Kerugian dari Pembelian Obligasi selama Pandemi Gerogoti Modal Bank Sentral Australia
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Bank sentral Australia pada Rabu mengatakan modalnya tergerus oleh kerugian yang muncul dari program pembelian obligasi di era pandemi. Namun karena memiliki kewenangan untuk mencetak uang, Reserve Bank of Australia (RBA) tetap dapat beroperasi seperti biasa dan tidak dalam kondisi insolven.
Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock mengatakan bank sentral telah mengakui kerugian sebesar A$ 44,9 miliar, atau setara Rp 449,7 triliun lebih akibat penyesuaian nilai obligasi yang dimilikinya dengan harga terkini di pasar (mark-to-market).
