Kongsi Sinar Mas Land Bidik Rp 800 Miliar dari Tower Kedua Southgate Residence

Senin, 04 Maret 2019 | 06:26 WIB
Kongsi Sinar Mas Land Bidik Rp 800 Miliar dari Tower Kedua Southgate Residence
[]
Reporter: Anastasia Lilin Y, Sugeng Adji Soenarso | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinar Mas Land membidik total marketing sales (pendapatan pra penjualan) sebesar Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar dari proyek apartemen kedua Southgate Residence di kawasan pengembangan terintegrasi Southgate Mixed Use Development (SMUD). Perusahaan yang dirintis mendiang taipan Eka Tjipta Widjaya itu berkongsi dengan dua mitra bisnis.

Sinar Mas Land menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, yakni Keikyu Corporation dan PT Itochu Indonesia. Ketiganya kemudian mendirikan perusahaan patungan bernama PT Keikyu Itomas Indonesia sebagai penggarap proyek. Menurut rancang bangun, menara kedua Southgate Residence meliputi 189 unit. Target penyelesaian pembangunannya pada kuartal I 2021. Namun manajemen Sinar Mas Land tidak mengungkapkan anggaran pembangunan proyek itu.

Yang pasti, cara pemasaran Sinar Mas Land sama seperti kebanyakan pengembang properti lainnya. Mereka sudah menjajakan proyek sebelum tahap pembangunan rampung. Saat ini sebanyak 20% unit sudah terjual. "Nilainya kurang lebih Rp 160 miliar hingga Rp 170 miliar," kata Stevanus Hartono, Division Head Commercial Sinar Mas Land, menjawab pertanyaan KONTAN di Jakarta, Sabtu (2/3).

Dalam kesempatan yang sama, Koji Haruyama, Vice President PT Keikyu Itomas Indonesia, mengatakan, target pasar menara kedua Southgate Residence adalah ekspatriat Jepang dan konsumen menengah ke atas alias high end. Tak heran jika banderol harga jual proyek mulai dari Rp 2,5 miliar per unit.

Asal tahu, proyek terintergrasi SMUD menempati area seluas 5 hektare (ha) di sekitar Jalan T. B. Simatupang, Jakarta. Proyek itu bakal terdiri dari tiga menara apartemen, satu menara perkantoran dan satu pusat perbelanjaan AEON. Jadwal penyelesaian pembangunan AEON pada kuartal II-2020.

Sementara target pengerjaan seluruh proyek rampung pada tahun 2023. Total, Sinar Mas Land menggelontorkan nilai investasi hingga Rp 3 triliun untuk seluruh pengembangan proyek.

Sinar Mas Land yang tercatat di bursa saham Singapura mencatatkan penurunan pendapatan 35,85% year on year (yoy) menjadi S$ 864,13 juta tahun lalu. Pendapatan tahun 2017 tercatat S$ 1,35 miliar.

Alhasil, kinerja periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atawa laba bersih 2018 kempis sebesar 66,4% yoy menjadi S$ 119,03 juta.

Sinar Mas Land memilliki sejumlah anak usaha. Dua di antaranya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Bumi Serpong misalnya, selama sembilan bulan tahun lalu membukukan penurunan pendapatan 18,95% yoy menjadi Rp 4,79 triliun.

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

Saat Bank Berebut Pasar Paylater
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Saat Bank Berebut Pasar Paylater

Paylater perbankan terus memperbesar pijakan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

Belibis Liar di Telaga Warna
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Belibis Liar di Telaga Warna

​Sebelum dekade 2000, daging itik tidak laku. Para pebisnis mencari cara agar itik jantan mereka jadi uang. 

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh

Kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak keluar dari layar ponsel, laptop, atau tablet ke perangkat yang melekat pada tubuh manusia.

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan

Momen perpisahan di tempat kerja justru melahirkan ceruk bisnis cendera mata perpisahan yang kini banyak diminati.

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST

Volume transaksi BI-FAST menembus 2,9 miliar transaksi di semester I-2026, tumbuh 32,42% secara tahunan. 

INDEKS BERITA

Terpopuler