Perusahaan Erick Thohir Borong Saham Ini 2,6 Kali Lipat di atas Harga Pasar

Jumat, 18 Oktober 2019 | 07:10 WIB
Perusahaan Erick Thohir Borong Saham Ini 2,6 Kali Lipat di atas Harga Pasar
[ILUSTRASI. Erick Thohir saat jumpa pers dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin di Jakarta, 27 Februari 2019. REUTERS/Willy Kurniawan]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi yang terjadi di saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sepertinya menarik untuk disimak.

Pasalnya, ada transaksi crossing dengan harga pelaksanaan jauh di atas harga pasar, yakni hampir 2,6 kali lipat lebih tinggi.

Berdasar laporan kepemilikan efek di atas 5% yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), transaksi tersebut dilakoni PT Mahaka Media Tbk (ABBA).

Per 15 Oktober 2019, KSEI mencatat kepemilikan perusahaan Erick Thohir itu di MARI bertambah sekitar 10,15 juta lembar saham.

Baca Juga: Didorong konsolidasi, operator Tri milik Erick Thohir masih pikir-pikir

Dengan demikian, porsi kepemilikan ABBA di MARI bertambah dari 10,17% per 14 Oktober 2019 menjadi 10,36%.

Data perdagangan harian MARI menunjukkan transaksi yang berlangsung di pasar negosiasi itu terjadi pada 14 Oktober 2019.

Panin Sekuritas bertindak sebagai broker crossing saham MARI.

Yang menarik, harga pelaksanaan transaksi tersebut mencapai Rp 650 per saham.

Baca Juga: Mantan Menteri Era SBY Ini Makin Rajin Melepas Saham Mahaka Media (ABBA)

Sehingga total nilai transaksi yang dilakoni ABBA mencapai Rp 6,6 miliar.

Padahal, harga MARI di pasar reguler hari itu hanya Rp 254 per saham.

KONTAN sudah meminta konfirmasi Adrian Syarkawie, Direktur Utama PT Mahaka Media Tbk terkait transaksi yang dilakoni perusahaannya. Namun sejauh ini belum ada tanggapan yang disampaikan.

Bagikan

Berita Terbaru

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:59 WIB

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)

Total dana yang dikucurkan Edwin dalam transaksi tersebut Rp 2,47 miliar. Nilai transaksi pertama Rp 796,09 juta dan kedua Rp 1,68 miliar. ​

Dibalik Gonjang-Ganjing BEI, Kinerja MSCI Indonesia Index Buruk & Bikin Investor Rugi
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:42 WIB

Dibalik Gonjang-Ganjing BEI, Kinerja MSCI Indonesia Index Buruk & Bikin Investor Rugi

Tiga saham dengan bobot terbesar di MSCI Indonesia Index menghasilkan return negatif di sepanjang 2025.

Saham PADI Keluar dari Kerangkeng PPK di Kala Kasus Hukum Afiliasi Tengah Mendera
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08 WIB

Saham PADI Keluar dari Kerangkeng PPK di Kala Kasus Hukum Afiliasi Tengah Mendera

PT Minna Padi Asset Manajemen merupakan entitas asosiasi dari PADI yang laporan keuangannya tidak dikonsolidasikan.  ​

INDEKS BERITA

Terpopuler