Pergerakan Rupiah Sepekan Tertekan Bunga Tinggi

Sabtu, 24 September 2022 | 04:25 WIB
Pergerakan Rupiah Sepekan Tertekan Bunga Tinggi
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah bergerak melemah pasca bank sentral kompak menaikkan suku bunga. Kamis (22/9), The Fed menaikkan suku bunga 75 basis poin (bps). Sedang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) menaikkan suku bunga sebesar 50 bps. 

Jumat (23/9), kurs spot rupiah melemah 0,10% menjadi Rp 15.037 per dollar Amerika Serikat (AS). Selama sepekan, rupiah melemah 0,54%. Sedang kurs Jisdor Bank Indonesia turun tipis 0,01% ke Rp 15.035, kemarin. Tapi dalam sepekan terakhir, kurs Jisdor melemah 0,63%.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, pergerakan rupiah sepekan terakhir dipengaruhi gelombang kenaikan bunga yang melanda dunia karena inflasi yang tinggi. Pasar khawatir ada risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi, bahkan resesi.  

Baca Juga: Bunga The Fed Naik, Rupiah Melempem Tembus Rp 15.000 Pekan Ini

Apalagi suku bunga juga naik sangat tinggi. Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, kenaikan suku bunga acuan The Fed kali ini membuat Fed fund rate mencapai level tertingginya sejak tahun 2008. 

Selain itu, perang Rusia-Ukraina masih mengganggu rantai pasokan global dan membuat harga komoditas dunia naik. Sepanjang tahun 2022, The Fed telah menaikkan Fed fund rate dengan total kenaikan sebesar 300 bps. Terjadi kenaikan jumbo 75 bps berturut-turut dalam tiga pertemuan. 

Menurut Reny, seiring normalisasi kebijakan yang akan terus berlanjut ke depan, mayoritas pelaku pasar bereaksi negatif. Ini terlihat dari koreksi pasar saham dan pelemahan rupiah. Dalam jangka pendek, dana asing akan keluar sehingga dapat menimbulkan tekanan di pasar domestik. 

Sutopo memprediksi kurs rupiah Senin (26/9) akan bergerak antara Rp 15.000-Rp 15.150. Reny memperkirakan rupiah akan bergerak antara Rp 15.010-Rp 15.075 per dollar AS.  

Baca Juga: Tengok Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini, Jumat 23 September 2022

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 18:06 WIB

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan

Total penjualan mobil roda empat pada tahun lalu tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% YoY, sementara penjualan ritel melemah 6,3% YoY.

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

INDEKS BERITA

Terpopuler