Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?

Rabu, 09 September 2026 | 06:01 WIB
Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?
[ILUSTRASI. BUKALAPAK (BUKA) Mengumumkan Hasil Keuangan Tidak Diaudit untuk Kuartal Ketiga 2024 dan Strategi unt (Dok/Bukalapak)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menguat pasca kabar anak usaha Grup Emtek sekaligus pengendali BUKA, yakni PT Kreatif Media Karya (KMK) mengakumulasi sekitar 803 juta saham BUKA, pada Senin (7/9).

Mengutip Stockbit, saham BUKA pada Selasa (8/9) ditutup menguat 0,88% ke Rp 114, melanjutkan penguatan yang tercetak seminggu belakangan. Adapun sepanjang sebulan dan sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD), saham BUKA masih bertengger di zona merah, alias terkoreksi masing-masing 3,39% dan 27,85%.

Lebih lanjut, aksi akumulasi saham BUKA yang dilakukan oleh KMK tersebut, dilakukan di harga Rp 126 per saham, atau berada di atas harga pasar BUKA saat ini yaitu Rp 114. Pada Selasa (8/9), saham BUKA ditutup di level Rp 114 per saham.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memandang aksi pembelian dalam jumlah besar tersebut menjadi sinyal yang cukup menarik mengingat pergerakan saham BUKA telah cenderung sideways di bawah level Rp 200 selama lebih dari satu tahun.

Baca Juga: Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati

Tak hanya itu saja, aksi tersebut juga memberikan sinyal positif terkait tingkat kepercayaan pengendali terhadap prospek BUKA, terutama karena dilakukan pada harga Rp 126 dengan jumlah saham yang tergolong besar.

“Secara resmi, KMK menyebut transaksi tersebut dilakukan untuk investasi dan mempertahankan pengendalian,” ujar Alrich kepada KONTAN, Selasa (8/9).

Dia melanjutkan, sinyal terkuat dari transaksi tersebut saat ini adalah komitmen pemegang saham pengendali untuk meningkatkan eksposur terhadap BUKA.

Namun, investor belum dapat langsung mengartikan transaksi tersebut sebagai sinyal akan adanya aksi korporasi seperti merger, tender offer, maupun aksi korporasi lainnya, sebab belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut.

Alrich menilai akumulasi saham oleh pengendali berpotensi menjadi katalis psikologis bagi saham BUKA. Namun, aksi tersebut belum cukup untuk menjadi katalis fundamental yang mampu mengubah tren saham secara permanen.

Walaupun BUKA memiliki neraca yang relatif kuat, kinerja perusahaan masih menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas.

Lihat saja, per Juni 2026, BUKA memiliki total ekuitas sekitar Rp 24,3 triliun dengan liabilitas hanya sekitar Rp 573 miliar. Namun, pada semester I-2026, BUKA masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 817,8 miliar dan EBITDA negatif sekitar Rp 937,5 miliar.

“Pasar membutuhkan evidence of earnings recovery, bukan hanya aksi akumulasi pemegang saham pengendali,” imbuh Alrich.

Dia memandang, katalis yang lebih kuat untuk mendorong re-rating saham BUKA adalah perbaikan profitabilitas, EBITDA yang konsisten positif, serta kemampuan perusahaan mengubah pertumbuhan pendapatan menjadi laba yang berkelanjutan.

Jika perbaikan tersebut mulai terlihat bersamaan dengan peningkatan volume perdagangan dan breakout harga, peluang perubahan tren BUKA akan menjadi lebih kredibel.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan

Btcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Upaya menembus US$ 85.000 pada awal pekan belum berhasil.

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?

ADHI tengah mengajukan restrukturisasi utang sekitar Rp 3 triliun melalui Master Restructuring Agreement (MRA).

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:00 WIB

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?

Bisnis logistik umumnya memiliki karakteristik margin yang kompetitif dan ketat di awal akibat perang tarif antarpemain.

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra

Pemerintah menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi bijih nikel 290 juta ton, lebih rendah dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton.

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:39 WIB

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya

DOOH membidik pengembangan PLTS berkapasitas 2 gigawatt (GW) dan kampus AI data center berkapasitas hingga 1,6 GW di Jawa Barat.

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:59 WIB

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Pfizer Indonesia kepada Pfizer Corporation Hong Kong Limited. ​

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:52 WIB

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar

Emiten produsen jamu dan farmasi tersebut akan menyalurkan dividen Rp 300 miliar. Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 10 per saham.​

 Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya

Kucuran dana jumbo Danantara ke pasar modal belum tentu cukup menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner

Melihat strategi PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dalam mengembangkan toko roti dan kue

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus

Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak kabut asap.            

INDEKS BERITA

Terpopuler