Penjualan di Gerai Ace Hardware (ACES) dalam Tren Membaik di Kuartal IV

Selasa, 28 Desember 2021 | 06:30 WIB
Penjualan di Gerai Ace Hardware (ACES) dalam Tren Membaik di Kuartal IV
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) masih membukukan rata-rata penjualan di tiap toko atau same store sales growth (SSSG )negatif di bulan November 2021. SSSG emiten ritel peralatan rumah tangga ini kala itu tercatat minus 6,7%.

"(Hal itu) Dikarenakan masih belum pulihnya trafik ke gerai dibandingkan sebelum pandemi," kata Helen Tanzil,  Corporate Secretary & Head of Investor Relations PT Ace Hardware Indonesia Tbk, Senin (27/12). Walau masih tertekan, SSSG ACES mencatat perbaikan saban bulan.

Lihat saja, data per Oktober 2021 SSSG ACES minus 9,1%, setelah pada September dan Agustus masing-masing minus 12,6% dan 30,4%. "Kami berharap dapat secepatnya kembali pada zona positif. Semoga ini dapat terwujud di tahun 2022," imbuh Helen.

Pada bulan Desember, SSSG ACES diproyeksi akan lebih baik lagi. Hal itu tidak lepas dari penjualan ACES berpotensi terdongkrak momentum Natal dan tahun baru. Berkaca bulan Desember tahun lalu, penjualan ACES mencetak kenaikan tinggi.

Guna memaksimalkan momentum akhir tahun 2021 ini, ACES akan memfokuskan pada penyediaan produk-produk kebutuhan perayaan Natal dan tahun baru. Selain itu, menjalankan program akhir tahun, year end offer, dengan pemberi diskon dan hadiah. ACES juga secara masif menjalankan iklan baik secara online maupun offline, termasuk memanfaatkan platform digital aplikasi mobile MISS ACE dan ACE Online.

Riset Ciptadana Sekuritas yang ditulis Robert Sebastian menyebut, SSSG ACES meningkat di seluruh area, terutama di luar Pulau Jawa. "Kami percaya ini karena kenaikan trafik berbelanja di mal, pembatasan yang lebih longgar di bawah level 1 PPKM, dan naiknya tingkat vaksinasi," tulis Robert dalam risetnya.

Tahun depan, ACES diperkirakan tidak akan agresif ekspansi dan cenderung fokus memaksimalkan profitabilitas gerai yang sudah ada.

Analis Danareksa Sekuritas Andreas Kenny memprediksi, tingkat kunjungan mal membaik dan mendorong pencapaian target ACES tahun 2021. Terlebih, kabar bahwa varian omicron disebut-sebut tidak berdampak fatal.

 

 

Hingga akhir 2021 ini, pendapatan ACES digadang mencapai Rp 6,67 triliun dan laba bersih Rp 513 miliar. Andreas dan Robert merekomendasikan beli saham ACES dengan target harga masing-masing Rp 1.600 dan Rp 1.865.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Potensi Pasar Asuransi EBT Besar, Meski Industri Harus Belajar
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:45 WIB

Potensi Pasar Asuransi EBT Besar, Meski Industri Harus Belajar

Pemerintah menargetkan investasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) bisa mencapai Rp 1.682 triliun dalam sepuluh tahun ke depan

IHSG Balik ke 8.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (10/2)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:45 WIB

IHSG Balik ke 8.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (10/2)

IHSG menguat signifikan didorong sentimen positif dari Asia dan komoditas. Analis merekomendasikan saham ini untuk potensi cuan besok.

Kelas Menengah Tergerus, Pajak Ikut Tergusur
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:40 WIB

Kelas Menengah Tergerus, Pajak Ikut Tergusur

Jumlah kelas menengah Indonesia menyusut 1,1 juta orang di 2025. Ini sebabkan penerimaan pajak terancam karena daya beli anjlok.

Penghapusan Iuran JKN Bebani Fiskal
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:30 WIB

Penghapusan Iuran JKN Bebani Fiskal

Pemerintah siapkan Perpres hapus iuran JKN PBPU/BP kelas 3. Cari tahu siapa saja yang akan diuntungkan dari kebijakan ini!

Efek Double Downgrade Moody's dan MSCI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:22 WIB

Efek Double Downgrade Moody's dan MSCI

Penurunan outlook Moody's dan risiko downgrade MSCI harus dilihat sebagai isu kredibilitas tata kelola pasar dan kebijakan ekonomi Indonesia.

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Bidik Pertumbuhan Moderat
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:20 WIB

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Bidik Pertumbuhan Moderat

Manajemen optimistis seluruh portofolio bisnis MPMX tumbuh pada tahun ini karena industri otomotif yang masih prospektif.

Maju Mundur Tata Niaga Kelapa Bulat
| Selasa, 10 Februari 2026 | 04:10 WIB

Maju Mundur Tata Niaga Kelapa Bulat

Ruang intervensi kebijakan untuk komoditas ini masih belum luas. Hal ini lantaran kelapa belum termasuk dalam kategori barang kebutuhan pokok.

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi
| Senin, 09 Februari 2026 | 17:33 WIB

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi

Secara jumlah, penduduk miskin Indonesia tercatat 23,36 juta orang, menyusut 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

INDEKS BERITA

Terpopuler