Rally Saham Grup Lippo Selesai, Investor Bisa Buy On Weakness

Kamis, 07 Oktober 2021 | 06:30 WIB
Rally Saham Grup Lippo Selesai, Investor Bisa Buy On Weakness
[]
Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham Grup Lippo bangkit tahun ini. Sejumlah emiten Grup Lippo mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen. Meski begitu, sebulan terakhir harga sahamnya cenderung turun.

Saham MPPA misalnya mencetak penurunan harga 10,82% sebulan terakhir (lihat tabel). Sukarno Alatas, analis Kiwoom Sekuritas, menyebut, harga saham Grup Lippo, terutama yang terkait teknologi digital, sudah naik tinggi. "Jadi, penurunan ini lebih ke faktor teknikal," ujarnya, Rabu (6/10).

Kenaikan harga juga membuat valuasi saham jadi mahal. MPPA memiliki price to book value (PBV) 59,7 kali. Saham LPPF memiliki PBV 5,09 kali.Bandingkan dengan MAPI dan RALS, di mana PBV masing-masing cuma 2,34 kali dan 1,5 kali.

Saham Return
  1 Hari* 1 Pekan 1 Bulan Sejak Awal Tahun
MPPA -6,49% -14,36% -10,82% 723,81%
MLPL -6,80% -11,11% -10,28% 576,06%
MLPT -3,51% -8,08% -10,08% 364,79%
LINK -0,50% 1,02% -4,10% 65,15%
LPPF -0,74% -3,93% -7,88% 110,98%
SILO 0% -1,64% 9,76% 63,64%
KBLV 2,99% 1,47% -12,66% 68,29%
LPKR 3,14% 3,14% 14,69% -23,36%
NOBU -1,45% -2,86% -13,19% 23,64%
LPCK 0,51% 7,57% 11,17% -29,93%

*per 6 Oktober 2021

Saham Lippo juga terserempet sentimen negatif. "Sell down saham teknologi di Amerika Serikat (AS) menyeret penurunan saham sejenis di dalam negeri," ujar analis RHB Sekuritas Michael Setjoadi.

Saham teknologi belakangan memberatkan sejumlah indeks utama di AS. Penyebabnya, pemerintah AS memberi sinyal kuat mengurangi porsi pembelian obligasi atawa tapering, September lalu. Sentimen ini mengerek tingkat bunga, sehingga membuat return saham teknologi kurang menarik.

Pada saat yang bersamaan, sinyal pemulihan ekonomi mengerek harga minyak. Otomatis harga saham di sektor ini juga kembali menggeliat. Investor kembali memburu saham yang dinilai paling atraktif menyambut pemulihan ekonomi. "Jadi, ada rotasi. Terganggunya layanan Facebook dan afiliasinya beberapa hari lalu kian memperburuk keadaan," terang Michael.

Rotasi juga sejatinya terjadi di dalam negeri. Belakangan, saham-saham berkapitalisasi pasar besar kembali bergerak. Investor tampak beralih dari saham-saham terkait teknologi digital. Ini membuat rally di saham Lippo berakhir.

Meski begitu, sentimen tersebut hanya bersifat sementara. Michael mempertahankan rekomendasi beli bagi MPPA, dengan target harga Rp 1.750 per saham.

Untuk jangka pendek, Sukarno menyarankan untuk trading sell saham-saham tersebut. Namun, waspadai MPPA yang kemungkinan masih bearish hingga menuju level Rp 665 per saham.

Setali tiga uang, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan untuk profit taking. Namun, selama tidak menembus support, investor bisa buy on weakness.

Menurut Herditya, support saham MPPA ada di Rp 665 per saham, MLPL di Rp 380 per saham, LPKR di Rp 125 per saham dan LPCK di Rp 815 per saham. "Kami mencermati saham seperti LPCK, LPKR dan LPPF berpeluang untuk kembali menguat," imbuhnya.

Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa menjagokan saham LPKR sebagai perwakilan sektor properti Grup Lippo. Dia merekomendasikan beli LPKR dengan target harga Rp 200 per saham.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
| Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 berlangsung pada 11-13 Mei 2026.

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit
| Kamis, 30 April 2026 | 08:16 WIB

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit

Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM di kuartal I-2026. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 11% yoy jadi Rp 23,89 triliun.

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026
| Kamis, 30 April 2026 | 08:08 WIB

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Emiten teknologi yang bergerak di bisnis e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), membukukan rugi bersih Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026.

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat
| Kamis, 30 April 2026 | 08:03 WIB

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat

Harga mayoritas saham emiten konglomerat ringsek di sepanjang tahun berjalan ini. DSSA, BBCA dan BREN merupakan tiga saham yang menggerus indeks​.

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?
| Kamis, 30 April 2026 | 07:32 WIB

IHSG Kalah Dibanding Indeks Saham Negara Lain, Apa Saja yang Perlu Diperbaiki!?

Indonesia kini “terjepit” di antara dua tekanan, yakni kompetisi negara-negara Asia Tenggara yang agresif dan rally kuat Asia Timur.

Tambang Tersendat, Laba ASII Terhambat
| Kamis, 30 April 2026 | 07:31 WIB

Tambang Tersendat, Laba ASII Terhambat

Laba bersih ASII Q1-2026 turun drastis 15,61%. Tidak adanya kontribusi penjualan tambang emas Martabe jadi salah satu penekannya.

Asing Net Sell Rp 9,38 T, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 30 April 2026 | 07:19 WIB

Asing Net Sell Rp 9,38 T, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing masih melakukan aksi jual bersih aliat net sell jumbo Rp 1,19 triliun. Enam hari beruntun asing net sell senilai Rp 9,38 triliun.

Proyek Infrastruktur Digital Harus Dipercepat
| Kamis, 30 April 2026 | 07:11 WIB

Proyek Infrastruktur Digital Harus Dipercepat

Komdigi akan menjadikan jaringan 5G, kecerdasan buatan (AI), dan Data Center sebagai pilr utama ekosistem digital Indonesia

INDEKS BERITA

Terpopuler