Penurunan Harga Komoditas Pangan Dunia Berlanjut hingga Juli

Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:12 WIB
Penurunan Harga Komoditas Pangan Dunia Berlanjut hingga Juli
[ILUSTRASI. Infografik: Food price index untuk bulan Juli 2021.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - PARIS. Harga komoditas pangan di pasar dunia melandai di bulan Juli, memperpanjang masa penurunan menjadi dua bulan berturut-turut. Penurunan harga terjadi untuk biji-bijian, minyak sayur dan produk susu, demikian pernyataan Organisasi Pangan milik PBB, FAO, pada awal bulan ini.

Indeks harga pangan yang disusun FAO mencatatkan harga rata-rata 123,0 poin pada Juli. Indeks yang mencerminkan harga internasional dari komoditas pangan yang paling banyak diperdagangkan secara global itu, pada bulan Juni tercatat sebesar 124,6.

Namun jika dihitung dalam periode setahun terakhir, harga pangan tetap naik hampir sepertiga. Indeks harga pangan di Juli lebih tinggi 31,0% year-on-year.

Indeks pangan pertama kali menurun pada bulan Juni untuk pertama kalinya dalam satu tahun, menandai jeda dalam reli luas dalam komoditas pertanian yang dipicu oleh kemunduran panen dan permintaan yang dipicu oleh China.

Baca Juga: Menyorot pro kontra kebijakan cutting HE-19 dan afkir dini ayam parent stock

Harga pangan dunia sejak awal tahun ini mengalami reli terpicu oleh penurunan hasil panen global serta kenaikan permintaan dari China. Baru di bulan Juni, indeks memperlihatkan penurunan.

Indeks harga sereal FAO turun 3,0% di bulan Juli dari bulan sebelumnya, terbebani oleh penurunan harga jagung sebesar 6%. Harga jagung surut seiring dengan membaiknya prospek produksi di Argentina dan Amerika Serikat (AS), serta pemangkasan pesanan impor China, demikian pernyataan FAO.

Harga beras internasional juga melemah pada Juli, mencapai level terendahnya selama dua tahun karena pasokan tanaman baru dan pergerakan mata uang menambah lambatnya penjualan, kata badan tersebut.

Namun, harga gandum naik 1,8% ke level tertinggi sejak pertengahan 2014. Penyebabnya, kekhawatiran pasar terhadap kondisi kering di Amerika Utara, hujan lebat di Eropa dan hasil awal yang lebih rendah daripada perkiraan di Rusia.

Baca Juga: Beras bansos di Pandeglang mirip gumpalan batu, ini kata Menko PMK

Harga minyak nabati turun 1,4% dibandingkan Juni ke level terendah lima bulan, karena rebound harga minyak sawit diimbangi oleh level yang lebih rendah untuk minyak lainnya.

Sebaliknya, indeks gula FAO di Juli meningkat 1,7%, memperpanjang kenaikan bulanan menjadi empat kali berturut-turut. Kenaikanini ini dipicu oleh ketidakpastian tentang hasil panen di Brazil yang mengalami cuaca dingin.

Indeks harga daging naik tipis secara keseluruhan. Harga unggas meningkat paling tajam karena impor yang kuat di Asia Timur sementara harga daging babi turun di tengah penurunan impor China, kata FAO.

Badan tersebut tidak memperbarui perkiraan pasokan dan permintaan sereal dunia. Bulan lalu, FAO memproyeksikan stok sereal global pada 2021/22 akan naik untuk pertama kalinya sejak 2017/18.

Selanjutnya: Seperti Ini Jenis dan Jumlah Cadangan Komoditas yang Dimiliki China

 

Bagikan

Berita Terbaru

Carsurin (CRSN) Tancap Gas Menyasar Industri Hijau
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:22 WIB

Carsurin (CRSN) Tancap Gas Menyasar Industri Hijau

CRSN menargetkan pertumbuhan pendapatan 22,4% dan EBITDA 36% di 2026. Perusahaan kini fokus ke ekonomi hijau, biru, dan transisi energi. 

Saham Komoditas Jadi Penyelamat IHSG, Arah Bursa Masih Rentan Ambruk
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:17 WIB

Saham Komoditas Jadi Penyelamat IHSG, Arah Bursa Masih Rentan Ambruk

Rumor penundaan kebijakan ekspor DSI dibantah pemerintah. Saham komoditas yang sempat melonjak kini berisiko.

Bom Waktu
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:10 WIB

Bom Waktu

Krisis tidak lahir dalam semalam, melainkan berasal dari akumulasi berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Sinyal Alam yang Belum Kita Baca
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:05 WIB

Sinyal Alam yang Belum Kita Baca

Aksi lokal yang sudah berdampak global, seperti Pokmaswas harus bisa diakui dan dibiayai oleh arsitektur global.​

Tekanan Dolar AS Menguat: Rupiah, Rupee, Peso Makin Terjepit
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:00 WIB

Tekanan Dolar AS Menguat: Rupiah, Rupee, Peso Makin Terjepit

Mata uang Asia tertekan, rupiah jadi yang terburuk sebulan terakhir. Cari tahu faktor penyebab pelemahan ini dan prediksi hingga 2026.

Rupiah Terancam Anjlok Lebih Dalam: Sentimen Global Jadi Penentu
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terancam Anjlok Lebih Dalam: Sentimen Global Jadi Penentu

Rupiah melemah 0,28% ke Rp 17.717/dolar AS. Ketahui faktor geopolitik dan kebijakan domestik yang terus menekan nilai tukar.

PHRI Dukung Penertiban Akomodasi Ilegal
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:56 WIB

PHRI Dukung Penertiban Akomodasi Ilegal

PHRI juga mendukung langkah pemerintah untuk mendesak pengelola platform OTA agar tidak lagi memasarkan akomodasi ilegal yang tak punya perizinan.

 Tertatih Mencari Investor 118 Wilayah Kerja Migas
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:52 WIB

Tertatih Mencari Investor 118 Wilayah Kerja Migas

Baru 8 wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) yang terkontrak dari 118 WK yang dilelang oleh Kementerian ESDM

 Dari Perbankan ke Tambang Emas
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:44 WIB

Dari Perbankan ke Tambang Emas

Herwin Wahyu Hidayat meniti karier dari perbankan hingga menjadi Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk

Amankan Penerimaan, Penagihan Pajak Digencarkan
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:09 WIB

Amankan Penerimaan, Penagihan Pajak Digencarkan

Ditjen Pajak melakukan pemblokiran rekening para wakib pajak yang masih memiliki tunggakan          

INDEKS BERITA

Terpopuler