Pasca IPO, Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) Siap Ekspansi Organik dan Non Organik

Selasa, 23 November 2021 | 04:10 WIB
Pasca IPO, Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) Siap Ekspansi Organik dan Non Organik
[]
Reporter: Ika Puspitasari, Yuwono Triatmodjo | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/11). Emiten menara ini menawarkan 23,49 miliar saham dan meraih dana Rp 18,79 triliun. Harga saham perdana dipatok di Rp 800 per saham.

Pada hari pertama melantai, saham MTEL ditutup turun 4,75% di Rp 765. Direktur Utama Dayamitra Telekomunikasi Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, hajatan initial public offering (IPO) ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan awareness investor. Apalagi ada kebijakan yang mengizinkan investor asing berinvestasi di perusahaan tower. 

Perkembangan teknologi 5G akan membuat industri tower bertumbuh karena kebutuhan ekspansi coverage layanan mobile di Indonesia. Direktur Bisnis MTEL Noorhayati Candrasuci menyebut, emiten ini sudah menyiapkan ekspansi pasca IPO. 

Baca Juga: Setelah Mitratel, Fokus Telkom (TLKM) Selanjutnya Adalah Bisnis Data Center

Noorhayati bilang, MTEL mempunyai strategi untuk mendorong pertumbuhan kinerja ke depan. Salah satunya memperkuat pasar dengan pengembangan organik atau kolokasi. "Kami juga akan meningkatkan tenancy ratio. Kami juga mengembangkan bisnis secara non organik, seperti akuisisi," ungkap dia.

MTEL juga akan mengembangkan bisnis digital infrastruktur, khusunya 5G. Emiten ini juga akan melakukan efisiensi. Sebelumnya Dayamitra Telekomunikasi menargetkan, pendapatan dapat tumbuh 11% per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan. EBITDA dibidik dapat naik 13% per tahun.

Per enam bulan pertama 2021, Mitratel membukukan pendapatan Rp 3,23 triliun atau naik 11%. Sedangkan laba bersih Mitratel naik 355,88% yoy jadi Rp 700,7 miliar.

Ardi menyebut, dana dari hasil penawaran umum perdana ini akan digunakan untuk mengembangkan kompetensi dan kapabilitas agar lebih transparan. Dia menyebut MTEL kini telah berkembang menjadi infrastructure company. MTEL akan memakai 40% dana IPO sebagai belanja modal organik, 50% untuk anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Harga saham MTEL & BUKA memerah di akhir perdagangan bursa Senin (22/11)

Saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara. MTEL juga melakukan ekspansi portofolio pada jasa turunan menara, seperti project solutions, managed services, fiberisasi dan digital services.

Fokus Garap Data Center

Pasca membawa PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk ke bursa, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan konsolidasi bisnis data center. TLKM mengklaim, valuasi bisnis data center lebih tinggi dibandingkan telekomunikasi.

Data center merupakan fasilitas untuk menempatkan sistem komputer, cadangan informasi, server website atau database dan komponen terkait. Saat ini, pengelolaan bisnis data center Telkom terbagi ke sejumlah entitas, yakni data center Telkom, PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma) dan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, keberhasilan IPO Mitratel memberikan semangat bagi Telkom melakukan transformasi. 

Andi Setiawan, Vice President Investor Relation PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menyebut, Telkom saat ini dalam proses pendalaman atau mempelajari untuk mengkonsolidasikan bisnis data center, yang selanjutnya akan dikelola oleh satu entitas dalam grup. Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan dalam opsi unlocking value terbaik.     

Baca Juga: Saham Mitratel (MTEL) Serupa Emiten Tommy Soeharto, Hari Perdana Malah Nyungsep          

Bagikan

Berita Terbaru

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak
| Senin, 27 April 2026 | 14:48 WIB

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak

Pemerintah resmi mengubah pendekatan dalam pengelolaan piutang negara melalui terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN

Berdasarkan laporan Celios, nilai kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia melampai APBN              

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi
| Senin, 27 April 2026 | 10:00 WIB

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi

Skala program ini membuka peluang industri nyata, yakni manufaktur panel surya domestik, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi hijau.

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?
| Senin, 27 April 2026 | 09:00 WIB

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?

Pembukaan Selat Hormuz jadi kunci penting, jika harga minyak stabil di bawah US$ 80 per barel, maka harga emas bisa terangkat lagi.

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?
| Senin, 27 April 2026 | 08:42 WIB

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?

Badai krisis bisa kembali! Pelajaran dari 1998 sangat penting. Pemerintah harus bertindak cepat. Cari tahu langkah krusialnya.

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler