Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Hampir Memenuhi Target

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:55 WIB
Penjualan Alat Berat United Tractors (UNTR) Hampir Memenuhi Target
[]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) hampir memenuhi target sepanjang tahun ini. Hingga September 2021, penjualan alat berat Komatsu mencapai 2.194 unit. Angka ini naik 84,21% dari realisasi di periode sama tahun sebelumnya 1.191 unit.

Tahun ini, UNTR menargetkan dapat menjual 3.000 unit alat berat. Ini artinya, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini sudah merealisasikan 73,13% dari target. 

Di segmen kontraktor pertambangan, UNTR lewat anak usahanya PT Pamapersada Nusantara (Pama) mencatatkan volume produksi 87,3 juta ton per kuartal III-2021. Angka ini naik 7,9% dari realisasi produksi di periode sama tahun lalu sebesar 85,3 juta ton.

Namun, produksi secara bulanan turun 4,12% dari semula 9,7 juta ton di Agustus 2021 menjadi 9,3 juta ton di September. Pama mencatatkan volume pengupasan lapisan atau overburden (OB) removal sebesar 630 juta bank cubic meter (bcm), turun 0,4% secara year-on-year (yoy).

Baca Juga: Kinerja operasional United Tractors (UNTR) tumbuh positif per kuartal III-2021

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan, target tersebut dapat tercapai didorong kebutuhan sektor pertambangan dan konstruksi infrastruktur. "Kami optimistis bisa delivery unit sesuai target hingga akhir tahun," terang dia, kemarin. 
Sektor pertambangan mendominasi penjualan alat berat sepanjang sembilan 2021, yakni 49% dari total penjualan. Disusul penjualan sektor konstruksi 27%, kehutanan 14%, dan agribisnis 10%.

Sedangkan, Pama masih bekerja berdasarkan kontrak jangka panjang yang sudah berjalan. Sara menyebut, belum ada kontrak atau proyek baru yang diraih oleh Pama.

Kinerja positif ditunjukkan segmen bisnis perdagangan batubara lewat anak usaha UNTR yakni PT Tuah Turangga Agung (TTA). Dalam sembilan bulan 2021, TTA menjual 7,71 juta ton batubara, naik 7,9% dari periode sama tahun lalu sebesar 7,14 juta ton.

Namun, penjualan batubara September 2021 turun 5,17% secara bulanan, yakni 293.000 ton. Penjualan Agustus sebesar 309.000 ton atau turun 62,77% dari Juli 2021 yang mencapai 830.000 ton. Sara menyebut, penjualan batubara bulan lalu terkendala air sungai yang di bawah normal. 

Di segmen tambang emas, UNTR mencatatkan penjualan 258.200 Gold Equivalent Ounces (GEOs). Realisasi ini naik 0,85% dari penjualan emas di tahun lalu 256.000 GEOs. Penjualan emas di September 2021 stabil di 27.000 GEOs.

Baca Juga: Simak Bagaimana Peran Batubara Mendongkrak Bisnis Alat Berat

Sara menyebut, penjualan emas lewat tambang emas Martabe ditargetkan kembali normal ke 340.000 GEOs. Segmen penjualan batubara lewat TTA diperkirakan 9,0 juta - 9,5 juta ton pada tahun ini. 

Bagikan

Berita Terbaru

Inflasi Juli 2026 Melandai ke 2,88%, Harga Pangan Turun Secara Bulanan
| Senin, 03 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Inflasi Juli 2026 Melandai ke 2,88%, Harga Pangan Turun Secara Bulanan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Dua Bulan Minus, Neraca Dagang Indonesia Defisit US$450,5 Juta pada Juni 2026
| Senin, 03 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Dua Bulan Minus, Neraca Dagang Indonesia Defisit US$450,5 Juta pada Juni 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia sebesar US$ 450,5 juta pada Juni 2026.

Penerimaan Negara dari Sawit Melonjak, Manfaat untuk Daerah Penghasil Masih Tersendat
| Senin, 03 Agustus 2026 | 10:15 WIB

Penerimaan Negara dari Sawit Melonjak, Manfaat untuk Daerah Penghasil Masih Tersendat

Sekitar 63% volume dan 80% nilai ekspor CPO serta produk turunannya pada 2025 berasal dari 57 perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat.

Mengawali Bulan Agustus, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (3/8)
| Senin, 03 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Mengawali Bulan Agustus, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (3/8)

Sentimen pasar awal pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis sejumlah data makro, baik dari dalam negeri maupun global. 

ESG Triputra Agro (TAPG): Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi Terbarukan
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:47 WIB

ESG Triputra Agro (TAPG): Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi Terbarukan

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mulai merasakan manfaat dari energi terbarukan. Bukan hanya mengurangi emisi GRK, sekaligus efisiensi energi.

Sang Garda Terdepan di Hulu Migas
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Sang Garda Terdepan di Hulu Migas

Di balik upaya menjaga pasokan energi tersebut, para pekerja pengeboran migas di sektor hulu menjadi garda terdepan.

Kinerja Ngebut, VKTR Mencetak Laba Rp 10 Miliar, Tumbuh 25%
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Kinerja Ngebut, VKTR Mencetak Laba Rp 10 Miliar, Tumbuh 25%

Pemulihan industri otomotif nasional juga turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk komponen otomotif perusahaan. 

Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Terpuruk 9 Bulan Beruntun, BI Mesti Waspadai Lonjakan Imbal Hasil US Treasury

Apabila imbal hasil US Treasury masih terus tinggi, maka ada kemungkinan BI kembali menaikkan suku bunga acuan.

Kemenperin Perketat Pemantauan Industri
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Kemenperin Perketat Pemantauan Industri

Kementerian Perindustrian memantau kondisi industri secara berkala guna mendeteksi potensi persoalan sejak dini.

Menjaga Nyala Minyak dan Gas Hutan Salawati dari Tanah Papua
| Senin, 03 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Menjaga Nyala Minyak dan Gas Hutan Salawati dari Tanah Papua

Rig pengeboran minyak PDSI 11.2 menjulang kokoh ke langit. Rig milik Pertamina EP Papua Field itu berdiri sebagai simbol eksplorasi energi negeri.

INDEKS BERITA

Terpopuler