendanaan dari kredit perbankan menjadi sekoci penyelamat.

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan
| Kamis, 02 April 2026 | 09:00 WIB

Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan

Para analis juga memperkirakan bahwa harga jual average selling product (ASP) akan mampu menutupi kenaikan biaya produksi ITMG secara sempurna.

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit
| Kamis, 02 April 2026 | 08:37 WIB

Penjualan Tahun 2025 Naik, Laba Sawit Sumbermas (SSMS) Melejit Dua Digit

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sukses mengantongi laba bersih Rp 1,16 triliun atau meningkat 41,6% yoy dari Rp 819,53 miliar di 2024.​

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis
| Kamis, 02 April 2026 | 08:30 WIB

Prospek Emiten Sawit 2026 Stabil tapi Volatil: Harga CPO, El Nino & B50 Jadi Katalis

Produksi global diprediksi kembali mengucur deras seiring dengan pemulihan output panen di Indonesia dan Malaysia.

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham
| Kamis, 02 April 2026 | 08:23 WIB

Merogoh Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Gelar Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor PT United Tractors Tbk (UNTR).

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 02 April 2026 | 08:14 WIB

Prapenjualan Masih Kuat, Laba Summarecon Agung (SMRA) Pada 2026 Bisa Melesat

Peluang pemulihan kinerja SMRA pada 2026 masih terbuka. Katalis pendukungnya, antara lain, realisasi marketing sales yang stabil di tahun lalu. ​

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025
| Kamis, 02 April 2026 | 08:07 WIB

Laba Grup Merdeka Masih Belum Perkasa Pada 2025

Pada 2026 prospek Grup Merdeka lebih cerah. Katalis datang dari potensi operasional Tambang Emas Pani PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).​

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik
| Kamis, 02 April 2026 | 08:00 WIB

WFH 1 Hari Bagi ASN Resmi Berlaku, Begini Kesiapan Operator Hadapi Lonjakan Trafik

Operator telekomunikasi sudah berpengalaman menghadapi lonjakan trafik di kawasan permukiman di masa pandemi Covid-19.

Upaya Mendongkrak Saham Beredar di Publik Melalui Free Float 15%
| Kamis, 02 April 2026 | 07:45 WIB

Upaya Mendongkrak Saham Beredar di Publik Melalui Free Float 15%

Dalam jangka pendek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terancam anjlok akibat kebijakan memperbesar free float.

Tren Kinerja MAPI pada 2025 Berpotensi Berlanjut Hingga Awal 2026, Sahamnya Kemana?
| Kamis, 02 April 2026 | 07:43 WIB

Tren Kinerja MAPI pada 2025 Berpotensi Berlanjut Hingga Awal 2026, Sahamnya Kemana?

Manuver strategis MAPI merangsek ke bisnis home improvement dengan menggandeng ACE International jadi amunisi baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler