Pebisnis Sambut Baik Penertiban Akomodasi Ilegal

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:15 WIB
Pebisnis Sambut Baik Penertiban Akomodasi Ilegal
[ILUSTRASI. Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (KONTAN/Amalia Fitri)]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Online Travel Agent (OTA) sedang mengembangkan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API) untuk memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital mengantongi perizinan berusaha. Pengusaha yang bergerak di bidang hotel dan pariwisata menyambut tata kelola perizinan tersebut.

Sistem API sedang dalam tahap pengembangan internal sebelum dikembangkan bersama OTA mitra yang akan terhubung untuk proses integrasi. Dalam rencana implementasinya, OTA akan mewajibkan pelaku usaha untuk mengisi tiga data utama. Pertama, Nomor Induk Berusaha (NIB). Kedua, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Ketiga, Nomor Kegiatan Usaha (NKU).

Baca Juga: PHRI Dukung Penertiban Akomodasi Ilegal

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Akuisisi Loyal Metals, Simak Efeknya Terhadap Kinerja Fundamental Bumi Resources
| Selasa, 08 September 2026 | 05:30 WIB

Akuisisi Loyal Metals, Simak Efeknya Terhadap Kinerja Fundamental Bumi Resources

Akuisisi oleh BUMI dalam jangka pendek akan memberatkan kas perusahaan, namun bisa diatasi dengan right issue maupun private placement.

Bank Berebut Bisnis Data Center
| Selasa, 08 September 2026 | 05:30 WIB

Bank Berebut Bisnis Data Center

Mengutip Bloomberg, kredit untuk proyek data center di Asia hampir mencapai US$ 29 miliar sejak awal 2025.

Bisnis Maskapai Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
| Selasa, 08 September 2026 | 05:15 WIB

Bisnis Maskapai Terpapar Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma terpaksa dibatalkan pada Senin (7/9).

Turun 2 Hari, Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Selasa (8/9)
| Selasa, 08 September 2026 | 04:50 WIB

Turun 2 Hari, Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Selasa (8/9)

IHSG mengakumulasi kenaikan 1,44% dalam sepekan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 23,44%.

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim
| Selasa, 08 September 2026 | 04:45 WIB

Modal Reasuransi Masih Kuat Hadapi Ancaman Klaim

Meski risiko klaim ikut terkerek, namun industri reasuransi domestik dinilai masih memiliki kemampuan memadai untuk menanggung risiko.

El Nino Menguji Kehadiran Negara
| Selasa, 08 September 2026 | 04:11 WIB

El Nino Menguji Kehadiran Negara

Krisis El Nino juga mengingatkan kita bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan terlalu bertumpu pada satu komoditas.

Pengusaha Keberatan Beban Baru
| Senin, 07 September 2026 | 22:37 WIB

Pengusaha Keberatan Beban Baru

Penerapan EPR berpotensi menaikkan harga produk, tetapi kenaikannya dianggap masih dalam batas keekonomian.

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal
| Senin, 07 September 2026 | 19:29 WIB

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal

Pengamat mengatakan, jika rendahnya tingkat sertifikasi tersebut berkaitan dengan persoalan dari hulu hingga hilir.

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
| Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000
| Senin, 07 September 2026 | 17:49 WIB

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000

Bitcoin bangkit pada Agustus dan sempat menembus level psikologis US$ 80.000. Namun, reli tersendat. Kehabisan tenaga, atau rehat sebelum reli?

INDEKS BERITA

Terpopuler