Penugasan Ugal-ugalan

Kamis, 10 September 2026 | 06:10 WIB
Penugasan Ugal-ugalan
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan merger PT PP Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) rampung akhir tahun 2026. Harus diingat, merger tak menghapus utang atau memperbaiki arus kas. Jika persoalan fundamental belum selesai, perusahaan hasil merger justru berisiko mewarisi beban.

Kondisi ADHI memberikan gambaran tantangan tersebut. Pada semester I 2026, total liabilitas mencapai Rp 24,21 triliun atau 88% dari aset. ADHI mencatat laba bersih Rp 6,49 miliar. Pada Agustus 2026, saham ADHI juga disuspensi karena belum memenuhi pembayaran bunga obligasi sekitar Rp 60,8 miliar yang jatuh tempo 24 Agustus 2026.

Sedangkan PTPP juga mencatat liabilitas jumbo, Rp 38,98 triliun atau 89,89% dari aset pada semester I 2026. Sementara laba bersih mencapai Rp 193,47 miliar.

Di balik utang segede dinosaurus itu, keduanya memiliki rekam jejak menggarap proyek jumbo saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkuasa. ADHI sedikitnya menggarap enam proyek besar dengan nilai kontrak sekitar Rp 48,97 triliun, antara lain LRT Jabodebek senilai Rp 25,5 triliun dan jalan tol. ADHI juga mengerjakan tujuh proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). PTPP juga mengantongi sejumlah proyek besar di masa Jokowi, nilai kontrak sedikitnya Rp 15,6 triliun. Antara lain proyek IKN, jalan tol dan smelter.

Proyek konstruksi membutuhkan modal kerja besar. Sementara keterlambatan pembayaran dan rendahnya margin dapat menekan arus kas perusahaan.

Sejumlah penelitian menunjukkan, merger perusahaan bermasalah tidak otomatis jalan keluar. Studi Kent Clark dan Eli Ofek terhadap 38 pengambilalihan perusahaan yang mengalami tekanan keuangan di Amerika Serikat menunjukkan, restrukturisasi pascamerger tidak selalu efektif.

Indonesia pernah memiliki pengalaman merger perusahaan bermasalah. Bank Century lahir dari penggabungan Bank CIC, Bank Pikko dan Bank Danpac pada 2004. Namun, persoalan bank-bank lama ikut terbawa hingga Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal berdampak sistemik dan diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tahun 2008.

Pengalaman Bank Century menjadi pelajaran berharga. Merger harus dibarengi restrukturisasi dan perbaikan fundamental, bukan sekadar menggabungkan dua neraca. Bukan pula memindahkan persoalan akibat pembangunan infrastruktur secara ugal-ugalan pada masa pemerintahan Jokowi ke perusahaan baru.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Awas Konflik Kepentingan di Pengelolaan Aset Sitaan
| Kamis, 10 September 2026 | 06:40 WIB

Awas Konflik Kepentingan di Pengelolaan Aset Sitaan

RUU Perampasan Aset harus mengatur pemisahan fungsi pengelola aset dan pengawasan berlapis agar tidak ada konflik kepentingan

Pemerintah Mengerek Konten Lokal Kendaraan Listrik
| Kamis, 10 September 2026 | 06:32 WIB

Pemerintah Mengerek Konten Lokal Kendaraan Listrik

TKDN kendaraan listrik ditargetkan mencapai 40% pada tahun ini, kemudian meningkat menjadi 60% selama periode 2027-2029

Tinggal Sepekan Penawaran, SR025 Masih Tersisa Rp 4,66 Triliun
| Kamis, 10 September 2026 | 06:15 WIB

Tinggal Sepekan Penawaran, SR025 Masih Tersisa Rp 4,66 Triliun

Penjualan SR025 menunjukkan kinerja berbeda antara tenor 3 tahun dan 5 tahun dibandingkan seri SBN ritel sebelumnya.

Penugasan Ugal-ugalan
| Kamis, 10 September 2026 | 06:10 WIB

Penugasan Ugal-ugalan

Proyek konstruksi membutuhkan modal kerja besar, sementara keterlambatan pembayaran dan rendahnya margin dapat menekan arus kas perusahaan.​

Dinamika Regulasi Bisnis dan Saham Hantui Kinerja Goto Gojek Tokopedia (GOTO)
| Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

Dinamika Regulasi Bisnis dan Saham Hantui Kinerja Goto Gojek Tokopedia (GOTO)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) atur strategi mitigasi di tengah aturan batas komisi dan batasan harga baru BEI

Pertumbuhan Kredit Leasing Masih Tertahan
| Kamis, 10 September 2026 | 05:50 WIB

Pertumbuhan Kredit Leasing Masih Tertahan

OJK mencatat piutang pembiayaan multifnance tumbuh setinggi 2,01% menjadi Rp 513,05 triliun hingga Juli 2026.

Menanti Data Penjualan Ritel & Arah Harga Komoditas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 10 September 2026 | 05:44 WIB

Menanti Data Penjualan Ritel & Arah Harga Komoditas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Arah IHSG hari ini akan kembali dipengaruhi harga komoditas, khususnya minyak dan batubara. Investor juga akan mencermati data penjualan ritel. 

Akuisisi Narasi, Gurita Bisnis Grup Djarum Makin Gemuk Menjalar ke Luar Negeri
| Kamis, 10 September 2026 | 05:40 WIB

Akuisisi Narasi, Gurita Bisnis Grup Djarum Makin Gemuk Menjalar ke Luar Negeri

Djarum masih menggencarkan strategi bisnis untuk menambah portofolio bisnisnya terutama dalam industri hasil tembakau.

BPD Lega, Payroll ASN Daerah Tetap Terjaga
| Kamis, 10 September 2026 | 05:30 WIB

BPD Lega, Payroll ASN Daerah Tetap Terjaga

Pemerintah memastikan tidak ada kebijakan untuk memindahkan payroll aparatur sipil negara (ASN) di daerah, ke bank-bank Himbara.

Turun Diiringi Net Sell, Ini Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham pada Kamis (10/9)
| Kamis, 10 September 2026 | 04:50 WIB

Turun Diiringi Net Sell, Ini Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham pada Kamis (10/9)

IHSG mengakumulasi kenaikan 1,25% sepekan. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih melemah 22,77%.​  

INDEKS BERITA