Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif
Berita

Kenaikan Tarif PPN Bisa Menjadi Pukulan Ganda Perekonomian Indonesia

Senin, 07 Juni 2021 | 05:35 WIB
Kenaikan Tarif PPN Bisa Menjadi Pukulan Ganda Perekonomian Indonesia

Reporter: Bidara Pink, Siti Masitoh, Yusuf Imam Santoso | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah berencana mengerek tarif pajak pertambahan nilai alias PPN. Ini nampak dari Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Pasar 7, RUU  ini  menyebut, tarif PPN akan naik menjadi 12%, dari yang berlaku saat ini sebesar 10%.  (Lihat tabel dan infografik). Jika revisi ini lolos, efek kenaikan PPN ini bakal memukul ekonomi yang masih bergelut pandemi. Kenaikan PPN akan memukul daya beli sekaligus memukul industri.
 
Hanya saja, menurut Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Amir Hidayat, kebijakan tarif PPN ini selaras dengan peningkatan konsumsi masyarakat tahun ini. 
 
Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh  3,7%-4,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Pemerintah juga optimistis, tahun depan, konsumsi rumah tangga kembali naik tinggi lagi,  di kisaran 5,1%-5,3% yoy. 
 
Dengan begitu, "Ada potensi recovery dari sisi konsumsi. Spending masyarakat naik. Indikasinya sudah terlihat sekarang sejalan pengendalian pandemi, dan aktivitas ekonomi berangsur normal," kata Amir, Jumat (4/6).
 
Pengamat Perpajakan  Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji menilai,  kenaikan tarif PPN di Indonesia masih di bawah tarif global. Dengan begitu, Indonesia memiliki  ruang untuk menaikkan tarif.
 
Bawono menyebut, berkaca dari krisis sebelumnya, pola penerimaan PPN umumnya juga  lebih cepat pulih dibanding pajak lainnya. Alhasil, "Pos ini relatif lebih bisa diandalkan sebagai mesin penerimaan pasca krisis," ujar Bawono kepada KONTAN, Minggu (6/6).

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Login
  • gopay
  • ovo
  • linkaja
  • dana
ATAU

Baca juga

IHSG
6.007,12
1.01%
-61,33
LQ45
863,16
1.64%
-14,36
USD/IDR
14.378
0,85
EMAS
920.000
0,00%