Pergerakan Rupiah Hari Ini (7/7) Mulai Mengkhawatir Ekonomi Melambat

Kamis, 07 Juli 2022 | 04:40 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (7/7) Mulai Mengkhawatir Ekonomi Melambat
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah diperkirakan melemah lagi hari ini (7/7). Pelaku pasar akan merespons rilis notulensi rapat The Fed. 

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, isi notulensi rapat The Fed diperkirakan masih bernada hawkish. "Tekanan akan kembali lagi menjelang rilis data non farm payroll (NFP) pada Jumat," ujar dia. NFP diperkirakan turun ke kisaran 268.000-300.000 dari 390.000. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah juga diliputi kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi pasca China kembali dilanda Covid-19. Josua memperkirakan, rupiah masih akan melemah dan baru menguat secara gradual pada Agustus. 

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 15.000, Pasar Khawatir Akan Terjadi Resesi

"Ini karena kebijakan less hawkish The Fed pasca perlambatan ekonomi AS, rupiah juga akan kembali menguat akibat peningkatan suku bunga BI," prediksi Josua.

Lukman memperkirakan kurs rupiah hari ini (7/7) akan bergerak antara Rp 14.925–Rp 15.200. Proyeksi Josua, rupiah bergerak dengan kisaran Rp 14.950–Rp 15.050. 

Rabu (6/7), kurs spot rupiah turun tipis 0,04% ke Rp 14.999. Sementara, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) turun 0,16% ke Rp 15.015 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 15.015 Per Dolar AS, Ini Peyebabnya

 

Bagikan

Berita Terbaru

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru

Destru Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo           

 Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?

Sektor farmasi memiliki karakter defensif karena kebutuhan terhadap obat dan produk kesehatan bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar

Ekspansi pengembangan produk yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap harus mampu menjawab kebutuhan investor

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%

Penjualan  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai Rp 5,49 triliun, naik 34,6% year-on-year (yoy)

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

OJK tengah melakukan finalisasi aturan demutualisasi, Danantara siap masuk menjadi pemegang saham BEI

Harga Logam Mulia Bertahan di Atas US$ 4.300, Saham Produsen Emas Ikut Meroket
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Harga Logam Mulia Bertahan di Atas US$ 4.300, Saham Produsen Emas Ikut Meroket

Potensi penguatan saham-saham emas di BEI masih berlanjut sejalan dengan kenaikan harga emas di pasar global.

Platform Kembalikan Pajak yang Terpotong
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:18 WIB

Platform Kembalikan Pajak yang Terpotong

Terdapat empat marketplace yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22, yakni Shopee, Tokopedia, Blibli dan Lazada.

Tren Permintaan Angkutan Komoditas Melemah
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Tren Permintaan Angkutan Komoditas Melemah

Carmelita menilai kondisi angkutan komoditas sangat dinamis dan akan terus mengikuti perkembangan produksi.

Kinerja Emiten Grup Prodia Beda Arah di Semester Pertama
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Kinerja Emiten Grup Prodia Beda Arah di Semester Pertama

 PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) masih mampu mencetak pertumbuhan laba. Sedangkan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) membukukan rugi bersih. 

Krisis Cip Mengusik  Biaya Produksi Vendor
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Krisis Cip Mengusik Biaya Produksi Vendor

Kondisi ini terjadi karena produsen cip mengalokasikan kapasitas produksi lebih besar untuk kebutuhan server dan artificial intelligence (AI)

INDEKS BERITA

Terpopuler