Pemerintah Mengerek Konten Lokal Kendaraan Listrik

Kamis, 10 September 2026 | 06:32 WIB
Pemerintah Mengerek Konten Lokal Kendaraan Listrik
[ILUSTRASI. Upaya peningkatan TKDN pada kendaraan listrik (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)]
Reporter: Leni Wandira, Prayogi Ikhrawinata | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memperketat arah pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di dalam negeri. Bukan hanya mengejar pertumbuhan penjualan, pemerintah membidik tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik mencapai 80% mulai 2030.

Proyeksi tersebut menjadi bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. TKDN kendaraan listrik ditargetkan mencapai 40% pada tahun ini, kemudian meningkat menjadi 60% selama periode 2027-2029, sebelum mencapai 80% mulai 2030.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Menelisik Jejak Cicil Technologies, Investor Singapura yang Berencana Masuk ke POLA

Cicil Technologies akan membeli 30% saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dari tangan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL).

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Artotel Menambah Portofolio Hotel Baru

Selain mengandalkan pasar wisata, Artotel Wanasaba juga membidik kebutuhan pertemuan bisnis dan kegiatan MICE.

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Mengurai Risiko dan Peluang Kredit Data Center

Bisnis data center membuka peluang kredit baru bagi perbankan, meski risiko tinggi menuntut penyaluran yang selektif.

 Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan

Di tengah tekanan pendapatan bunga, perbankan menggenjot pendapatan komisi untuk menopang pertumbuhan kinerja.

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas

Infovesta mencatat, Infovesta Equity Unit Linked Index turun 9,64% secara year to date (YtD) hingga kuartal III-2026

Tumbang ke Titik 5.864, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Tumbang ke Titik 5.864, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (16/10)

IHSG mengakumulasi pelemahan 2,78% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 32,19%.

Menakar Potensi Investasi Data Center di Indonesia
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Menakar Potensi Investasi Data Center di Indonesia

Indonesia membutuhkan kapasitas minimal 2,8 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan komputasi dasar tanpa memperhitungkan lonjakan penggunaan AI.

Pemulihan Kinerja Asuransi Properti Masih Rentan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:10 WIB

Pemulihan Kinerja Asuransi Properti Masih Rentan

Bank Indonesia mencatat, kredit properti di sektor perbankan tumbuh 18,4% secara tahunan pada Agustus 2026

Di Balik Transaksi Repo Obligasi Korporasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:08 WIB

Di Balik Transaksi Repo Obligasi Korporasi

Pasar primer, sekunder, dan pasar repo merupakan satu kesatuan "paket" yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir

Risiko pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak, biaya pengiriman, dan gangguan pasokan global masih membayangi industri plastik.

INDEKS BERITA