Koreksi Rupiah Menekan Bisnis Jasa Konstruksi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri konstruksi nasional tengah menghadapi tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga solar industri. Kondisi tersebut mendorong kenaikan biaya proyek dan menekan margin pelaku usaha konstruksi.
Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Errika Ferdinata, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah telah memicu kenaikan harga berbagai material impor yang banyak digunakan dalam proyek konstruksi. Beberapa di antaranya meliputi baja, komponen mechanical, electrical, and plumbing (MEP), semen khusus, serta berbagai instrumen pendukung proyek.
Baca Juga: Luka Infrastruktur Jokowi Membayangi, Emiten Konstruksi Berjuang Saat Bunga Tinggi
