Ketidakpastian Brexit Membuat Harga Emas Hari Ini Naik Ke US$ 1.491,83

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:47 WIB
Ketidakpastian Brexit Membuat Harga Emas Hari Ini Naik Ke US$ 1.491,83
[ILUSTRASI. Emas cair dituangkan ke cetakan emas batangan di Newmont Minings Carlin, dekat Elko, Nevada, AS, 21 Mei 2014.]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini (23/10) menguat karena ketidakpastian atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dan, kekhawatiran atas kemungkinan perlambatan di sektor teknologi global yang membebani pasar saham.

Mengacu Bloomberg pukul 19.38 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,28% menjadi US$ 1.491,83 per ons troi. Harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) naik 0,56% ke level US$ 1.495,90 per ons troi.

"Ada sedikit penghindaran risiko di pasar saham dan emas naik lagi setelah konsolidasi selama beberapa hari terakhir," kata ​​Carsten Menke, Analis Julius Baer, kepada Reuters. "Ada beberapa pemburu di pasar emas, terutama karena ekuitas turun hari ini".

Baca Juga: Sore hari, harga emas spot semakin melejit di US$ 1.494,81 per ons troi

Bursa saham Eropa merosot untuk pertama kalinya pada minggu ini karena penurunan laba Texas Instruments meningkatkan kekhawatiran tentang industri microchip global. Sementara anggota parlemen Inggris menekan tombol jeda Brexit.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa (22/10) mengatakan, tergantung pada Uni Eropa untuk memutuskan, apakah mereka ingin menunda Brexit dan untuk berapa lama, setelah kekalahan di parlemen membuat ratifikasi perjanjian dengan tenggat waktu 31 Oktober hampir mustahil.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng menyebutkan, Beijing dan Washington telah mencapai beberapa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan. Perang tarif antara kedua negara telah mengguncang pasar keuangan dan membangkitkan kekhawatiran resesi global.

Baca Juga: Harga emas spot berpotensi balik arah, saat ini berada di US$ 1.488,50 per ons troi

"Gencatan perdagangan AS-China yang disepakati beberapa minggu lalu sedikit membebani sentimen di pasar emas, tetapi kita perlu mengakui bahwa ini lebih merupakan kesepakatan kertas setidaknya untuk saat ini," kata Menke.

"Tarif dan ketidakpastian pertumbuhan tetap ada sehingga ini masih positif untuk emas," imbuh dia.

Investor sedang menunggu pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve pada akhir bulan ini untuk melihat, apakah akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini atau tidak.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini turun Rp 1.000 menjadi Rp 751.000

David Govett, Head of Precious Metals Marex Spectron, menyatakan, para pelaku pasar mengharapkan The Fed memotong suku bunga lagi. "Jadi jika tidak, itu akan menjadi negatif untuk emas dalam jangka pendek," kata Govett kepada Reuters.

Tapi, "Jika mereka (The Fed) melakukannya, itu tidak akan menjadi bullish karena sudah sesuai ekspektasi pasar," ujarnya. "Kita akan melihat emas bergerak naik di atas US$ 1.500, terlalu banyak yang terjadi di dunia untuk tetap di sini (di bawah US$ 1.500)".

Bagikan

Berita Terbaru

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:11 WIB

Efek Musiman Mendongkrak Likuiditas dan Kredit

Penguatan dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.                                                 

Cashback Bikin Kaget, Coretax Ubah Peta Pajak
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:09 WIB

Cashback Bikin Kaget, Coretax Ubah Peta Pajak

Coretax berlaku, warganet gelisah masih kurang bayar pajak gara-gara menerima cashback.                    

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:33 WIB

Bangkitnya Investasi Reksadana Syariah di Indonesia

Reksadana syariah mengikuti prinsip Islam, yaitu menghindari riba gharar dan maysir dengan fokus pada aset halal seperti sukuk dan saham syariah. 

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:17 WIB

Rama Indonesia Ingin Akuisisi 59,24% Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

Pada 22 Januari 2026, Rama Indonesia berencana mengakuisisi 59,24% saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dari modal disetor dan ditempatkan.

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:09 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 150 Miliar untuk Buyback Saham

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor. ​

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Pelemahan Rupiah Ikut Memicu IHSG Terkoreksi 1,37% Dalam Sepekan

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), jadi salah satu penahan kinerja IHSG di sepanjang pekan ini. ​

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:53 WIB

Bayang-Bayang Bubble di Saham Teknologi

Kinerja saham masih loyo di awal tahun 2026, emiten teknologi dibayangi bubble kecerdasan buatan (AI)

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Emas Terus Mencetak Rekor Tertinggi, Peluang Investasi Emas Masih Terbuka

Kondisi geopolitik yang panas dingin membuat harga emas diprediksi bakal terus menanjak di tahun 2026.

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menghadirkan Politik Ekonomi Resilensi

Ekonomi resiliensi diperlukan saat ini untuk bisa melindungi rakyat kebanyakan dari tekanan ekonomi.​

Menunggu Bunga Layu
| Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menunggu Bunga Layu

Otoritas perlu lebih galak memastikan efisiensi perbankan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk bunga kredit yang rendah.

INDEKS BERITA