Pilih kredit korporasi karena lebih seksi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2018 mendekati akhir. Tinggal tiga pekan lagi tutup tahun. Ini sekaligus jadi alarm buat bank umum yang belum memenuhi pembiayaan usaha mikro, kecil, menengah (umkm) paling sedikit 20% dari total kredit.
Dan, tidak ada lagi perpanjangan waktu untuk perbankan menunaikan kewajiban itu. Bank Indonesia (BI) sudah memberikan tempo selama empat tahun kepada bank untuk memenuhi porsi minimal kredit buat para pelaku umkm.
Berita Terbaru
Rupiah Loyo, Biaya Impor Para Emiten Meningkat, Begini Strategi Menghadapinya
Pelemahan rupiah melewati Rp 18.000 per dolar AS menyebabkan biaya bahan baku impor emiten membengkak
Bisnis Asuransi properti Belum Bertaji
Dengan prospek ekonomi yang masih kelabu, asuransi umum memilih bersikap konservatif dalam menjalankan bisnis asuransi properti.
Pembiayaan Roda Empat Mulai Menggelinding Cepat
Penjualan kendaraan roda empat mulai tumbuh dan membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan. Sejumlah pemain menyiapkan strategi manjur
Mimpi Ekonomi Maju
Banyak pengamat, bahkan di level internasional, yang memperkirakan Indonesia bisa masuk dalam daftar 10 negara terbesar di dunia.
Multifinance Waspadai Kondisi Fiskal Sejumlah Daerah
Pengetatan kondisi fiskal di sejumlah daerah memperberat tantangan yang daya beli yang sudah dihadapi oleh pelaku industri pembiayaan.
Nasib BI Tanpa Tangan Dingin Perry
Mungkin juga masih ada sejumlah kebijakan Bank Indonesia yang bertentangan dengan Kementerian Keuangan.
Hobi Unik Bos Harta Djaya Karya (MEJA): Koleksi Jersey hingga Jam Tangan Lawas
Dari sekian banyak koleksim ada dua yang paling ia banggakan. Pertama, jersey Bryan Robson, pemain Inggris, lengkap dengan tanda tangan asli.
Direktur Harta Djaya Karya Venantius Agung: Optimis Pada Prospek Emas Fisik
Venantius Agung Passionoraga tetap setia pada satu instrumen yang telah menemani lebih dari tiga dekade, yakni emas fisik.
Investor Masih Berhati-Hati, Kurva Imbal Hasil Obligasi Bergerak Mendatar
Investor meminta premi tinggi di tengah ketidak pastian fiskal dan prospek ekonomi yang belum pulih.
Jangan Belanja untuk Senang, Merana Kemudian
Simak tanda-tanda terjebak doom spending, dan bagaimana cara mengatasinya.
