Kinerja Emiten Pelayaran Melaju Kencang di Kuartal III-2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setidaknya, empat perusahaan pelayaran sudah merilis kinerja kuartal III-2021. Kinerja perusahaan pelayaran melaju kencang jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja paling oke dicatat PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan pendapatan US$ 442,75 juta, atau lebih tinggi 22,27% dari sebelumnya. Ditambah dengan perolehan keuntungan di luar pendapatan jasa, semisal mendapatkan keuntungan kurs, keuntungan penjualan aset tetap, dan laba dari asosiasi dan ventura bersama, SMDR mencatatkan kenaikan laba hampir 900% pada kuartal III-2021
PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) juga berhasil mencetak pertumbuhan kinerja positif di periode sembilan bulan pertama tahun ini. Perusahaan penyedia logistik dan solusi transportasi laut terintegrasi pengangkutan batubara dan mineral ini mencatat pendapatan usaha sebesar US$ 75,3 juta.
Kinerja Emiten Pelayaran (US$ juta) | ||||||
Emiten | Pendapatan | Laba | ||||
Kuartal III-2020 | Kuartal III-2021 | Perubahan | Kuartal III-2020 | Kuartal III-2021 | Perubahan | |
TPMA | 30,14 | 30,33 | 0,62% | 1,16 | 3,42 | 194,83% |
SMDR | 362,09 | 442,75 | 22,27% | 5,26 | 51,53 | 878,95% |
PSSI | 51,18 | 75,35 | 47,20% | 5,26 | 15,42 | 193,13% |
LEAD | 18,62 | 20,15 | 8,23% | -2,48 | -1,74 | 29,84% |
Sumber: laporan keuangan |
Dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu yang lalu, Iriawan Alex Ibarat, Direktur Utama PSSI, mengatakan, peningkatan permintaan angkutan batubara, baik domestik maupun internasional, mendongkrak kinerja usaha emiten ini secara keseluruhan.
Menjelang akhir tahun 2021, pendapatan diyakini tetap cukup stabil, mengingat masih tingginya permintaan pengangkutan batubara. Karena itu, utilisasi kapal-kapal PSSI masih akan tinggi.
PSSI juga terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor pengangkutan non-batubara, seperti bauksit, dan nikel. PSSI juga ekspansi lebih luas ke pasar internasional.
Perbaikan kinerja di emiten pelayaran juga dirasakan oleh PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD). Di kuartal III- 2021, LEAD meraih pendapatan sebesar US$ 20,15 juta atau tumbuh 8,21%.
LEAD memang masih membukukan rugi bersih sebesar US$ 1,74 juta. Namun, emiten ini berhasil memangkas rugi 22,66% dari sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan LEAD Adrianus Iskandar menjelaskan, semua kapal-kapal LEAD mendapatkan kontrak dan bekerja penuh selama kuartal III-2021, sehingga mendorong kinerja.
Melihat realisasi kinerja kuartal III-2021, Adrian memprediksi pendapatan bisa menembus target. "Target tahun ini sekitar US$ 25 juta untuk pendapatan. Laba juga akan lebih baik dari tahun lalu," kata dia, Minggu (14/11). Di akhir 2020 lalu, LEAD mencatatkan rugi US$ 2,69 juta.
Pengamat Pasar Modal dan Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada melihat, pemulihan ekonomi turut membantu kinerja emiten pelayaran dengan pengangkutan kargo. Saat permintaan barang secara global meningkat, kebutuhan akan kapal juga naik. Pilihan saham pelayaran dari Reza antara lain GTSI, LEAD, WINS, dan MBSS.