Berita

Pembelian Sudah Cukup, Kini Giliran PP Properti (PPRO) Membangun Cadangan Lahannya

Selasa, 27 Agustus 2019 | 05:18 WIB

ILUSTRASI. Paparan publik PT PP Properti Tbk (PPRO)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Properti Tbk siap menggelar ekspansi usaha. Pada tahun ini, anggota indeks Kompas100 tersebut bakal fokus mengembangkan cadangan lahan (landbank) ketimbang terus membeli lahan untuk efisiensi penggunaan belanja modal pada tahun ini.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat, mengatakan saat ini landbank mereka bertambah menjadi 314 hektare (ha) dari posisi tahun lalu seluas 300 ha. "Kami memang sedang mengerem untuk membeli lahan dan fokus pada landbank yang sudah ada. Ini juga dilakukan untuk menghemat penggunaan belanja modal," ungkap Taufik, Senin (26/8).

Adapun dari total landbank luas tersebut, seluas 146,6 ha merupakan lahan milik sendiri alias self owned. Sedangkan selebihnya sekitar 153,4 ha merupakan lahan hasil kerjasama kemitraan.

Taufik menjelaskan, pada lahan yang bermitra, PP Properti menempati porsi kepemilikan lebih besar sehingga bisa masuk dalam kepemilikan lahan.

Sebagai bentuk fokus pada pengembangan lahan yang sudah ada, emiten dengan kode saham PPRO di Bursa Efek Indonesia ini akan memanfaatkan lahan seluas 12 ha hingga 14 ha untuk mendukung proyek residensial.

PP Properti bakal menggandeng mitra yang memang ahli dalam membangun rumah tapak (landed house).

Taufik menyebutkan, lahan kemitraan yang siap mereka garap untuk proyek rumah tapak berlokasi di tiga titik, yakni Bandung, Surabaya dan Manado. "Ada pihak yang menyerahkan lahannya untuk kami kelola, misalnya di kawasan Jabodetabek. Saat ini kami masuk tahap perizinan," ungkap Taufik.

Sementara penetrasi pengembangan landed house di Bandung akan menempati lahan sekitar 12 ha. Rencananya, PPRO akan membangun perumahan secara bertahap dengan jumlah mulai dari 200 unit hingga 300 unit rumah.

Terkait harga jual, PPRO mematok di bawah Rp 1 miliar atau berkisar Rp 700 miliar hingga Rp 900 miliar per unit. "Tahun depan, jumlah unit rumah di sana (Bandung) akan dibangun dua kali lipat. Untuk tahap pertama akan launching pada akhir tahun ini," sebut Taufik.

Apartemen kampus

Di sepanjang semester pertama tahun ini, pendapatan PP Properti ditopang penjualan apartemen yang tersebar di beberapa titik di Pulau Jawa. Taufik menjelaskan, pembangunan apartemen yang berdekatan dengan kampus menjadikan kinerja PPRO lebih baik dibandingkan para pesaing ketika pasar properti masih lesu seperti saat ini.

"Penjualan apartemen dekat kampus, seperti di Louvin Jatinangor masih bagus, dalam sebulan kami bisa menjual 18–20 unit. Sementara di Evenciio Depok bisa terjual 15–20 unit. Sedangkan di Bekasi, meski tidak dekat kampus, masih bisa terjual 40–50 unit karena infrastrukturnya lengkap," ucap Taufik.

Selain itu, apartemen mahasiswa di Babarsari Yogyakarta mampu terisi 20 unit setiap bulan. Atas dasar itulah, manajemen PPRO optimistis pada semester kedua tahun ini bisa mencapai target, setelah ada beberapa penjualan yang tertahan karena momentum politik di semester pertama. Taufik juga lebih percaya diri dengan kinerja di paruh kedua lantaran banyak sentimen positif, misalnya proyek infrastruktur terus bergulir. Di sisi lain, investasi dari luar negeri mulai masuk karena melihat pasar properti di Indonesia lebih menjanjikan.

Katalis positif juga datang dari kebijakan pemerintah soal penetapan pajak properti mewah dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). "Saat ini investor dalam proses untuk memastikan investasinya bisa terealisasi di semester II," kata Taufik.

Reporter: Amalia Fitri
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.219,44
1.82%
-115,41
LQ45
983,25
0.91%
-9,00
USD/IDR
14.020
0,50
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga