Menakar Daya Saing Sektor Industri Manufaktur Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri manufaktur masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Namun, di tengah target pemerintah meningkatkan kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga di atas 20%, daya saing industri nasional masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah.
Tantangan tersebut terlihat pada industri seperti alas kaki, keramik, dan baja. Sektor ini memiliki karakteristik berbeda, mulai dari ketergantungan terhadap tenaga kerja, energi hingga tekanan produk impor. Perbaikan kebijakan menjadi kunci agar industri nasional tak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu memperbesar penetrasi pasar global.
Baca Juga: Industri Alas Kaki Tumbuh Dua Digit
