Pandemi Mulai Reda, Jaya Ancol (PJAA) Mengincar Omzet Rp 1,1 Triliun Tahun 2023

Sabtu, 03 Desember 2022 | 05:24 WIB
Pandemi Mulai Reda, Jaya Ancol (PJAA) Mengincar Omzet Rp 1,1 Triliun Tahun 2023
[]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju kasus penularan baru Covid-19 turun, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berancang-ancang menggenjot bisnisnya pada tahun depan. Pengelola Taman Impian Ancol ini membidik pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun 2023.

Untuk mendukung target itu, PJAA mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2023 senilai Rp 251 miliar.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Saham AADI Turun Usai Cetak ATH, Prospek Batubara dan Divestasi Kestrel Jadi Katalis
| Jumat, 11 September 2026 | 07:28 WIB

Saham AADI Turun Usai Cetak ATH, Prospek Batubara dan Divestasi Kestrel Jadi Katalis

Kenaikan harga batubara belakangan ini terutama didorong oleh permintaan, dengan China dan India semakin aktif di pasar seaborne coal.

Saham ANTM Jadi Favorit Asing, Fundamental Tetap Kokoh Meski Harga Emas Terkoreksi
| Jumat, 11 September 2026 | 07:10 WIB

Saham ANTM Jadi Favorit Asing, Fundamental Tetap Kokoh Meski Harga Emas Terkoreksi

Harga emas saat ini masih berada jauh di atas cash cost produksi ANTM yang berada di kisaran US$ 1.200-US$ 1.500 per ons troi.

Pengelola Dana Global Incar Imbal Hasil Tinggi
| Jumat, 11 September 2026 | 07:00 WIB

Pengelola Dana Global Incar Imbal Hasil Tinggi

Pasar obligasi Indonesia relatif lebih menarik di Asia Tenggara, tapi risiko nilai tukar jadi perhatian.

Pemanfaatan Paylater Perbankan Masih Semarak
| Jumat, 11 September 2026 | 06:35 WIB

Pemanfaatan Paylater Perbankan Masih Semarak

Paylater perbankan semakin ramai dengan jumlah pengguna sudah tembus 33,55 juta rekening dan baki debet pembiayaan Rp 31,56 triliun

Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Kaya Tetap Solid
| Jumat, 11 September 2026 | 06:30 WIB

Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Kaya Tetap Solid

Pasar saham bergejolak, nasabah tajir justru mempertebal aset defensif. Dana mengalir ke pasar uang, obligasi, dan SBN, ​

Buruh Soroti Materi dalam RUU Ketenagakerjaan
| Jumat, 11 September 2026 | 06:30 WIB

Buruh Soroti Materi dalam RUU Ketenagakerjaan

Sejumlah isu yang menjadi perhatian buruh mencakup sistem kerja kontrak, alih daya atau outsourcing, pengupahan, pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menanti Hukuman Tegas bagi Pembakar Lahan
| Jumat, 11 September 2026 | 06:22 WIB

Menanti Hukuman Tegas bagi Pembakar Lahan

Inpres 11/2026 mengatur bahwa pembukaan lahan untuk kepentingan kearifan lokal harus memenuhi beberapa persyaratan.

Menyoal Untung Rugi Program 200 Juta Rekening Baru
| Jumat, 11 September 2026 | 06:20 WIB

Menyoal Untung Rugi Program 200 Juta Rekening Baru

Pemerintah menargetkan pembukaan 200 juta rekening baru lewat BRI dan BSI, tapi efektivitas dan risiko rekening pasif jadi sorotan.

Harga Minyak Terus Merangkak Naik
| Jumat, 11 September 2026 | 06:15 WIB

Harga Minyak Terus Merangkak Naik

 Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot melampaui US$ 97 per barel pada Kamis (10/10).

Risiko Aturan Populis
| Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB

Risiko Aturan Populis

Tanpa aturan yang khusus tentang perampasan aset, seharusnya negeri ini sudah bisa terbebas dari korupsi.

INDEKS BERITA

Terpopuler