KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Riuh di pasar saham pada pekan lalu merembet ke tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan pengunduran diri sejumlah petingginya. Termasuk mantan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
Kredibilitas regulator hingga kepercayaan pasar, kini dipertaruhkan dalam pencarian pimpinan baru wasit industri keuangan tersebut.
Publik pun menanti pengganti definitif yang saat ini diduduki oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat sementara. Namun nampaknya Friderica tak bakal lama mengemban tugas itu.
Baca Juga: Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
Pasalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut panitia seleksi dewan komisioner OJK telah dibentuk. Bahkan, proses seleksi telah dimulai sejak Senin (2/2) lalu, dan ditargetkan selesai dalam dua pekan.
Menurut kacamata Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, pejabat pengganti sementara sudah terbilang berhasil meningkatkan kepercayaan pasar. Pun, komitmen reformasi dan transparansi yang digaungkan pun dianggap sudah mulai direalisasikan.
Lagi pula, pejabat saat ini sudah memiliki sepak terjang yang tinggi di pasar keuangan. “Tinggal lihat saja konsistensi implementasinya,” ujar Myrdal, Rabu (4/2).
Baca Juga: MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
Namun, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pada dasarnya pejabat definitif tetap diperlukan segera. Pasalnya, masa jabatan pejabat saat ini masih lama berakhir. “Kalau menunggu hingga 2027 masih cukup lama,” ujar Bhima.
Meski dibutuhkan segera, Bhima menegaskan bahwa proses pemilihannya tetap harus lewat seleksi ketat. Jika melalui penunjukan langsung, dikhawatirkan bakal muncul kekhawatiran baru di pasar soal indikasi intervensi di tubuh OJK.
Senada, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman menyebut, saat ini pasar sedang sensitif terhadap isu tata kelola, kepercayaan, dan stabilitas.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK
Karena itu, perlu dicari sosok ketua OJK yang sangat kredibel secara teknokratis, independen secara politik, dan punya rekam jejak kuat dalam menjaga integritas sistem keuangan.
Sehingga, kehadiran ketua baru diharapkan bisa lebih cepat memulihkan kepercayaan, dan normalisasi pasar. “Tantangan saat ini bukan sekadar pengawasan rutin, tetapi pemulihan kepercayaan investor hingga pembenahan governance,” jelas Rizal.
Di tengah tantangan mencari bos baru OJK, beberapa nama mulai bermunculan. Salah satu yang santer dibicarakan adalah Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Mukhamad Misbakhun.
Baca Juga: Asing Buang Rp 9,5 Triliun Saham Bank Jumbo, Efek Domino Ancaman MSCI Untuk IHSG
Politisi Partai Golkar ini sendiri mengaku masih belum tahu kabar tersebut. “Sampai saat ini tugas dari partai saya, saya sebagai ketua komisi XI,” kata Misbakhun.
