Menambal Masalah

Kamis, 23 April 2026 | 06:10 WIB
Menambal Masalah
[ILUSTRASI. Wahyu Tri Rahmawati (KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada pola yang berulang dalam pengelolaan kebijakan ekonomi kita: ketika masalah muncul, bukan akar persoalan yang dipecahkan. Terbaru, ada kabar pencopotan pejabat eselon tinggi di Kementerian Keuangan di tengah tekanan anggaran akibat potensi defisit besar. 

Alih-alih membenahi desain kebijakan fiskal, respons yang diambil adalah pergantian posisi strategis. Pendekatan ini memberi kesan seolah-olah krisis anggaran adalah persoalan teknis di level pelaksana. 

Padahal, potensi defisit yang membayangi adalah  akumulasi dari keputusan kebijakan di tingkat atas: target penerimaan yang agresif, belanja yang ekspansif, serta prioritas program yang kerap berubah mengikuti dinamika politik. Dalam kerangka ini, direktur jenderal lebih sering berada pada posisi mengeksekusi, bukan menentukan arah.

Mengganti pejabat tanpa mengoreksi asumsi dasar kebijakan fiskal ibarat memperbaiki gejala tanpa menyentuh penyakitnya. Langkah ini berisiko menciptakan ilusi bahwa tindakan tegas telah diambil, padahal substansi masalah tetap utuh. Publik disuguhi dinamika jabatan, sementara tekanan fiskal terus berjalan.

Lebih jauh, ketidakseimbangan fiskal ini tidak berdiri sendiri. Dampaknya merembet ke stabilitas makroekonomi, terutama nilai tukar. Ketika pasar membaca adanya tekanan pada anggaran negara, persepsi risiko meningkat dan rupiah ikut tertekan. Di titik inilah peran Bank Indonesia menjadi krusial meski terbatas.

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki struktur fiskal. Yang bisa dilakukan adalah meredam gejolak, salah satunya melalui intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini efektif dalam jangka pendek untuk menjaga stabilitas rupiah, tetapi ada harga yang harus dibayar: terkurasnya cadangan devisa.

Intervensi semacam ini pada dasarnya adalah bantalan, bukan solusi. Intervensi hanya memberi waktu, tetapi tidak menyelesaikan sumber tekanan. Jika akar masalah fiskal tidak dibenahi, kebutuhan intervensi akan terus berulang.

Hal yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar reshuffle birokrasi, melainkan keberanian untuk mengevaluasi arah kebijakan secara menyeluruh. Tanpa keberanian itu, setiap pergantian pejabat hanya akan menjadi siklus rutin. Indonesia seolah sibuk menyelesaikan masalah, tanpa benar-benar menyelesaikan masalah.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas
| Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas

Sebagai badan yang akan mengkoordinasi ekspor batubara, CPO dan ferro alloy, DSI akan memanfaatkan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:50 WIB

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer

Realisasi kinerja kuartal I-2026 mencerminkan kondisi portofolio yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG )berjalan dengan baik.

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:45 WIB

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu

Penurunan harga saham emiten bahan baku jadi bandul pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:38 WIB

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan

Dalam fiskal, bahaya sering tidak datang seperti badai yang menghantam tiba-tiba. Ia datang seperti rembesan air di dinding rumah kita.

Pereda Nyeri Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:32 WIB

Pereda Nyeri Rupiah

Kita tidak bisa menutup mata, efektivitas langkah otoritas moneter menjaga rupiah kerap tumpul lantaran tak dibarengi dukungan otoritas fiskal.

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:07 WIB

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup

BI secara berkala mengukur kecukupan cadangan devisa menggunakan indikator internasional yang ditetapkan IMF

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:57 WIB

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah

Sepanjang 2026 hingga Mei, BI telah menaikkan suku bunga acuan hingga 75 bps                        

Pelemahan Rupiah Kerek Biaya Logistik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:32 WIB

Pelemahan Rupiah Kerek Biaya Logistik

Depresiasi rupiah memberikan tekanan signifikan pada kegiatan logistik, terutama pada bisnis forwarding yang terkait perdagangan internasional.

Champion Pacific (IGAR) Mengembangkan Produk Kemasan Alternatif
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

Champion Pacific (IGAR) Mengembangkan Produk Kemasan Alternatif

Perusahaan mulai mengembangkan produksi kemasan berbentuk pouch atau kantong plastik yang dapat digunakan berulang kali.

Investor Asing Masih Sell Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 10 Juni 2026 | 07:56 WIB

Investor Asing Masih Sell Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing masih terus sell Indonesia. Tercatat asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell deras. Jumlahnya Rp 2,44 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler