Platform Mobkas Tangkap Peluang Pasar Kendaraan

Minggu, 23 Februari 2025 | 14:00 WIB
Platform Mobkas Tangkap Peluang Pasar Kendaraan
[ILUSTRASI. Platform penjualan mobil bekas SEVA dari PT Astra Auto Digital meningkatkan layanan pencarian mobil bekas dengan fitur unggulan yang memudahkan konsumen membeli kendaraan impiannya, yaitu pencarian mobil dan kalkulator kredit. Layanan pencarian mobil di SEVA terintegrasi dengan perusahaan pembiayaan grup Astra yaitu Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) serta asuransi kendaraan dari Garda Oto (Asuransi Astra). (Foto Dok. SEVA)]
Reporter: Danielisa Putriadita, Diki Mardiansyah | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selagi penjualan mobil baru belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, pasar mobil bekas di Indonesia menyimpan peluang yang cerah. Pangsa pasar mobil bekas yang besar diikuti transaksi yang dilakukan melalui platform digital membuat industri jual beli mobil bekas tak pernah sepi.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang 2024 penjualan mobil di Indonesia mencapai 865.723 unit. Angka itu turun sebesar 13,9% dibandingkan penjualan 2023 yang mencapai 1.005.802 unit.

Sementara penjualan mobil bekas mencapai 1,8 juta unit di sepanjang 2024. Data ini menunjukkan bahwa mobil bekas jadi pilihan bagi masyarakat karena harga yang terjangkau dengan kualitas kendaraan yang masih kompetitif.

Berdasarkan catatan platform jual beli kendaraan digital, SEVA, tipe mobil yang paling diminati adalah tipe Low Cost Green Car (LCGC) seperti Daihatsu Sigra, Toyota Avanza, Toyota Rush, Daihatsu New Ayla, dan Toyota Calya.

David Thamrin Product Division Head SEVA mengatakan tren penjualan mobil bekas yang tinggi dan dominasi mobil LCGC dalam segmen mobil baru mengindikasikan bahwa faktor harga memainkan peran utama dalam keputusan pembelian kendaraan.

Jany Candra Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari (ASLC) mengamati penurunan penjualan mobil baru disebabkan kenaikan harga dan pembiayaan yang lebih ketat.

Di tengah penurunan pasar mobil baru, penjualan mobil bekas justru mengalami tren peningkatan. Misalnya, di ASLC, Jany mengatakan volume lelang kendaraan bekas yang diselenggarakan PT JBA Indonesia yang masih satu grup dengan ASLC tercatat naik 32,9% year on year (yoy) pada sembilan bulan pertama 2024, jadi sekitar 92.000 unit untuk mobil dan motor.

Sementara, ASLC yang juga memiliki platform jual beli mobil bekas digital, Caroline.id mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 18,3% yoy menjadi sekitar 2.500 mobil.

"Selain ekspansi cabang Caroline, kenaikan penjualan mobil bekas dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan mobil bekas, baik melalui lelang maupun ritel, karena penurunan pembelian mobil baru yang beralih ke mobil bekas," kata Jany.

Jelang Lebaran

Selain itu, terjadinya perubahan preferensi konsumen karena melemahnya daya beli dan naiknya harga mobil baru, serta pembiayaan mobil baru yang lebih ketat dibandingkan mobil bekas, hal ini turut meningkatkan permintaan kendaraan bekas.

Segmen bisnis mobil bekas yang memiliki pangsa pasar besar bisa semakin menggeliat jelang Lebaran 2025. General Manager Corporate Communication & Sustainability PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Natalia Lusnita optimistis harga dan penjualan mobil bekas akan meningkat jelang lebaran.

MPMX melalui Auksi melihat tren penjualan menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sejak NovemberDesember 2024. Selama Januari-Februari 2025 ini terlihat indikasi bahwa tren akan terus meningkat, baik harga maupun penjualan karena memang periode menjelang lebaran. "Untuk AUKSI sendiri, unit stok diperbanyak untuk Februari ini," kata Natalia kepada KONTAN, Kamis (15/2).

Ia menuturkan, pendorong pasar mobil bekas acapkali bukan karena orang tidak mampu membeli mobil baru, tapi karena pertimbangan value for money. Itu sebabnya, mobil bekas tetap memiliki pangsa pasar sendiri.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkapkan, adanya sejumlah APM yang terjun membuka lini bisnis mobil bekas menjadi pertanda bahwa pasar mobil seken sangat menarik.

Pada 2025, Jany memproyeksikan penjualan mobil bekas akan tetap tinggi. Hal ini didukung oleh kebijakan perpajakan baru seperti kenaikan PPN dari 11% menjadi 12% dan penerapan pajak daerah (Opsen Pajak) di beberapa wilayah yang diperkirakan membebani konsumen dan menghambat penjualan mobil baru. Sementara, mobil bekas menjadi alternatif yang lebih terjangkau.

Selain itu, Jany mengamati rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Kondisi ini menunjukkan peluang pasar yang masih besar. Terlebih, selama ekonomi terus bertumbuh dan mendorong kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi.

David mengatakan SEVA terus mencermati perkembangan otomotif, mengingat kinerja sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan besar di 2025.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa memang segmen bisnis kendaraan bekas memiliki prospek yang positif. Perusahaan otomotif pun gencar mengembangkan dan melakukan ekspansi melalui platform digital dalam menjaring pasar mobil bekas.

Seperti apa fitur dan layanan platform digital jual beli mobil bekas?

Baca Juga: Produksi Stagnan, Pendapatan AALI Tahun 2024 Tumbuh 5,16%

 Caroline

Caroline merupakan online to offline used car dealer.

Platform ini memudahkan pelanggan dalam membeli mobil bekas yang berkualitas.

Jaminan mobil di Caroline.id disebut dengan 7G+, yakni para pelanggan mendapatkan 7 jenis jaminan meliputi garansi mesin, kelistrikan, hingga jaminan buyback dan siap pakai.

"Caroline.id memberikan jaminan bahwa unit yang diperjualbelikan merupakan unit bebas banjir dan aman digunakan karena telah melewati proses inspeksi," kata Jany.

Melalui laman caroline.id, pelanggan dapat melihat katalog mobil yang tersedia. Melalui proses digitalisasi, ASLC membuat laman Caroline.id untuk mengakses sekitar 400500 stok mobil bekas. Jumlah tersebut akan bertambah seiring dengan perkembangan bisnis.

Adapun, proses pembelian tetap dilakukan secara offline di showroom. Proses tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelanggan dapat melihat langsung kondisi mobil sebelum melakukan transaksi.

Sementara, masyarakat yang ingin menjual mobilnya juga dapat melalui Caroline.id. Jany mengatakan proses penjualan di Caroline.id berlangsung cepat, dan transparan.

Proses penjualan mobil dimulai dengan mendatangi kantor cabang Caroline terdekat dan mengisi informasi mobil bekas yang akan dijual pada situs atau bisa juga kontak nomor yang terdaftar.

Setelah harga disepakati oleh kedua belah pihak, Caroline.id akan mentransfer dana kepada penjual dalam waktu kurang lebih 1 jam.

Tidak hanya konsumen ritel, Caroline.id juga menerima penjualan mobil bekas dari kalangan perusahaan.

Caroline.id juga menawarkan layanan tukar tambah dengan berbagai merek dan tipe mobil yang beragam dan pastinya berkualitas serta bergaransi.

Jany terus berusaha membangun kepercayaan Caroline.id sebagai trusted used car dealer di pasar. Setelah sebelumnya fokus pada pengembangan operasional proses internal. "Tantangan branding ini menjadi penting agar Caroline.id dapat bersaing dengan dealer mobil bekas lainnya dan memperkuat posisinya di industri," kata Jany.

Baca Juga: Dirut DMMX Budiasto Kusuma: Memanen Buah Manis dari Krisis

 SEVA

Aplikasi milik Astra, yaitu Seva juga mempunyai fitur khusus mobil bekas.

Saat awal platform ini meluncur, mereka fokus untuk penjualan mobil baru. Namun, sejak Maret 2024, platform Seva juga menghadirkan fitur penjualan mobil bekas. Sejauh ini, bisnis penjualan mobil baru yang Seva miliki berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% yoy mencapai 16.969 unit pada sepanjang 2024.

Pada layanan ini, Seva menyediakan berbagai brand mobil, yaitu: Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot, Honda, Suzuki, Hyundai, Mitsubishi dan sebagainya. Tersedia ratusan unit mobil bekas yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 40 juta serta usia kendaraan mulai dari 1 tahun.

Dalam menghadirkan layanan ini, Seva bekerjasama dengan Setir Kanan.

Untuk memudahkan konsumen, layanan pencarian mobil bekas di Seva terintegrasi dengan perusahaan pembiayaan grup Astra yaitu Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) serta asuransi kendaraan dari Garda Oto (Asuransi Astra). Alhasil, konsumen bisa memilih mobil, sekaligus menentukan cara pembelian melalui angsuran di lembaga pembiayaan.

Untuk mengoptimalkan layanan kebutuhan masyarakat, Seva juga menghadirkan inovasi fitur berupa loan calculator, car discovery dan instant approval.

Melalui loan calculator, konsumen bisa mengetahui mobil mana yang bisa mereka beli, sesuai dengan kemampuan finansialnya.

Fitur tersebut juga terintegrasi dengan Car Discovery yang dapat membantu pelanggan memiliki mobil sesuai dengan kebutuhan dan preferensi dari beragam pilihan merek roda empat baik di ekosistem Astra maupun non-Astra.

Selain itu, Seva juga dilengkapi dengan fitur instant approval yang menawarkan layanan persetujuan pengajuan kredit kurang dari 30 menit.

Selain itu, ada fasilitas dana untuk pembiayaan dana tunai, serta dukungan dalam pemrosesan dokumen, seperti perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tahunan dan lima tahunan, balik nama, pemblokiran pelat nomor, hingga mutasi kendaraan.

Bagikan

Berita Terbaru

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026
| Selasa, 02 Juni 2026 | 16:59 WIB

Bukan Cuma Pangan, Ini Komoditas Pemicu Laju Inflasi Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,28% secara bulanan pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13%.

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:29 WIB

Saham Prajogo Pangestu Terbang Seiring Rebalancing MSCI, Mana yang Menarik Dicermati?

Pergerakan saham-saham terafiliasi Prajogo Pangestu masih akan dipengaruhi aksi fund manager yang menyesuaikan portofolio.

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:19 WIB

ESG HMSP: Ketika Warung Naik Kelas Lewat Bimbingan SRC

Warung kelontong anggota SRC disebut mampu meningkatkan omzet setelah mendapat pendampingan dan akses digital. Ekosistem

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?
| Selasa, 02 Juni 2026 | 09:18 WIB

Baru Satu IPO Hingga Tengah Tahun Saat IHSG Jeblok, Ada Apa di Pasar Saham Indonesia?

Di tengah pelemahan pasar ini, suntikan dana baru dari aksi initial public offering (IPO) perusahaan besar juga belum terlihat.

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:46 WIB

Peluang dari Koreksi Indeks Kompas100

Indeks Kompas100 ambles lebih dalam dari IHSG. Tapi, analis melihat ada sinyal rebound. Simak sektor & saham pilihan yang siap bangkit!

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:41 WIB

Banyaknya Hari Libur Memoles Kinerja Jasa Marga (JSMR)

Volume lalu lintas tol melonjak hampir 20% saat libur Iduladha. Namun, ada beban keuangan yang mengancam kinerja JSMR. Pelajari selengkapnya.

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI
| Selasa, 02 Juni 2026 | 08:20 WIB

Berupaya Mengalap Berkah dari Tayangan Siaran Piala Dunia, Simak Prospek Saham WIFI

Kontribusi dari gelaran Piala Dunia 2026 terhadap pendapatan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diperkirakan terbatas.

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:34 WIB

Bisnis Data Center Menopang Penjualan Lahan Kawasan Industri

Penjualan lahan industri pada awal 2026 dinilai masih bertumbuh kuat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:30 WIB

Mengantisipasi Kemunculan Black Swan di Bursa Saham

Bahkan ahli ekonomi dunia gagal memprediksi Black Swan. Jangan biarkan Anda menjadi korban berikutnya. Kenali risiko dan peluangnya sekarang.

Proyeksi IHSG Bulan Juni: Ada Potensi Rebound Teknikal, Tapi Masih Rawan Tekanan
| Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB

Proyeksi IHSG Bulan Juni: Ada Potensi Rebound Teknikal, Tapi Masih Rawan Tekanan

Investor asing masih terus cabut, membuat IHSG terpuruk. Simak proyeksi IHSG Juni dan sektor saham yang bisa jadi pilihan aman!

INDEKS BERITA

Terpopuler