Pergerakan Rupiah Hari Ini (4/2) Tertekan Serangan Omicron

Jumat, 04 Februari 2022 | 04:40 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (4/2) Tertekan Serangan Omicron
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tren negatif pergerakan kurs rupiah masih berlanjut. Ini karena dollar Amerika Serikat (AS) masih terus menguat. 

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana menjelaskan, rebound indeks dollar AS membuat rupiah terus tertekan. "Bank of England juga akan menaikkan suku bunga acuan yang memicu sikap risk averse pelaku pasar," kata dia. Efeknya, mata uang emerging market dijauhi. Apalagi, tak ada katalis positif dari dalam negeri.

Analis DC Futures Lukman Leong menyebut, rupiah juga terbebani kenaikan jumlah kasus Covid-19. Ini memperkuat kekhawatiran gelombang ketiga Covid-19. 

Baca Juga: Kenaikan Kasus Covid-19 Kembali Jadi Sentimen Negatif Bagi Rupiah

Lukman memaparkan, pasar khawatir jika pemerintah membatasi kegiatan sosial. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali tertekan," kata dia. Pasar juga fokus menantikan rilis data non farm payroll AS. 

Lukman memperkirakan hari ini rupiah akan melemah dan bergerak di kisaran Rp 14.320-Rp 14.435. Hitungan Fikri, rupiah melemah dan bergerak antara Rp 14.290-Rp 14.460 per dollar AS. 

Kamis (3/2), kurs spot rupiah melemah 0,15% jadi Rp 14.378. Sedangkan kurs Jisdor BI melemah 0,24% ke Rp 14.381.

Baca Juga: Investor Risk Averse, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.378 Per Dolar AS

Bagikan

Berita Terbaru

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh
| Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Klaim Investasi di Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Kepercayaan Investor Kian Luruh

Realisasi investasi pada periode Oktober 2024–September 2026 dominan ditopang oleh eksekusi proyek-proyek warisan periode lalu.

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan
| Senin, 02 November 2026 | 08:19 WIB

Harga Emas dan Perak Kompak Anjlok, Prospek hingga Akhir 2026 Masih Diwarnai Tekanan

Peluang penguatan harga perak tetap terbuka apabila kebijakan moneter AS menjadi lebih akomodatif dan permintaan industri kembali meningkat.

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik
| Senin, 02 November 2026 | 07:51 WIB

Kinerja Fundamental Ultrajaya Solid, Prospek Jangka Menengah ULTJ Kian Menarik

Rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia juga berpotensi memperkuat posisi bisnis PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG
| Senin, 02 November 2026 | 07:09 WIB

Antara Ancaman MSCI dan Koreksi di IHSG

Peristiwa ini membuktikan OJK independen dan menjatuhkan sanksi tanpa pandang bulu, sekalipun sekuritas tersebut dimiliki  tokoh penting,

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Kendali Produksi Nikel dan Batubara Masih Ketat dalam RKAB 2027

Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan pengetatan kontrol kuota produksi di RKAB 2027, khususnya untuk komoditas bijih nikel dan batubara

Tak Sekedar Memantau Kendaraan
| Senin, 02 November 2026 | 07:06 WIB

Tak Sekedar Memantau Kendaraan

Fleet management system (FMS) membantu berbagai industri mendongkrak efisiensi, menekan biaya, meningkatkan keselamatan.

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun
| Senin, 02 November 2026 | 07:05 WIB

Pebisnis Rental Mobil Andalkan Momentum Akhir Tahun

Permintaan rental kendaraan secara umum masih cukup baik. Secara musiman, permintaan biasanya meningkat memasuki periode akhir tahun.

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan
| Senin, 02 November 2026 | 07:04 WIB

Dibayangi Data Domestik dan Implementasi HSC, IHSG Masih Berisiko Tertekan

Pergerakan IHSG akan dibayangi implementasi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) perkembangan isu MSCI, dan sejumlah data ekonomi.

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana
| Senin, 02 November 2026 | 07:03 WIB

OJK Tidak Menutup Opsi Sanksi Pidana

Upaya penindakan atas kecurangan dalam penawaran saham perdana bakal terus berlanjut dalam waktu dekat

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi
| Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Emiten Mind Id Mengantongi Laba Tinggi

Kinerja emiten Mind Id ditopang oleh kenaikan harga komoditas, peningkatan volume produksi dan penjualan, serta efisiensi operasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler