Kurs rupiah berpeluang koreksi terbatas seiring melemahnya yuan

Rabu, 28 Agustus 2019 | 08:52 WIB
Kurs rupiah berpeluang koreksi terbatas seiring melemahnya yuan
[ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpeluang mengalami pelemahan secara terbatas di hadapan dolar AS pada perdagangan Rabu (28/8). Hal ini didorong oleh pelemahan yuan China yang masih terus berlangsung.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail Zaini memperkirakan, indeks dolar AS akan melemah di kisaran 97,9—98,0 pada hari ini. Kurs dolar AS pun berpotensi melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya, seperti yen dan euro.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Masih Akan Tertekan Sentimen Global

Pelemahan dolar AS dipicu oleh rendahnya data kepercayaan konsumen AS di bulan Agustus sebesar 135,1 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 135,8. 

“Menurunnya indeks kepercayaan konsumen tersebut meningkatkan kekhawatiran investor akan prospek ekonomi AS di kuartal ketiga,” ungkapnya melalui riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Kendati demikian, rupiah belum tentu mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS. Pasalnya, kurs yuan masih menunjukkan tren pelemahan. Kemarin, yuan bergerak melemah 0,1% ke level CNY 7,16 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah di pasar spot dibuka melemah tipis di awal perdagangan hari ini

Dengan demikian, Mikail memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.250—Rp 14.270 per dolar AS pada hari ini.

Bagikan

Berita Terbaru

Polemik Setoran Keuntungan Danantara
| Kamis, 10 September 2026 | 07:58 WIB

Polemik Setoran Keuntungan Danantara

Rencana setoran dividen Danantara menuai keberatan dari pengelola investasi tersebut​               

MEDC Memacu Energi Terbarukan
| Kamis, 10 September 2026 | 07:43 WIB

MEDC Memacu Energi Terbarukan

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan menambah berbagai portofolio sumber energi baru terbarukan di lini kelistrikan

Tren Penjualan Mobil Terus Melaju
| Kamis, 10 September 2026 | 07:40 WIB

Tren Penjualan Mobil Terus Melaju

Peningkatan penjualan ditopang oleh kelancaran produksi dan penyerahan kendaraan listrik berbasis baterai dengan harga yang lebih terjangkau.​

BlackRock Lepas, Morgan Stanley Pilih Borong, Saham GOTO Jadi Incaran di Harga Rp 25
| Kamis, 10 September 2026 | 07:24 WIB

BlackRock Lepas, Morgan Stanley Pilih Borong, Saham GOTO Jadi Incaran di Harga Rp 25

Investor tidak perlu buru-buru menyimpulkan Rp 25 per saham sebagai harga terendah atau bottom GOTO. 

Penguatan Belum Mencerminkan Fase Bullish Struktural, Tantangan Rupiah Masih Besar
| Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB

Penguatan Belum Mencerminkan Fase Bullish Struktural, Tantangan Rupiah Masih Besar

Rupiah mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam lima hari berturut-turut hingga kembali ke Rp 17.500 per dolar AS

Bank Digital Jaga Kualitas Kredit Tetap Terjaga
| Kamis, 10 September 2026 | 06:53 WIB

Bank Digital Jaga Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Bank digital memperkuat mitigasi risiko untuk menjaga kualitas kredit dan menekan NPL.                   

Daya Beli Menahan Laju KPR
| Kamis, 10 September 2026 | 06:52 WIB

Daya Beli Menahan Laju KPR

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, outstanding KPR perbankan per Juli 2026 mencapai Rp 855,9 triliun, tumbuh 4,3% secara tahunan (yoy)

Rupiah pada Kamis (10/9) Menanti Data Ekonomi AS
| Kamis, 10 September 2026 | 06:45 WIB

Rupiah pada Kamis (10/9) Menanti Data Ekonomi AS

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (9/9), rupiah  naik 0,69% secara harian ke level Rp 17.511 per dolar AS

Pemda Minta Bunga Kredit SMI Rendah
| Kamis, 10 September 2026 | 06:44 WIB

Pemda Minta Bunga Kredit SMI Rendah

Apkasi menyambut rencana tersebut sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur, tetapi meminta bunga pinjaman ditekan serendah mungkin.

Awas Konflik Kepentingan di Pengelolaan Aset Sitaan
| Kamis, 10 September 2026 | 06:40 WIB

Awas Konflik Kepentingan di Pengelolaan Aset Sitaan

RUU Perampasan Aset harus mengatur pemisahan fungsi pengelola aset dan pengawasan berlapis agar tidak ada konflik kepentingan

INDEKS BERITA

Terpopuler