Pendanaan dari Pasar Modal Capai Rp 363 Triliun, Lampaui Kredit Bank

Selasa, 04 Januari 2022 | 06:00 WIB
Pendanaan dari Pasar Modal Capai Rp 363 Triliun, Lampaui Kredit Bank
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal makin diandalkan oleh korporasi untuk mencari pendanaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penghimpunan dana di pasar modal di 2021 mencapai Rp 363,3 triliun.

Penghimpunan dana ini berasal dari penawaran saham perdana, rights issue, serta penerbitan obligasi dan sukuk. Pencarian dana ini meningkat 207% dibandingkan realisasi 2020, yaitu Rp 118 triliun.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, penghimpunan dana tersebut berasal dari 194 emiten, terutama perusahaan sektor  teknologi dan keuangan.

"Melihat sejarah pasar modal, penggalangan dana 2021 di pasar modal lebih tinggi dari pertumbuhan kredit perbankan yang selama 2021 mencapai Rp 228 triliun," kata Wimboh dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Senin (3/1).

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga makin banyak yang memanfaatkan pasar modal untuk mencari dana. Lewat platform securities crowdfunding (SCF), penghimpunan dana bagi UMKM mencapai Rp 406,5 miliar. Sejauh ini, ada tujuh penyelenggara yang memperoleh izin OJK, dengan jumlah penerbit alias pencari dana sebanyak 192 usaha.

Wimboh menyebut, realisasi penggalangan dana lewat SCF memang masih kecil, tetapi potensinya bisa mencapai Rp 74 triliun. Ke depan, OJK bakal mendorong UMKM bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mencari modal melalui SCF.

Wimboh menyebut, untuk memaksimalkan pasar modal, OJK akan melaksanakan sejumlah kebijakan prioritas untuk 2022. Antara lain, menyiapkan operasionalisasi infrastruktur bursa karbon dan legalitasnya, mengembangkan indeks ESG, memperluas basis emiten melalui sekuritisasi dan pembiayaan proyek strategis.

Selain itu, OJK akan mengakomodasi emiten berbasis teknologi, perluasan UMKM, pengembangan pasar derivatif, serta menyelesaikan counterparty clearing.

Perdagangan bursa saham di 2022 juga dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam pidatonya, Jokowi optimistis pertumbuhan pasar modal Indonesia akan lebih baik,  bercermin pada return 10% IHSG di 2021, yang lebih besar dibanding negara tetangga.

Salah satu pendorongnya adalah kenaikan jumlah investor. Per  akhir 2021, BEI mencatat, jumlah investor pasar modal mencapai 7,48 juta SID, dan ditargetkan mencapai 10 juta SID di tahun ini.

Jokowi menyebut, indikator ekonomi Indonesia juga sudah menunjukkan perbaikan. Pengehentian ekspor bahan mentah nikel, turut mendorong ekspor secara keseluruhan lebih tinggi. 

"Oleh sebab itu, kita akan melanjutkannya dengan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit, tembaga, timah, dan lain-lain. Hilirisasi menjadi kunci kenaikan ekspor Indonesia," kata Jokowi.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Portofolio Diisi Saham Tidak Likuid, Asabri Upayakan Tidak Ulangi Kesalahan
| Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00 WIB

Portofolio Diisi Saham Tidak Likuid, Asabri Upayakan Tidak Ulangi Kesalahan

Portofolio saham yang ada dan masuk dalam PPK merupakan portofolio Asabri terdahulu yang telah diakuisisi dan dimiliki sebelum tahun 2020.

Keponakan Prabowo Beli 5% Saham TRIN di Desember 2025, Balik Modal Usai Jual Sebagian
| Kamis, 12 Maret 2026 | 12:20 WIB

Keponakan Prabowo Beli 5% Saham TRIN di Desember 2025, Balik Modal Usai Jual Sebagian

BEI melihat, aksi ini tidak sesuai dengan informasi sebelumnya terkait rencana Rahayu untuk menambah kepemilikan di TRIN hingga 20%.

IHSG Tertekan, Cek Peluang dari Saham-Saham yang Murah
| Kamis, 12 Maret 2026 | 06:38 WIB

IHSG Tertekan, Cek Peluang dari Saham-Saham yang Murah

Di tengah tren pelemahan IHSG, beberapa saham menawarkan valuasi murah di tengah tekanan pasar saham

Pendapatan Naik, GOTO Memangkas Rugi Bersih 77%
| Kamis, 12 Maret 2026 | 06:34 WIB

Pendapatan Naik, GOTO Memangkas Rugi Bersih 77%

Rugi bersih GOTO terpangkas 77,08% (YoY) jadi Rp 1,18 triliun di 2025. Padahal, pada 2024 GOTO masih menanggung rugi bersih Rp 5,15 triliun.

Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat, Geopolitik Global Memanas
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:45 WIB

Rupiah Loyo, Dolar AS Menguat, Geopolitik Global Memanas

Rupiah melemah 0,14% ke Rp 16.886 per dolar AS. Geopolitik global dan inflasi AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Medco Energi (MEDC) Raih Fasilitas Kredit Rp 1,68 Triliun dari HSBC
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:39 WIB

Medco Energi (MEDC) Raih Fasilitas Kredit Rp 1,68 Triliun dari HSBC

Nilai pokok pinjaman HSBC Singapore Branch kepada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,68 triliun. ​

Perang Iran Picu Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:35 WIB

Perang Iran Picu Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan

Jika harga minyak ke atas US$ 100 per barel maka CAD akan melebar ke atas 1% dari PDB               

Elnusa (ELSA) Realisasikan Belanja Modal Rp 566 Miliar Pada 2025
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:25 WIB

Elnusa (ELSA) Realisasikan Belanja Modal Rp 566 Miliar Pada 2025

PT Elnusa Tbk (ELSA) merealisasikan alokasi belanja modal (capex) Rp 566 miliar atau setara 95% dari target yang dipatok tahun 2025 Rp 594 miliar.

Pembayaran Subsidi dan Kompensasi Energi Awal Tahun Melejit
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:25 WIB

Pembayaran Subsidi dan Kompensasi Energi Awal Tahun Melejit

Menurut Wakil Menteri Keuangan, lonjakan pembayaran subsidi dan kompensasi energi lantaran pembayaran kompensasi energi 2025

Lonjakan Semu Setoran Pajak Konsumsi
| Kamis, 12 Maret 2026 | 04:19 WIB

Lonjakan Semu Setoran Pajak Konsumsi

Realisasi penerimaan PPN dan PPnBM Februari 2026 sebesar Rp 85,9 triliun, naik hampir 100%          

INDEKS BERITA

Terpopuler