Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 05:25 WIB
Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026
[ILUSTRASI. Aktivitas Terminal Batu bara, pelabuhan palaran, Samarinda (KONTAN/Panji Indra)]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batubara hingga April tahun ini mencapai 229 juta ton. Jumlah tersebut setara 38,17% dari target pemerintah yang membatasi produksi batubara di sepanjang 2026 di level 600 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, memaparkan dari total realisasi tersebut, pasokan batubara untuk pasar domestik melalui skema domestic market obligation (DMO) mencapai 84 juta ton. Sementara itu, volume ekspor batubara nasional tercatat sekitar 145 juta ton.

Baca Juga: Pebisnis Minta Skema Bea Keluar Batubara Diperjelas

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Haji Isam Effect, Saham PACK Terbang Melawan Arus IHSG yang Terjungkal Berulang Kali
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:35 WIB

Haji Isam Effect, Saham PACK Terbang Melawan Arus IHSG yang Terjungkal Berulang Kali

Pola kenaikan tajam harga saham setelah masuknya Haji Isam sebelumnya juga terjadi pada PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).

Ketidakpercayaan Tinggi, IHSG Menanti Keputusan BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:31 WIB

Ketidakpercayaan Tinggi, IHSG Menanti Keputusan BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Diprediksi suku bunga acuan BI naik sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Keputusan ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

Rupiah Menanti Pengumuman Hasil RDG Bank Indonesia
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Menanti Pengumuman Hasil RDG Bank Indonesia

Rupiah kembali melemah ke level terburuk dengan melemah 0,21% secara harian menjadi Rp 17.706 per dolar Amerika Serikat (AS).

Saham SIDO: Kinerja Awal Tahun Anjlok, Analis Prediksi Ruang Pemulihan Terbuka
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:29 WIB

Saham SIDO: Kinerja Awal Tahun Anjlok, Analis Prediksi Ruang Pemulihan Terbuka

Laba SIDO Q1-2026 turun 36%, namun analis melihat pelemahan sementara. Potensi pemulihan di semester kedua 2026 diprediksi kuat, mengapa demikian?

Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Jadi Pemicu Utama Amblesnya IHSG
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:27 WIB

Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Jadi Pemicu Utama Amblesnya IHSG

Wacana badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis memicu panic selling di IHSG. Saham komoditas jadi korban utama. Apa dampaknya?

Masyarakat Kelas Bawah Terpaksa Kembali Makan Tabungan
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:20 WIB

Masyarakat Kelas Bawah Terpaksa Kembali Makan Tabungan

​Kelas menengah bawah mulai menguras tabungan di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat dan daya beli yang melemah

Ketidakpastian Tinggi, Bank KBMI 3 Tetap Punya Kemampuan Naik Kelas
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:20 WIB

Ketidakpastian Tinggi, Bank KBMI 3 Tetap Punya Kemampuan Naik Kelas

​OJK melihat bank KBMI 3 tetap berpeluang naik kelas ke KBMI 4 meski ketidakpastian ekonomi masih tinggi

Investor Reksadana: Ini Strategi Cuan di Tengah Pasar Lesu
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:15 WIB

Investor Reksadana: Ini Strategi Cuan di Tengah Pasar Lesu

Pasar finansial sedang lesu, tapi reksadana tetap bisa untung. Simak strategi adaptif dan jenis reksadana yang paling direkomendasikan.

Lu Jual, Gue Beli
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:01 WIB

Lu Jual, Gue Beli

Pasar global merekam setiap kata. Mereka tidak tertawa atau tepuk tangan demi mengamankan jabatan. Mereka hanya kenal: lu jual, gue beli.

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Meskipun laba bersih SMRA anjlok 20%, pendapatan perusahaan justru tumbuh solid. Cari tahu penyebab penurunan laba dan bagaimana proyeksi analis.

INDEKS BERITA