Peluang Bisnis Charging Station Mobil Listrik

Senin, 09 September 2019 | 06:36 WIB
Peluang Bisnis Charging Station Mobil Listrik
[ILUSTRASI. ]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael, Muhammad Julian | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain menyiapkan investasi kendaraan listrik, pemerintah terus berupaya mengundang investor untuk menyediakan infrastruktur pendukung mobil listrik.

Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) alias charging station.

PT Perusahaan Listrik Negara PLN (Persero) akan menjadi motor dalam proyek pengadaan fasilitas setrum baterai mobil listrik.

Untuk mempercepat pengembangan SPKLU, pemodal swasta juga dapat terlibat.

General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Ikhsan Asaad, mengatakan PLN telah membuka peluang kerja sama pembangunan SPKLU dengan swasta.

Skema kerjasama tersebut sama seperti halnya kepemilikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina.

Baca Juga: Program kendaraan listrik, PLN: Tidak perlu khawatir tidak bisa mengisi listrik

"Perusahan swasta akan mengoperasikan dan PLN memasok listriknya melalui skema partnership own, partnership operation (POPO)," ungkap dia kepada KONTAN, Minggu (8/9).

Ikhsan memperkirakan nilai investasi satu SPKLU berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

Namun asumsi balik modal belum dihitung. Ikhsan beralasan, PLN belum mendapatkan estimasi jumlah mobil listrik yang akan beredar dan dimiliki konsumen.

Harga mulai Rp 1.650 per kWh

Adapun skema harga listrik untuk SPKLU dari PLN berkisar Rp 1.650 hingga Rp 2.250 per kWh.

"Tetapi hal itu juga tergantung biaya investasi jaringan," jelas dia.

Salah satu perusahaan swasta yang sudah tertarik menjalankan bisnis charging station adalah PT Optima Integra Tehnika.

Komisaris Utama Optima Integra Tehnika, Vicarna Yasier, menjelaskan total investasi SPKLU mencapai Rp 1 miliar.

Fasilitas yang akan dibangun di setiap titik bukan hanya mencakup unit SPLU, tetapi juga fasilitas lain seperti battery swap atau penukaran baterai dan pengelolaan limbah baterai.

Baca Juga: Tarif listrik skema kerja sama penyediaan SPLU PLN dinilai masih tinggi

"Kami berencana menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk membangun lebih dari 1.000 titik SPKLU di seluruh Indonesia," ungkap Yasier kepada KONTAN, Minggu (8/9).

Dia menilai, harga yang dipatok PLN senilai Rp 1.650 per kwh terlalu tinggi dan kurang menarik bagi mitra bisnis.

Padahal dengan tarif Rp 900 per kwh saja, PLN sudah mendapatkan untung. Yasier menilai idealnya tarif listrik yang dibebankan Rp 1.100 per kwh.

Dus, tarif Rp 1.650 berpotensi memperlambat program percepatan infrastruktur kendaraan listrik yang sedang digenjot pemerintah.

Bikin pabrik mesin

Dalam waktu dekat, PLN akan menjalin kerja sama dengan pabrikan lokal untuk membangun mesin SPKLU.

Hal ini agar mesin dapat diproduksi di dalam negeri. Namun instalasi dan mesin akan mengacu standar internasional.

"Investor dari luar seperti ABB, Schneider, Delta, sementara dari dalam negeri ada Proteksindo," ucap Ikhsan.

Pada tahun ini, PLN akan memasang 13 SPKLU di Bandung, Bali, Surabaya, Makassar.

Baca Juga: Nipress Energi Otomotif ditunjuk sebagai distributor resmi Varta Battery

Di tahun depan, akan hadir lebih banyak SPKLU dengan menggandeng BUMN lain seperti Pertamina dan kantor pemerintahan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Wanhar, menilai sistem kelistrikan di Indonesia sudah siap mendukung program percepatan mobil listrik.

Per April tahun ini, PLN memiliki 7.024 SPKLU yang tersebar di 3.242 titik.

Jakarta menjadi kota dengan jumlah SPKLU terbanyak, yakni 3.008 SPKLU.

Bagikan

Berita Terbaru

Ujian Bertubi-tubi tapi Komunikasi Krisis Pemerintah Malah Bikin Keruh Suasana
| Jumat, 06 Februari 2026 | 10:43 WIB

Ujian Bertubi-tubi tapi Komunikasi Krisis Pemerintah Malah Bikin Keruh Suasana

Pemerintahan diisi terlalu banyak politikus dan pencari perhatian yang memanfaatkan segala momen untuk naik panggung, meski bukan ranahnya.

Emiten Afiliasi Prajogo Pangestu Ini Siapkan Duit Rp 1 Triliun untuk Aksi Buyback
| Jumat, 06 Februari 2026 | 09:22 WIB

Emiten Afiliasi Prajogo Pangestu Ini Siapkan Duit Rp 1 Triliun untuk Aksi Buyback

Aksi buyback ini diharapkan memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham CDIA sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Harga Masih Bergejolak, Saham Emiten Batubara Tidak Bergerak Secara Serempak
| Jumat, 06 Februari 2026 | 08:30 WIB

Harga Masih Bergejolak, Saham Emiten Batubara Tidak Bergerak Secara Serempak

Pasokan dari produsen utama seperti Indonesia dan Australia masih relatif stabil, menciptakan tekanan tambahan bagi harga batubara.

Kabar Izin Tambang Agincourt (UNTR) Batal Dicabut Mencuat di Tengah Gugatan Hukum KLH
| Jumat, 06 Februari 2026 | 08:07 WIB

Kabar Izin Tambang Agincourt (UNTR) Batal Dicabut Mencuat di Tengah Gugatan Hukum KLH

Sebagian pemilik perusahaan yang izinnya dicabut juga menyampaikan keberatan secara langsung kepada Prabowo Subianto.

Vanguard, Blackrock hingga State Street Serok Saham BRMS Saat Pasar Panik Akibat MSCI
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:30 WIB

Vanguard, Blackrock hingga State Street Serok Saham BRMS Saat Pasar Panik Akibat MSCI

Keberanian asing masuk saat harga terkoreksi mengindikasikan optimisme terhadap fundamental jangka panjang BRMS.

Ekspor Teh Tertahan Produksi dan dan Kualitas
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:25 WIB

Ekspor Teh Tertahan Produksi dan dan Kualitas

Aptehindo mencermati terjadinya penurunan produksi teh Indonesia akibat adanya penurunan luas areal kebun teh,

Peringatan Beruntun dari MSCI, Goldman dan Moody's, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:17 WIB

Peringatan Beruntun dari MSCI, Goldman dan Moody's, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Outlook Moody's itu menyusul peringatan MSCI dan penurunan serupa dari Goldman Sachs.Risiko pasar Indonesia mash tinggi. 

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Saham Tiga Bank Besar Diborong Investor Asing Dua Hari Beruntun, Sinyal Pemulihan?

Peluang kembalinya dana asing ke sektor perbankan tetap terbuka setelah tekanan jual mereda dan ketidakpastian kebijakan mulai berkurang.

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali
| Jumat, 06 Februari 2026 | 07:05 WIB

Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali

Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi diuji risiko global dan fiskal.                                  

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia
| Jumat, 06 Februari 2026 | 06:50 WIB

ESDM Masih Evaluasi Izin Impor BBM Shell Indonesia

Produk Shell Super tercatat tidak tersedia di wilayah Jabodetabek dan hanya dapat ditemukan di Jawa Timur.

INDEKS BERITA

Terpopuler