Kinerja Argha Karya Prima (AKPI) Terdampak Kenaikan Dolar

Senin, 20 November 2023 | 06:20 WIB
Kinerja Argha Karya Prima (AKPI) Terdampak Kenaikan Dolar
[ILUSTRASI. Pabrik produsen kemasan PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI).]
Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produk kemasan, PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI),  membidik pendapatan hingga Rp 2,7 triliun hingga tutup tahun 2023. Target ini lebih rendah dari realisasi pendapatan AKPI tahun 2022 yang senilai Rp 3,1 triliun.

Penurunan target penjualan terjadi karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, emiten yang memproduksi kemasan fleksibel itu mayoritas masih mengandalkan impor bahan baku yang dibeli dengan dolar AS. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pajak Layanan Digital Kian Terancam
| Senin, 23 Februari 2026 | 03:00 WIB

Pajak Layanan Digital Kian Terancam

Potensi penerimaan pajak digital hingga Rp 29,5 triliun terancam hilang akibat perjanjian dagang. Cek detail kerugiannya!

XL Smart (EXCL) Memperkuat Jaringan 4G dan 5G
| Senin, 23 Februari 2026 | 03:00 WIB

XL Smart (EXCL) Memperkuat Jaringan 4G dan 5G

EXCL menyebut trafik data diperkirakan meningkat sekitar 20%–30% selama periode Ramadan hingga libur Lebaran.

Rasio NPL Kredit UMKM Semakin Memburuk
| Senin, 23 Februari 2026 | 03:00 WIB

Rasio NPL Kredit UMKM Semakin Memburuk

Rasio NPL UMKM naik ke 4,6% di awal 2026, kredit terkontraksi dan bunga merangkak—risiko usaha kecil kian meningkat.

Reasuransi Perketat Seleksi Saat Beban Klaim Meninggi
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:50 WIB

Reasuransi Perketat Seleksi Saat Beban Klaim Meninggi

Sejumlah perusahaan reasuransi menjadikan perbaikan underwriting sebagai salah satu agenda di tahun ini. 

Triputra Investindo Divestasi Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI)
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:45 WIB

Triputra Investindo Divestasi Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI)

Triputra Investindo Arya telah melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Perjanjian RI-AS dan Erosi Daya Tawar Indonesia
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:43 WIB

Perjanjian RI-AS dan Erosi Daya Tawar Indonesia

Secara struktural, kesepakatan ini memuat lebih banyak kewajiban Indonesia daripada komitmen timbal balik setara.

Kurs Rupiah Tertekan, Beban Utang Kian Berat
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:30 WIB

Kurs Rupiah Tertekan, Beban Utang Kian Berat

Rupiah melemah 3,23% setahun, memicu alarm beban utang pemerintah Rp9.637 triliun.                         

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Memasang Target Moderat
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:25 WIB

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Memasang Target Moderat

Strategi bisnis PJAA pada tahun ini akan berfokus pada penguatan fundamental melalui optimalisasi kinerja unit-unit rekreasi.

Daya Beli Lesu, Kredit Konsumsi di Awal Tahun Masih Tertahan
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:20 WIB

Daya Beli Lesu, Kredit Konsumsi di Awal Tahun Masih Tertahan

​Daya beli seret, kredit konsumsi stagnan 6,58% di awal 2026; KKB terkontraksi, menandakan tekanan pada kelas menengah bawah.

Perpres Ojol Memantik Polemik
| Senin, 23 Februari 2026 | 02:10 WIB

Perpres Ojol Memantik Polemik

Adapun regulasi tersebut masih dalam proses pembahasan dan belum ada ketentuan yang ditetapkan atau disepakati secara resmi.

INDEKS BERITA

Terpopuler