Paradoks Ekonomi Artificial Intelligence
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan pusat data (data center) AI BDx di Jatiluhur, Purwakarta, dihentikan sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena persoalan perizinan lingkungan dan bangunan. Proyek berkapasitas teknologi informasi hingga 640 megawatt (MW) itu memunculkan pertanyaan tentang kebutuhan listrik, air, dan dampaknya terhadap masyarakat. Di balik ambisi menjadikan Indonesia pusat ekonomi digital, pertanyaan mendasarnya: siapa menikmati keuntungan artificial intelligence (AI) dan siapa menanggung biayanya?
Pertanyaan serupa mengemuka setelah pemadaman listrik melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada 12 Oktober 2026. Di tengah ekspansi pusat data di Kepulauan Riau, muncul spekulasi mengenai hubungan antara beban komputasi dan gangguan kelistrikan tersebut. Meski belum ada bukti yang menghubungkan keduanya, peristiwa itu mengingatkan bahwa ambisi digital harus ditopang ketahanan infrastruktur.
Baca Juga: Usulan Kuota Produksi Batubara 700 Juta Ton pada 2027
