Menjinakkan Pasar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:04 WIB
Menjinakkan Pasar
[ILUSTRASI. TAJUK - Djumyati Partawidjaja (KONTAN/Indra Surya)]
Djumyati Partawidjaja | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa hari ini, pemerintah meluncurkan gelombang program yang  raksasa. Belum tuntas kita bicara sentralisasi tata niaga ekspor oleh PT DSI, pemerintah sudah meluncurkan program Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta–Bali, disusul Bursa Mineral OJK di 2027. Belum selesai rencana perombakan hulu perunggasan dan impor jutaan sapi, sudah  muncul program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) dan Mobil Listrik Nasional PT Pindad di tahun 2028. 

Polanya terbaca jelas: kebangkitan doktrin kapitalisme negara. Pemerintah memosisikan diri sebagai pengarah pasokan, pencipta captive market lewat belanja APBN seperti terjadi pada MBG. Pemerintah juga memosisikan diri sebagai pemodal jangka panjang. Walau semua program ini berada di luar APBN karena  permodalan dilakukan melalui instrumen Danantara Development Management Fund (DDMF). 

Kenyataannya, realitas di lapangan terbelah. Inisiatif seperti MoLiNas dan peternakan ayam memiliki peluang sukses tinggi karena mengandalkan basis industri swasta terpasang serta siklus produksi yang cepat. Begitu pula dengan sistem monitoring devisa ekspor PT DSI yang banyak bertumpu pada integrasi data administratif pelabuhan. 

Titik kritis justru membayangi proyek padat modal. Produksi ratusan ribu mobil listrik di Pindad harus berhadapan dengan hukum besi industri otomotif, yaitu skala keekonomian dan rantai pasok komponen. Tanpa penguasaan industri baterai mobil, program mobil nasional berisiko akan menjadi industri perakit. 

Di sektor pangan, mendatangkan jutaan sapi perah subtropis ke iklim tropis akan menabrak masalah biologis berupa heat stress, ketersediaan pakan hijauan, dan ancaman  Penyakit Mulut dan Kuku. 

Sementara itu, PFII dan Bursa Komoditas OJK menuntut pembuktian kepastian hukum peradilan komersial dan kedalaman likuiditas global yang mustahil diciptakan secara instan. 

Kemandirian ekonomi adalah cita-cita mulia, tetapi pasar riil tak pernah bisa diperintah secara administratif. Tanpa kehati-hatian mengelola risiko fiskal di Danantara, ambisi ini hanya akan menumpuk beban keuangan masa depan. 

Pasang surut kebijakan ekonomi republik ini memberi satu pelajaran berharga: batas antara lompatan industrialisasi dan jebakan proyek mangkrak selalu ditentukan oleh kedisiplinan kalkulasi teknokrat ekonomi, bukan tingginya retorika politis.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Saham AADI Turun Usai Cetak ATH, Prospek Batubara dan Divestasi Kestrel Jadi Katalis
| Jumat, 11 September 2026 | 07:28 WIB

Saham AADI Turun Usai Cetak ATH, Prospek Batubara dan Divestasi Kestrel Jadi Katalis

Kenaikan harga batubara belakangan ini terutama didorong oleh permintaan, dengan China dan India semakin aktif di pasar seaborne coal.

Saham ANTM Jadi Favorit Asing, Fundamental Tetap Kokoh Meski Harga Emas Terkoreksi
| Jumat, 11 September 2026 | 07:10 WIB

Saham ANTM Jadi Favorit Asing, Fundamental Tetap Kokoh Meski Harga Emas Terkoreksi

Harga emas saat ini masih berada jauh di atas cash cost produksi ANTM yang berada di kisaran US$ 1.200-US$ 1.500 per ons troi.

Pengelola Dana Global Incar Imbal Hasil Tinggi
| Jumat, 11 September 2026 | 07:00 WIB

Pengelola Dana Global Incar Imbal Hasil Tinggi

Pasar obligasi Indonesia relatif lebih menarik di Asia Tenggara, tapi risiko nilai tukar jadi perhatian.

Pemanfaatan Paylater Perbankan Masih Semarak
| Jumat, 11 September 2026 | 06:35 WIB

Pemanfaatan Paylater Perbankan Masih Semarak

Paylater perbankan semakin ramai dengan jumlah pengguna sudah tembus 33,55 juta rekening dan baki debet pembiayaan Rp 31,56 triliun

Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Kaya Tetap Solid
| Jumat, 11 September 2026 | 06:30 WIB

Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Kaya Tetap Solid

Pasar saham bergejolak, nasabah tajir justru mempertebal aset defensif. Dana mengalir ke pasar uang, obligasi, dan SBN, ​

Buruh Soroti Materi dalam RUU Ketenagakerjaan
| Jumat, 11 September 2026 | 06:30 WIB

Buruh Soroti Materi dalam RUU Ketenagakerjaan

Sejumlah isu yang menjadi perhatian buruh mencakup sistem kerja kontrak, alih daya atau outsourcing, pengupahan, pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menanti Hukuman Tegas bagi Pembakar Lahan
| Jumat, 11 September 2026 | 06:22 WIB

Menanti Hukuman Tegas bagi Pembakar Lahan

Inpres 11/2026 mengatur bahwa pembukaan lahan untuk kepentingan kearifan lokal harus memenuhi beberapa persyaratan.

Menyoal Untung Rugi Program 200 Juta Rekening Baru
| Jumat, 11 September 2026 | 06:20 WIB

Menyoal Untung Rugi Program 200 Juta Rekening Baru

Pemerintah menargetkan pembukaan 200 juta rekening baru lewat BRI dan BSI, tapi efektivitas dan risiko rekening pasif jadi sorotan.

Harga Minyak Terus Merangkak Naik
| Jumat, 11 September 2026 | 06:15 WIB

Harga Minyak Terus Merangkak Naik

 Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot melampaui US$ 97 per barel pada Kamis (10/10).

Risiko Aturan Populis
| Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB

Risiko Aturan Populis

Tanpa aturan yang khusus tentang perampasan aset, seharusnya negeri ini sudah bisa terbebas dari korupsi.

INDEKS BERITA

Terpopuler