Pabrik Petrokimia Milik Sinopec di Shanghai Terbakar, Satu Orang Tewas

Sabtu, 18 Juni 2022 | 17:47 WIB
Pabrik Petrokimia Milik Sinopec di Shanghai Terbakar, Satu Orang Tewas
[ILUSTRASI. Logo Sinopec di pom bensin miliknya di Hong Kong, 26 April 2010. REUTERS/Bobby Yip/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kebakaran terjadi di pabrik milik Sinopec Shanghai Petrochemical Co Ltd di Shanghai pada Sabtu pagi, menewaskan satu orang, demikian pernyataan perusahaan itu.

Api berkobar di sebagian pabrik yang luas itu, mengeluarkan asap hitam tebal, dalam sebuah video yang diposting di Twitter oleh Shanghai Daily yang didukung negara.

Kebakaran di salah satu pabrik penyulingan dan petrokimia terbesar di China itu dimulai pada Sabtu pukul 3 pagi WIB. Kendati sudah mulai bisa dikendalikan pada pukul 8 WIB, api masih "sulit untuk ditangani", demikian pemberitaan media pemerintah Xinhua, mengutip pejabat pemadam kebakaran.

Api diperkirakan akan terus menyala untuk beberapa waktu.

Baca Juga: Bank EXIM AS Terbitkan Jaminan Pinjaman untuk Bantu Boeing Penuhi Pesanan Pesawat

Seorang supir kendaraan pengangkut dari pihak ketiga meninggal dan seorang karyawan perusahaan mengalami luka ringan, kata seorang perwakilan Sinopec.

Dia mengatakan kebakaran mempengaruhi fasilitas etilen glikol di pabrik di Jinshan, pinggiran barat daya ibukota keuangan China.

Melalui akun resminya di platform Weibo, Sinopec mengatakan masih memantau senyawa organik yang mudah menguap dan dampaknya terhadap air hujan. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak senyawa itu terhadap lingkungan air di sekitarnya yang ditemukan.

Sinopec Shanghai memiliki kapasitas pemrosesan 16 juta ton minyak mentah per tahun dan 700.000 ton etilen, menurut situs webnya.

Perusahaan menggulirkan proyek serat karbon senilai 3,5 miliar yuan ($ 520 juta) karena berupaya melakukan diversifikasi dari pemurnian, dan fokus pada resin dan serat. 

Bagikan

Berita Terbaru

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI
| Senin, 13 April 2026 | 10:10 WIB

Depresiasi Rupiah dan Menyusutnya Cadangan Devisa, Sinyal Lampu Kuning Ekonomi RI

Mesin penyedot dolar AS di dalam negeri tak maksimal, sementara capital outflow dari pasar saham semakin masif.

 Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?
| Senin, 13 April 2026 | 07:58 WIB

Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?

Aksi borong emas makin masif dilakukan oleh bank-bank sentral global yang secara agresif menjadikannya sebagai alternatif cadangan devisa.

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan
| Senin, 13 April 2026 | 07:51 WIB

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan

Simak rencana bisnis Penyedia listrik PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) ke depan dengan operasi ramah lingkungan dan potensi pembagian dividen.

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah
| Senin, 13 April 2026 | 07:36 WIB

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah

Belum ada kabar gembira soal ekonomi domestik yang bisa menjadi katalis penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Senin, 13 April 2026 | 07:12 WIB

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

Tiga emiten menara telekomunikasi terbersar di Indonesia kompak mencetak pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2025. 

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah
| Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah

Mayoritas saham emiten emas berkilau dalam sepekan terakhir saat harga komoditas ini dalam tren melandai.​

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik
| Senin, 13 April 2026 | 07:01 WIB

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik

Negosiasi AS-Iran alot, Israel ikut menekan. Dinamika global bisa pengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis

Menjaga kinerja industri manufaktur dalam negeri harus fokus pada pasar domestik sebagai penopang utama.​

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas

Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Cari tahu emiten migas mana saja yang berpotensi cuan dari kondisi ini

Nasib Malang Rupiah
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Nasib Malang Rupiah

Pemerintah seolah tidak punya ambisi besar untuk mempertahankan nilai rupiah yang terpuruk dalam imbas geopolitik. 

INDEKS BERITA

Terpopuler