Proyeksi IHSG: Mencari Target Baru

Selasa, 20 Agustus 2019 | 05:20 WIB
Proyeksi IHSG: Mencari Target Baru
[ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia]
Reporter: Avanty Nurdiana, Irene Sugiharti | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/8).

IHSG naik 0,10% ke 6.292,76.

Meski IHSG menghijau, investor asing masih membukukan jual bersih alias net sell senilai Rp 104,54 miliar.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menjelaskan, kenaikan IHSG dipengaruhi kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh BI.

Secara teknikal, IHSG mencoba mencari target baru setelah berhasil melewati target terbaru (technical breakout).

Dari eksternal, menurut William, ada kabar baik dari kontrak Huawei yang kembali mendapatkan penangguhan Amerika Serikat (AS).

Huawei masih diperbolehkan untuk membeli komponen buatan AS.

huBaca Juga: Donald Trump tak ingin perusahaan Amerika Serikat berbisnis dengan Huawei

Analis Erdikha Elit Sekuritas Ivan Kasulthan menambahkan, IHSG juga tertopang dari pidato nota keuangan Presiden Joko Widodo bernada positif.

Pemerintah pada 2020 menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3% tak berubah dari target.

Dampaknya, saham sektor infrastruktur dan properti naik.

Baca Juga: Ekonomi Global Masih Suram, Pemerintah Hati-Hati Pasang Target Pertumbuhan di 2020

Secara teknikal, stochastic IHSG di area tengah menandakan menguat. Tapi transaksi cenderung sepi.

Hari ini, Ivan memperkirakan, IHSG turun di 6.265 - 6.304.

Sedangkan William memproyeksikan IHSG naik di 6.278-6.357.

Baca Juga: Sejumlah analis ramalkan IHSG akan menguat kalau suku bunga kembali turun

 

Bagikan

Berita Terbaru

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:12 WIB

2026 Masih Menantang, Leasing Ambil Sikap Konservatif

Penjualan otomotif diprediksi belum benar-benar pulih, kendati lebih baik dari 2025. Ini mempengaruhi strategi leasing

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

INDEKS BERITA