Kerap Mengkritik, Musk Kini Menjadi Pemegang Saham Terbesar Twitter

Selasa, 05 April 2022 | 13:20 WIB
Kerap Mengkritik, Musk Kini Menjadi Pemegang Saham Terbesar Twitter
[ILUSTRASI. Elon Musk menghadiri seremoni Tesla Gigafactory di Gruenheide, Jerman, 22 Maret 2022. Patrick Pleul/Pool via REUTERS]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Bos Tesla Inc Elon Musk pada Senin mempublikasikan kepemilikan atas 9,2% saham Twitter Inc dengan nilai hampir $ 3 miliar. Kepemilikan sebesar itu menjadikan Musk sebagai pemegang saham terbesar situs micro-blogging. 

Usai pengumuman Musk melalui keterbukaan informasi itu, harga saham Twitter naik lebih dari 27%. Sebelum pengumuman tersebut, Musk sempat menyatakan tengah mempertimbangkan secara serius pembangunan platform media sosial baru, sekaligus mempertanyakan komitmen Twitter untuk kebebasan berbicara.

Dia memulai jajak pendapat yang menanyakan pengguna Twitter apakah mereka menginginkan tombol edit, fitur yang telah lama ditunggu-tunggu muncul di sebuah platform media sosial. Jajak pendapat versi Musk itu mendapat tanggapan dari Chief Executive Twitter, Parag Agrawal. Ia mengimbau pengguna Twitter untuk "memilih dengan hati-hati".

Dalam waktu kurang dari tiga jam sejak polling dimulai, lebih dari 1,2 juta pengguna memilih. Lebih dari 75% peserta jajak pendapat mendukung opsi edit.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Ditopang Lonjakan Saham Twitter dan Saham Pertumbuhan Megacap

Pekan lalu, dalam jajak pendapat lain, Musk bertanya apakah alogritma Twitter harus open source. Lebih dari 82% pengguna mengatakan ya. Smentara mantan CEO Jack Dorsey mengatakan, "pilihan algoritme mana yang akan digunakan (atau tidak) harus terbuka untuk semua orang."

Sebagai seorang pengguna Twitter yang produktif, Musk memiliki lebih dari 80 juta pengikut sejak bergabung dengan situs tersebut pada tahun 2009. Ia kerap menggunakan platform tersebut untuk membuat beberapa pengumuman, termasuk menyatakan kemungkinan Tesla go-private. Cuitan itu yang menyebabkan Musk harus berurusan dengan regulator bursa.

Namun, akhir-akhir ini, orang terkaya di dunia itu mengkritik platform media sosial berikut kebijakannya. Baru-baru ini, Musk menggelar jajak pendapat yang mempertanyakan apakah para pengguna platform tersebut percaya Twitter mematuhi prinsip kebebasan berbicara. Lebih dari 70% peserta memilih "tidak ."

Pada bulan Desember, Musk mengeluarkan meme yang membandingkan CEO Twitter Agrawal dengan diktator Soviet Joseph Stalin. Ia menunjukkan Jack Dorsey sebagai rekan dekat sang CEO yang kemudian dieksekusi.

Baca Juga: Tesla Bertujuan Mengoperasikan Lagi Pabrik Shanghai yang Sudah Ditangguhkan Seminggu

Kinerja kuartal terakhir Twitter memperlihatkan penambahan pengguna yang lebih rendah daripada perkiraan. Itu memicu keraguan tentang prospek pertumbuhannya. Tren itu muncul di saat Twitter mengejar proyek-proyek besar, seperti ruang obrolan audio dan buletin untuk mengakhiri stagnasi yang sudah berjalan lama.

"Itu mengirim pesan ke Twitter ... memiliki saham yang berarti di perusahaan akan membuat mereka tetap waspada, karena saham pasif itu bisa dengan cepat menjadi saham aktif," kata Thomas Hayes, anggota pengelola di Great Hill Capital LLC.

Musk - yang, menurut Forbes, memiliki kekayaan bersih sekitar $300 miliar - telah mengurangi kepemilikannya di Tesla sejak November. Di saat itu, dia mengatakan akan melepas 10% kepemilikannya di pembuat mobil listrik. Dia telah menjual saham senilai $ 16,4 miliar sejak saat itu.

Pengajuan peraturan pada hari Senin menunjukkan bahwa Musk memiliki 73,5 juta saham Twitter, yang dipegang oleh Elon Musk Revocable Trust, di mana ia adalah satu-satunya wali amanat. Vanguard adalah pemegang saham terbesar kedua Twitter, dengan 8,79% saham, menurut data Refinitiv.

Saham Twitter naik 27,1% pada hari Senin menjadi ditutup pada $49,97. Saham, yang telah jatuh 38% dalam 12 bulan terakhir hingga penutupan Jumat, pada hari Senin menambahkan sebanyak $8,38 miliar ke kapitalisasi pasarnya, yang sekarang mencapai $39,3 miliar.

"Investasi aktual Musk adalah persentase yang sangat kecil dari kekayaannya dan pembelian habis-habisan tidak boleh dikesampingkan," tulis analis CFRA Research Angelo Zino dalam catatan klien. Kepemilikan di Twitter lebih mungkin menghasilkan hasil positif bagi pemegang saham daripada yang negatif, kata Ryan Jacob, CEO Jacob Asset Management, yang mengatakan Twitter adalah salah satu kepemilikan dana terbesar.

"Jika (Musk) memutuskan untuk mengambil posisi aktif dan Twitter menjadi pribadi, mungkin harganya akan lebih tinggi daripada sekarang," katanya. "Jika itu membuat perusahaan lain tertarik (untuk mengakuisisi Twitter), mungkin harganya akan lebih tinggi daripada sekarang."

Baca Juga: Gubernur BOJ Menilai Pergerakan Yen Agak Cepat Belakangan Ini

Musk sebelumnya telah melakukan investasi tahap awal di perusahaan, termasuk pemroses pembayaran online Stripe Inc dan perusahaan kecerdasan buatan Vicarious. Dia juga pendiri dan chief executive officer SpaceX, dan memimpin startup chip otak Neuralink dan firma infrastruktur the Boring Company.

Twitter menjadi target investor aktivis Elliott Management Corp pada tahun 2020, ketika hedge fund berpendapat bahwa bos dan salah satu pendiri perusahaan jejaring sosial itu, Jack Dorsey, terlalu sedikit memperhatikan Twitter sementara juga menjalankan apa yang kemudian disebut Square Inc.

Dorsey, yang memiliki saham lebih dari 2% di Twitter, mengundurkan diri sebagai CEO dan ketua pada November tahun lalu, menyerahkan kendali kepada veteran perusahaan Parag Agrawal.

Sementara itu, Musk dan Dorsey telah menemukan beberapa kesamaan dalam menolak apa yang disebut Web3, istilah yang tidak jelas untuk versi utopis internet yang terdesentralisasi.

Bagikan

Berita Terbaru

Emiten Sawit Menadah Berkah Pemberlakuan Program B50 Juli Mendatang
| Jumat, 10 April 2026 | 14:30 WIB

Emiten Sawit Menadah Berkah Pemberlakuan Program B50 Juli Mendatang

Kandungan biodiesel yang lebih tinggi memiliki sifat detergensi yang lebih kuat, sehingga memerlukan perawatan mesin yang lebih intensif.

Saat Turun Bertahan, Saat Naik Melesat: Peta Saham Bank Agresif vs Defensif
| Jumat, 10 April 2026 | 14:01 WIB

Saat Turun Bertahan, Saat Naik Melesat: Peta Saham Bank Agresif vs Defensif

Wafi melihat BBRI dan BMRI berpotensi menjadi motor rebound, didukung valuasi yang sudah jauh di bawah rata-rata historis.

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg
| Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM berencana mengalihkan jatah pasokan elpiji industri untuk memenuhi kebutuhan produksi gas melon bersubsidi tersebut.

INDEKS BERITA

Terpopuler