PTPP Bidik Proyek Energi Rp 3 Triliun

Selasa, 03 Agustus 2021 | 06:05 WIB
PTPP Bidik Proyek Energi Rp 3 Triliun
[]
Reporter: Venny Suryanto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID -Jakarta. PT PP (Persero) Tbk menargetkan kontrak baru dari proyek energi senilai Rp 3 triliun  pada tahun ini. Emiten berkode saham PTPP di Bursa Efek Indonesia ini optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun nanti. 

Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk, Yuyus Yuarsa mengatakan, merebaknya pandemi Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan konsumsi listrik sedikit melambat. Kendati demikian, masih ada peluang untuk prospek bisnis sektor energi baru terbarukan (EBT) yang semakin terbuka lebar.  “Seiring membaiknya kondisi perekonomian dan rencana pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional diyakini sebagai saat yang tepat untuk memulai beberapa proyek energi untuk menopang pertumbuhan di masa mendatang,” ungkap kepada KONTAN, Senin (2/8). 

 

Dengan melihat peluang sektor energi tersebut, sektor EPC dan energi direncanakan bisa berkontribusi sekitar 15% terhadap pendapatan perusahaan.  Adapun target tersebut didorong dari proyek yang terdiri dari 12 proyek yang sedang berlangsung untuk kontrak kerja EPC selama tahun 2021. Selanjutnya, tercatat juga ada lima proyek power plant dan tiga proyek refinery.

 

Proyek-proyek tersebut antara lain Bangkanai GEPP Peaker Stage 2 (140 MW) senilai Rp 858 miliar dengan progres sebesar 97% dan ditargetkan rampung pada kuartal I-2022. Kemudian proyek Lombok GECC Power Plant (Peaker) 130 MW-150 MW dengan progres sebesar 97% dan ditargetkan selesai pada kuartal keempat tahun ini. Adapun nilai kontrak dari proyek itu sebesar Rp 488 miliar.

 

Proyek berikutnya adalah Timor-1 Coal Fired Steam Power Plant (2x50 MW) dengan progres sebesar 35%. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada kuartal IV 2022 dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,08 Triliun.  Selanjutnya, proyek Sulut-1 Coal Fired Steam Power Plant (2x50 MW) progres sebesar 22% dan ditargetkan selesai pada kuartal IV 2022 dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,24 triliun. Kemudian proyek Port Site Dual Fuel Power Plant Freeport yang progres 48% dan ditargetkan rampung pada kuartal II 2022, dengan nilai kontrak Rp 404 miliar.

 

Proyek incaran

PTPP juga menggarap proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan Project Civil Work dengan progres mencapai 38% dan ditargetkan selesai pada kuartal III 2023. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 12,5 triliun. Di samping proyek-proyek yang tengah digarap, Yuyus bilang, PTPP membidik beberapa proyek energi lainnya seperti pembangunan terminal bahan bakar milik Pertamina senilai lebih US$ 150 juta, pembangunan PLTP milik Indonesia Power, serta beberapa di PLN serta Pupuk Indonesia. 

 

Untuk mencapai target kontrak di bidang energi tersebut, manajemen PTPP getol mencari peluang baru pada proyek pemerintah dan swasta. "PTPP juga melakukan partnership dengan EPC Company yang mempunyai pengalaman dan daya saing dalam meraih proyek-proyek di bidang energi," sebut dia.

 

Berdasarkan catatan KONTAN, PTPP telah meraih kontrak baru senilai Rp 8,5 triliun sejak awal tahun hingga akhir Juni 2021. Jumlah tersebut setara dengan 28,24% dari total target kontrak baru di sepanjang tahun ini yang senilai Rp 30,1 triliun. Dengan pencapaian kontrak baru tersebut, PTPP juga memastikan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dengan berpartisipasi aktif pada berbagai proyek, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Alhasil, PTPP dapat terus mendukung penguatan sektor industri di dalam negeri untuk meningkatkan perekonomian nasional.  

Bagikan

Berita Terbaru

Krisis LNG Bikin Asia Pasifk Butuh Tambahan 90 Juta Ton Batubara, RI Siap Menyuplai?
| Kamis, 11 Juni 2026 | 09:30 WIB

Krisis LNG Bikin Asia Pasifk Butuh Tambahan 90 Juta Ton Batubara, RI Siap Menyuplai?

Laju impor batubara Korea Selatan dan Jepang masing-masing tercatat melonjak lebih dari 50% dan 20% di atas level tahun lalu.

Memburu Saham Blue Chip yang Murah
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB

Memburu Saham Blue Chip yang Murah

Saham blue chip memimpin rebound IHSG. Strategi akumulasi bertahap dapat memaksimalkan potensi keuntungan.

Ruang Pertumbuhan ASII Masih Terbatas, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:34 WIB

Ruang Pertumbuhan ASII Masih Terbatas, Simak Rekomendasi Sahamnya

Astra International ubah fokus ke value creation. Temukan tiga mesin pertumbuhan baru yang berpotensi dongkrak kinerja jangka panjang.

Kenaikan BI Rate Hanya Obat Kuat Sementara untuk Rupiah
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:28 WIB

Kenaikan BI Rate Hanya Obat Kuat Sementara untuk Rupiah

Kenaikan BI Rate dinilai belum cukup untuk menjamin stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang tanpa dukungan kebijakan lainnya.

PALM Menerbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar untuk Membayar Utang
| Kamis, 11 Juni 2026 | 08:01 WIB

PALM Menerbitkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar untuk Membayar Utang

Masa penawaran umum obligasi ini pada 9 Juni 2026 dan tanggal pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 15 Juni 2026. ​

Genjot Perdagangan Saham, Rukun Raharja (RAJA) Lakukan Stock Split
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:56 WIB

Genjot Perdagangan Saham, Rukun Raharja (RAJA) Lakukan Stock Split

Nilai nominal saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan berubah dari Rp 25 per saham  menjadi Rp 5 per saham setelah stock split. ​

Nilai Dividen Aneka Tambang (ANTM) Menurun, Imbal Hasil Tetap Menggiurkan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:49 WIB

Nilai Dividen Aneka Tambang (ANTM) Menurun, Imbal Hasil Tetap Menggiurkan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 5,05 triliun.

Asing Konsisten Sell Indonesia Saat IHSG Melesat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:48 WIB

Asing Konsisten Sell Indonesia Saat IHSG Melesat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Tiga hari terakhir, jumlah net sell asing itu malah mencapai Rp 6,01 triliun. Artinya, penguatan IHSG ditopang oleh investor lokal. 

Investor Asing Rajin Borong TINS Saat Pasar Saham Indonesia Tertekan, Ini Penyebabnya
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:47 WIB

Investor Asing Rajin Borong TINS Saat Pasar Saham Indonesia Tertekan, Ini Penyebabnya

Daya tarik utama PT Timah Tbk (TINS) berasal dari prospek fundamental yang membaik seiring reli harga timah dunia.

Era Suku Bunga Tinggi, Prospek Emiten Semen Kian Berat
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:43 WIB

Era Suku Bunga Tinggi, Prospek Emiten Semen Kian Berat

Kenaikan BI rate akan memperberat beban KPR oleh masyarakat, yang langsung menekan permintaan properti sebagai pasar terbesar emiten semen.​

INDEKS BERITA

Terpopuler