Pertaruhan Kredibilitas Wasit Industri Keuangan

Kamis, 05 Februari 2026 | 03:40 WIB
Pertaruhan Kredibilitas Wasit Industri Keuangan
[]
Reporter: Ferry Saputra, Lailatul Anisah, Lydia Tesaloni, Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Riuh di pasar saham pada pekan lalu merembet ke tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan pengunduran diri sejumlah petingginya. Termasuk mantan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.  

Kredibilitas regulator hingga kepercayaan pasar, kini dipertaruhkan dalam pencarian pimpinan baru wasit industri keuangan tersebut.

Publik pun menanti pengganti definitif yang saat ini diduduki oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai pejabat sementara. Namun nampaknya Friderica tak bakal lama mengemban tugas itu.

Baca Juga: Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pasalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut panitia seleksi dewan komisioner OJK telah dibentuk. Bahkan, proses seleksi telah dimulai sejak Senin (2/2) lalu, dan ditargetkan selesai dalam dua pekan.

Menurut kacamata Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, pejabat pengganti sementara sudah terbilang berhasil meningkatkan kepercayaan pasar. Pun, komitmen reformasi dan transparansi yang digaungkan pun dianggap sudah mulai direalisasikan.

Lagi pula, pejabat saat ini sudah memiliki sepak terjang yang tinggi di pasar keuangan. “Tinggal lihat saja konsistensi implementasinya,” ujar Myrdal, Rabu (4/2).

Baca Juga: MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Namun, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, pada dasarnya pejabat definitif tetap diperlukan segera. Pasalnya, masa jabatan pejabat saat ini masih lama berakhir. “Kalau menunggu hingga 2027 masih cukup lama,” ujar Bhima.

Meski dibutuhkan segera, Bhima menegaskan bahwa proses pemilihannya tetap harus lewat seleksi ketat. Jika melalui penunjukan langsung, dikhawatirkan bakal muncul kekhawatiran baru di pasar soal indikasi intervensi di tubuh OJK.

Senada, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman menyebut, saat ini pasar sedang sensitif terhadap isu tata kelola, kepercayaan, dan stabilitas.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK

Karena itu, perlu dicari sosok ketua OJK yang sangat kredibel secara teknokratis, independen secara politik, dan punya rekam jejak kuat dalam menjaga integritas sistem keuangan.

Sehingga, kehadiran ketua baru diharapkan bisa lebih cepat memulihkan kepercayaan, dan normalisasi pasar. “Tantangan saat ini bukan sekadar pengawasan rutin, tetapi pemulihan kepercayaan investor hingga  pembenahan governance,” jelas Rizal.

Di tengah tantangan mencari bos baru OJK, beberapa nama mulai bermunculan. Salah satu yang santer dibicarakan adalah Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Mukhamad Misbakhun.

Baca Juga: Asing Buang Rp 9,5 Triliun Saham Bank Jumbo, Efek Domino Ancaman MSCI Untuk IHSG

Politisi Partai Golkar ini sendiri mengaku masih belum tahu kabar tersebut. “Sampai saat ini tugas dari partai saya, saya sebagai ketua komisi XI,” kata Misbakhun. 

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

PDB 2025 Jadi Kunci, Begini Proyeksi IHSG Hari Ini (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:45 WIB

PDB 2025 Jadi Kunci, Begini Proyeksi IHSG Hari Ini (5/2)

Investor asing justru jual bersih Rp1,44 triliun saat IHSG menguat. Cari tahu saham mana yang diburu dan dilepas asing, serta dampaknya!

Sekuritas Tambah Sibuk Saat Volatilitas Menekan IHSG
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:45 WIB

Sekuritas Tambah Sibuk Saat Volatilitas Menekan IHSG

Aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik saat pasar diwarnai volatilitas pada awal tahun 2026. 

AI-CEPA Genap 5 Tahun: Evaluasi & Prospek Kerja Sama Makin Dalam
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:35 WIB

AI-CEPA Genap 5 Tahun: Evaluasi & Prospek Kerja Sama Makin Dalam

Wawancara Khusus: Chief Executive Officer Austrade, Paul Grimes​ Investor Australia bidik Danantara, tapi ada tantangan regulasi. 

Menanti Hasil Bersih-Bersih di Pasar Modal
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:21 WIB

Menanti Hasil Bersih-Bersih di Pasar Modal

Bareskrim saat ini tengah menyorot tiga kasus pasar modal, sementara OJK dan BEI memperketat berbagai aturan

Kawan Lama Group Bidik Kota Lapis Kedua
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:20 WIB

Kawan Lama Group Bidik Kota Lapis Kedua

Sebaran ekspansi KLG tahun lalu meliputi daerah di Jawa (57 toko), Sumatra & Batam (16), Kalimantan (8), Bali (6), Sulawesi (10) dan Papua (6).

Bisnis Serat Optik Memoles Prospek Saham Mitratel (MTEL)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:16 WIB

Bisnis Serat Optik Memoles Prospek Saham Mitratel (MTEL)

Mengukur potensi pertumbuhan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dari ekspansi bisnis serat optik

Bank Sentral Dunia Rajin Borong Emas
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:12 WIB

Bank Sentral Dunia Rajin Borong Emas

World Gold Council (WGC) menilai, prospek permintaan emas ke depan berpeluang solid seiring masih tingginya permintaan global dan domestik.

Prospek Manis Kinerja Ekspor Kakao Indonesia
| Kamis, 05 Februari 2026 | 04:10 WIB

Prospek Manis Kinerja Ekspor Kakao Indonesia

Pada awal tahun ini ekspor kakao Indonesia juga menunjukkan tren positif, meskipun harga sempat terkoreksi di Januari 2026.

Pertaruhan Kredibilitas Wasit Industri Keuangan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 03:40 WIB

Pertaruhan Kredibilitas Wasit Industri Keuangan

Kredibilitas regulator hingga kepercayaan pasar, kini dipertaruhkan dalam pencarian pimpinan baru OJK.

Emiten Percepat Ekspansi Kapasitas, Industri Data Center Masuk Fase Bertumbuh
| Rabu, 04 Februari 2026 | 19:28 WIB

Emiten Percepat Ekspansi Kapasitas, Industri Data Center Masuk Fase Bertumbuh

Industri pusat data atawa data center Indonesia dikatakan tengah memasuki fase pertumbuhan akseleratif.

INDEKS BERITA

Terpopuler