Lemigas Menjadi BLU yang Bisa Impor Minyak

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:03 WIB
Lemigas Menjadi BLU yang Bisa Impor Minyak
[ILUSTRASI. Kapal Tanker Pertamina (Dok/Pertamina Trans Kontinental)]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi membuka keran impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) melalui badan layanan umum (BLU) di bidang energi. Langkah strategis ini menyusul penerbitan payung hukum baru berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan LPG untuk Ketahanan Energi Nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjelaskan, selain mengoptimalkan peran badan usaha milik negara (BUMN) yang selama ini sudah berjalan mengimpor komoditas energi, regulasi anyar itu turut memberikan ruang bagi institusi non-BUMN.

Baca Juga: Pemerintah Atur Skema Baru Impor Minyak

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Mitra Atau Pekerja?
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mitra Atau Pekerja?

Langkah pemerintah memaksa aplikator mengurangi komisi menunjukkan pemerintah memilih bergantung ke aplikator untuk menafkahi warganya.​

Harta Djaya Karya (MEJA) Bidik Peruntungan di Bisnis Batubara
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:00 WIB

Harta Djaya Karya (MEJA) Bidik Peruntungan di Bisnis Batubara

MEJA akuisisi 45% saham tambang batubara US$100 juta. Pendapatan konsolidasi diproyeksi melonjak mulai 2027. 

Volatilitas BTC Masih TInggi, Dana Pindah ke Sektor AI?
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:30 WIB

Volatilitas BTC Masih TInggi, Dana Pindah ke Sektor AI?

Bitcoin anjlok 16% sejak awal tahun. Ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi menekan. Simak analisis lengkap pemicu koreksi harga BTC.

HKI Minta Hambatan Investasi Cepat Dibenahi
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:18 WIB

HKI Minta Hambatan Investasi Cepat Dibenahi

Investor saat ini lebih menyoroti aspek kepastian proses investasi, kecepatan pengambilan keputusan, dan sinkronisasi kebijakan di lapangan.

MDKA Mulai Pengeboran  di Tambang Emas Pani
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:13 WIB

MDKA Mulai Pengeboran di Tambang Emas Pani

Pengeboran baru ini lantaran MDKA membidik potensi peningkatan sumber daya mineral yang saat ini berada di kisaran 7,0 juta ounces emas.

Tekanan Rupiah Menguat, Risiko Ekonomi RI di Tengah Sentimen Global
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:10 WIB

Tekanan Rupiah Menguat, Risiko Ekonomi RI di Tengah Sentimen Global

Rupiah mendekati Rp 17.900 per dolar AS. Pemicu utama dari defisit anggaran hingga harga minyak global terungkap. Apa dampaknya?

Harga LNG Melonjak 60%, PGN Lakukan Pengaturan Pemakaian Aktual
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:09 WIB

Harga LNG Melonjak 60%, PGN Lakukan Pengaturan Pemakaian Aktual

PT PGN melakukan penyesuaian secara bertahap, sambil tetap membuka ruang fleksibilitas bagi pelanggan.

Lemigas Menjadi BLU yang Bisa Impor Minyak
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:03 WIB

Lemigas Menjadi BLU yang Bisa Impor Minyak

Kementerian ESDM memastikan tidak ada pembentukan lembaga baru untuk impor minyak sealin dilakukan oleh Pertamina

Menanti Potensi Menjadi Realisasi
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 05:37 WIB

Menanti Potensi Menjadi Realisasi

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS seharusnya jadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Anak Usaha Surya Semesta Internusa (SSIA) Pacu Penjualan Lahan Industri
| Sabtu, 30 Mei 2026 | 05:20 WIB

Anak Usaha Surya Semesta Internusa (SSIA) Pacu Penjualan Lahan Industri

Suryacipta Swadaya menargetkan penjualan lahan 14 hektare (ha) di Suryacipta City of Industry, Karawang dan 60 ha di Subang Smartpolitan.

INDEKS BERITA

Terpopuler