Berita Bisnis

Pebisnis Menyoal Biaya Pemasangan

Kamis, 07 November 2019 | 06:42 WIB

ILUSTRASI. Petugas melakukan perawatan panel surya di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) dengan potensi tiga gigawatt untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap, PT Peru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan energi terbaru dan terbarukan di Indonesia menantang. Hingga saat ini, semisal, pelaku usaha di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap masih keberatan dengan regulasi yang berlaku saat ini.

Beleid mengganggu itu, antara lain: Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 49/2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN. Salah satu poin yang disoal adalah pasal 14 ayat 2 atas pengenaan biaya kapasitas atawa capacity charge dan biaya pembelian energi listrik darurat untuk pemasangan PLTS Atap bagi konsumen golongan tarif industri.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini,
pastikan Anda sudah mendaftar dan login.
Reporter: Dimas Andi
Editor: Yuwono triatmojo


Baca juga