KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Eskalasi konflik Timur Tengah memaksa pemerintah menyiapkan skenario pengelolaan anggaran pada tahun ini. Sebab, gejolak tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dan nilai tukar rupiah, dua indikator makro yang menentukan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 ini.
Pada Kamis (5/3), harga minyak jenis Brent, yang menjadi acuan Indonesian Crude Price (ICP), untuk kontrak pengiriman Mei 2026, naik US$ 2,35 atau setara 2,9%, menjadi US$ 83,75 per barel. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman bulan April 2026 naik US$ 2,42 atau setara 3,2% ke level US$ 77,08 per barel.
