Jelang Kenaikan Bunga Fed, S&P Mengafirmasi Peringkat Utang AS

Rabu, 09 Maret 2022 | 10:23 WIB
Jelang Kenaikan Bunga Fed, S&P Mengafirmasi Peringkat Utang AS
[ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve di Constitution Avenue, Washington, AS, 19 Maret 2019. REUTERS/Leah Millis]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID. S&P Global pada Selasa mengafirmasi peringkat utang negara Amerika Serikat (AS) adalah  “AA+/A-1+.”Kendati tengah berada dalam tekanan inflasi, AS dinilai layak mendapat peringkat tertinggi kedua di dunia.

Ekonomi AS diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tertinggi selama hampir empat dekade. Perputaran ekonomi negeri itu terdorong oleh paket stimulus fiskal besar-besaran serta suku bunga yang sangat rendah.

S&P menegaskan peringkat tersebut sejalan dengan proyeksi tentang rencana bank sentral AS mengerek naik suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Pengetatan moneter itu bertujuan untuk mengatasi inflasi yang baru-baru ini melaju hingga mencetak rekor baru.

 Baca Juga: AS Melarang Pembelian dari Rusia, Harga Minyak Bertahan Tinggi

Lembaga pemeringkat kredit memperingatkan bahwa mereka dapat menurunkan peringkat selama dua tahun-tiga tahun ke depan jika "perkembangan politik negatif yang tidak terduga membebani ketahanan lembaga-lembaga Amerika," atau "membahayakan status dolar sebagai mata uang cadangan terkemuka dunia."

Namun, ia mengatakan itu juga dapat menaikkan peringkat "jika pembuatan kebijakan publik yang efektif dan proaktif menghasilkan peningkatan kinerja fiskal" yang membalikkan kemerosotan dalam keuangan publik negara itu.

S&P Global mempertahankan prospek negaranya stabil di tengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang moderat seiring meredanya pandemi virus corona.

Lembaga pemeringkat mengatakan mereka memperkirakan pertumbuhan PDB pada 2022 melambat menuju 3% dari pertumbuhan 5,7% pada 2021.

Bagikan

Berita Terbaru

Aturan Reaktif Soal Free Float Dinilai Tak Realistis, 321 Emiten Butuh Rp 156 Triliun
| Kamis, 05 November 2026 | 16:06 WIB

Aturan Reaktif Soal Free Float Dinilai Tak Realistis, 321 Emiten Butuh Rp 156 Triliun

Otoritas Jasa Keuanan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu mempertimbangkan relaksasi tenggat waktu secara selektif.

Ekonomi Tumbuh 5,47% di Kuartal III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Justru Terkontraksi
| Kamis, 05 November 2026 | 13:46 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,47% di Kuartal III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Justru Terkontraksi

BPS mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2026 terkontraksi 0,57% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman
| Kamis, 05 November 2026 | 11:03 WIB

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman

Ada potensi ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan perbankan dalam dolar AS meningkat jika fleksibilitas penggunaan DHE lebih terbatas.

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan
| Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan

Prospek TINS masih positif, tetapi risiko pada tahun 2027 adalah normalisasi harga komoditas dan margin keuntungan.

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah
| Kamis, 05 November 2026 | 10:02 WIB

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah

Emiten dipaksa memenuhi ketentuan minimum free float di saat pasar saham tengah diliputi ketidakpastian. 

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC
| Kamis, 05 November 2026 | 08:57 WIB

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC

Emiten yang mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat berpeluang memperoleh kinerja yang lebih baik.

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki
| Kamis, 05 November 2026 | 08:37 WIB

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki

 Kenaikan credit default wwap (CDS) mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tekanan global dan domestik. 

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah
| Kamis, 05 November 2026 | 08:32 WIB

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah

Prospek ANTM ke depan juga dibayangi tantangan, seperti pelemahan penjualan emas dan harga bijih nikel yang dapat menekan profitabilitas.

Penyadap Pengusaha
| Kamis, 05 November 2026 | 08:31 WIB

Penyadap Pengusaha

Penyadapan bisa menciptakan efek gentar (chilling effect) di pengusaha. Mereka menjadi berhati-hati berkomunikasi dan membicarakan strategi.

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh
| Kamis, 05 November 2026 | 08:21 WIB

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh

Kenaikan biaya bahan baku pakan serta pelemahan nilai tukar rupiah dapat menekan margin segmen pakan ternak.

INDEKS BERITA

Terpopuler