Permintaan Investor Pada Lelang SUN Semakin Menciut

Rabu, 12 Oktober 2022 | 04:15 WIB
Permintaan Investor Pada Lelang SUN Semakin Menciut
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peminat surat utang negara (SUN) kian menciut. Pada lelang Selasa (11/10), total penawaran yang masuk hanya Rp 15 triliun. 

Angka tersebut menurun dibanding dua pekan sebelumnya dengan nilai penawaran Rp 23,67 triliun. Dari penawaran kemarin, pemerintah memutuskan menerima sekitar Rp 8,22 triliun.

Baca Juga: Hasil Lelang SUN Selasa (11/10), Seri Tenor 10 Tahun Jadi Incaran Investor

Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan, investor domestik mendominasi lelang SUN kemarin. Seri FR0096 mendapat penawaran Rp 6,78 triliun, dengan yield rata-rata yang dimenangkan 7,37%. SUN FR0096 ini menarik perhatian investor karena akan menjadi seri acuan tenor 10 tahun pada tahun depan. Yield yang dimenangkan pada lelang kemarin juga sedikit lebih tinggi dibandingkan yield SUN tenor 10 tahun acuan tahun ini yang ada di pasar sekunder sebesar 7,32%. 

Pada lelang kali ini, yield rata-rata yang dimenangkan pemerintah berada di kisaran 3%-7,4%. Yield tersebut lebih tinggi dibanding lelang dua pekan lalu di 2,79%-7,46 %. Ke depan, Reza melihat, prospek lelang SUN masih variatif dengan potensi yield cenderung sideways. Pemerintah bisa menekan yield karena terbantu dari investor domestik. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memperkirakan, likuiditas dari dalam negeri masih cukup kuat menjadi penunjang. Kenaikan bunga The Fed yang lebih agresif memang membuat investor asing belum masuk ke pasar Indonesia. "Meski imbal hasil tinggi tapi tingkat risiko juga tinggi. Ini membuat investor tak tertarik," kata dia. 

Baca Juga: Lelang SUN, Selasa (11/10), Pemerintah Sedot Dana Rp 8,22 Triliun

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Terdampak Tekanan Keluar Dana Asing dari Bursa Saham
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Terdampak Tekanan Keluar Dana Asing dari Bursa Saham

Rupiah melemah pada Jumat (30/1) namun menguat mingguan. Analis memperingatkan sentimen MSCI masih membayangi pergerakan rupiah

Multipolar Technology (MLPT) Memperluas Portofolio Solusi Digital
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:25 WIB

Multipolar Technology (MLPT) Memperluas Portofolio Solusi Digital

Langkah ini sejalan dengan strategi MLPT untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi transformasi digital end-to-end.

Menanti Tuah Jamsostek dkk Menjaga Bursa
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:55 WIB

Menanti Tuah Jamsostek dkk Menjaga Bursa

BPJS Ketenagakerjaan punya rencana untuk terus meningkatkan alokasi investasi di instrumen saham sejak kuartal kedua tahun lalu.

Bundamedik (BMHS) Menjaga Kinerja Tetap Sehat
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:20 WIB

Bundamedik (BMHS) Menjaga Kinerja Tetap Sehat

Industri kesehatan Indonesia bergerak ke fase yang semakin matang dan selektif dan tidak lagi semata didorong oleh ekspansi agresif.

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab
| Jumat, 30 Januari 2026 | 22:29 WIB

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab

Perak anjlok 13% setelah rekor, pertanda apa bagi investor? Aksi ambil untung masif memicu koreksi tajam. 

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
| Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pengunduran diri para petinggi BEI dan OJK tersebut terjadi di tengah upaya pembenahan struktural industri pasar modal nasional.

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

INDEKS BERITA

Terpopuler