Pasar Cemaskan Permintaan, Pelemahan Harga Minyak Mentah Berlanjut

Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:09 WIB
Pasar Cemaskan Permintaan, Pelemahan Harga Minyak Mentah Berlanjut
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Lapangan minyak lepas pantai Johan Sverdrup di Laut Utara, 7 Januari 2020. Carina Johansen/NTB Scanpix/via REUTERS]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak mentah, Kamis (19/8), tergelincir menuju US$ 66 per barel, yang merupakan kisaran terendah sejak Mei. Pemicu pelemahan adalah kecemasan terhadap lesunya permintaan akibat peningkatan kasus Covid-19, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan persediaan bensin di AS yang naik di atas perkiraan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan infeksi Covid-19 meningkat seiring dengan penyebaran varian Delta di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah.

“Pertempuran yang lebih lama daripada yang diantisipasi melawan musuh yang tidak terlihat, membuat investor bersikap hati-hati dan pragmatis. Ini mengarah ke pelemahan harga secara bertahap,” tutur Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

“Kemungkinan pencabutan dukungan moneter, pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan oleh Taliban mengancam munculnya krisis migran baru. Kekhawatiran tentang penyebaran virus yang tak kunjung berhenti memperkuat permintaan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya, mengadang setiap harga minyak bergerak naik. 

Baca Juga: Tengah siang, harga emas spot bergerak di US$ 1.778,57 per ons troi

Dolar AS mencapai level tertingginya selama sembilan bulan terakhir, membebani komoditas yang dihargai dalam valuta itu.

Minyak mentah Brent turun US$ 1,72 atau 2,5%, menjadi US$ 66,51 pada 15:16 WIB, setelah menyentuh level terendahnya sejak 21 Mei. West Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,96 atau 3%, menjadi US$ 63,50 setelah jatuh hingga US$ 63,39, yang merupakan kisaran terendah sejak 21 Mei.

Baik minyak mentah Brent maupun WTI telah mencatatkan pelemahan selama enam hari berturut-turut. Ini adalah periode penurunan harga secara beruntun terpanjang, sejak 28 Februari 2020.

Baca Juga: SKK Migas: Lapangan Sidayu dan Banyu Urip raih tambahan produksi

“Kekhawatiran tentang berkurangnya permintaan sebagai akibat dari peningkatan kasus virus corona di seluruh dunia telah berkontribusi pada penurunan tersebut,” kata Naeem Aslam, broker dari Avatrade.

Badan Energi Internasional (IEA), pekan lalu, memangkas prospek permintaan minyak karena penyebaran varian Delta. Namun, OPEC tidak mengotak-atik proyeksi permintaannya.

Kenaikan stok bensin di AS, yang tidak terduga, seperti termuat dalam laporan pasokan mingguan, menambah kekhawatiran tentang lesunya permintaan. Mengingat, permintaan atas bahan bakar biasanya memuncak selama musim panas di belahan bumi utara.

Dolar AS yang kuat menambah tekanan. Dolar telah reli di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulusnya tahun ini. Dolar yang kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan cenderung membebani harga.

Selanjutnya: Ingin Tingkatkan Transaksi, Bursa Berjangka Malaysia Gulirkan Sesi Malam

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

Saat Bank Berebut Pasar Paylater
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Saat Bank Berebut Pasar Paylater

Paylater perbankan terus memperbesar pijakan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

Belibis Liar di Telaga Warna
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Belibis Liar di Telaga Warna

​Sebelum dekade 2000, daging itik tidak laku. Para pebisnis mencari cara agar itik jantan mereka jadi uang. 

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh

Kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak keluar dari layar ponsel, laptop, atau tablet ke perangkat yang melekat pada tubuh manusia.

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan

Momen perpisahan di tempat kerja justru melahirkan ceruk bisnis cendera mata perpisahan yang kini banyak diminati.

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST

Volume transaksi BI-FAST menembus 2,9 miliar transaksi di semester I-2026, tumbuh 32,42% secara tahunan. 

Siaga Penuh! Masuk Fase Kritis Kebakaran dan Kekeringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Siaga Penuh! Masuk Fase Kritis Kebakaran dan Kekeringan

Seiring El Nino yang makin menguat, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan berpotensi kian meluas. 

 
Cermat Tentukan Tenor Kredit biar Kocek Sehat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Cermat Tentukan Tenor Kredit biar Kocek Sehat

Kredit dengan tenor panjang dapat memberi napas pada anggaran bulanan, tapi ada risiko hitungan bunga yang besar. 

INDEKS BERITA