Respons Tak Relevan

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Respons Tak Relevan
[ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata (KONTAN/Indra Surya)]
Thomas Hadiwinata | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai penyedia indeks acuan bagi para pemodal dunia, wajar jika Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencermati situasi perdagangan di banyak negara. Agar indeksnya bisa menjadi panduan bagi pengelola dana global, terutama passive fund, tak aneh MSCI mempersoalkan kelayakan investasi saham di suatu negara.

Dalam konteks menilai investability itulah, MSCI sejak dua-tiga tahun lalu mempersoalkan transparansi kepemilikan dan governance yang rendah, hingga akhirnya berujung ke coordinated trading. Puncak dari "kerewelan" MSCI adalah mengajukan usulan mereklasifikasi pasar saham Indonesia ke kategori stand alone. Ini artinya, saham-saham Indonesia tidak lagi disertakan dalam indeks acuan mereka. 

Apa yang menjadi usulan MSCI, akan memicu dampak ke pasar modal lokal, karena besarnya peranan dana asing dalam menggerakkan harga saham di sini, Jangankan usul memindahkan kelas Indonesia ke stand alone, aksi MSCI membekukan perubahan saham yang menjadi konstituen indeksnya saja, mampu membuat harga sejumlah saham karam hingga batas terdalam selama beberapa hari. Situasi ini terjadi pada Januari lalu. 

Tak heran beragam respons sontak muncul membuntuti wacana terbaru MSCI. Suara negatif paling kencang gaungnya. Celakanya, tanggapan minor ini tak cuma datang dari rakyat yang tanpa kuasa, tetapi juga dari kaum elit di negeri ini. 

Tuduhan berbau teori konspirasi yang dilempar elit di negeri ini atas usulan MSCI sesungguhnya menyedihkan. Karena itu bisa diartikan bahwa mereka yang punya otoritas tidak punya kemauan, atau kemampuan, untuk memperbaiki iklim investasi di pasar keuangan negeri ini. Misi yang seharusnya berada di tangan para pejabat negeri ini, bukan MSCI apalagi pemodal asing.

Bahwa MSCI mengusulkan stand alone untuk pasar Indonesia menunjukkan bahwa lembaga itu siap untuk tak lagi menganggap Indonesia relevan. Demikian juga dengan para pengelola dana pasif. Kenyataannya, bobot saham Indonesia di indeks MSCI sudah lenyap duapertiga sepanjang tahun ini.

Sebaliknya, apakah elit di sini sudah siap dengan situasi yang mungkin terjadi jika Indonesia pindah kasta? Satu skenario buruk yang sangat mungkin terjadi kurs dolar akan terbang karena dana asing yang tadinya parkir di saham-saham Indonesia, yang nilainya diperkirakan paling tidak US$ 3 miliar, harus keluar dalam jangka waktu sekitar satu-dua bulan.

Bagikan

Berita Terbaru

Pemesanan SBR015 Capai Rp 17 Triliun dari Target Rp 20 Triliun
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Pemesanan SBR015 Capai Rp 17 Triliun dari Target Rp 20 Triliun

Dari target nasional sebesar Rp 20 triliun, pemesanan SBR015 hingga akhir penawaran hanya sekitar Rp 17 triliun.  

Tekanan Sentimen Global pada Rupiah Masih Kuat
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Tekanan Sentimen Global pada Rupiah Masih Kuat

Mengutip data Bloomberg, rupiah terkoreksi 0,21% secara harian ke level Rp 18.060 per dolar Amerika Serikat (AS).

TLKM Tuntaskan Buyback Soal Pemisahan Anak Usaha
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:28 WIB

TLKM Tuntaskan Buyback Soal Pemisahan Anak Usaha

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menuntaskan pembelian kembali (buyback) sebanyak 15,95 juta saham senilai Rp 36,54 miliar

Tantangan & Peluang Emiten Semen
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:24 WIB

Tantangan & Peluang Emiten Semen

Seiring peningkatan konsumsi semen domestik sepanjang sembilan bulan pertama 2026, kinerja emiten produsen semen diperkirakan prospektif.

Respons Tak Relevan
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Respons Tak Relevan

MSCI mengusulkan stand alone untuk pasar Indonesia menunjukkan bahwa lembaga itu siap untuk tak lagi menganggap Indonesia relevan.

Akuisisi Jadi Katalis Jangka Panjang PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA)
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Akuisisi Jadi Katalis Jangka Panjang PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA)

Langkah akuisisi CAFHI oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada petrokimia murni

Tak Cukup Sanksi Administratif, MSCI Tuntut Bukti Penegakan Hukum
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:59 WIB

Tak Cukup Sanksi Administratif, MSCI Tuntut Bukti Penegakan Hukum

Bukti perbaikan harus terlihat dalam praktik perdagangan sehari-hari, dugaan perdagangan terkoordinasi harus ditindak secara jelas.

Tren Penjualan Sepeda Motor Listrik Mulai Melaju
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Tren Penjualan Sepeda Motor Listrik Mulai Melaju

Jika dibandingkan berdasarkan rata-rata penerbitan SRUT per bulan, angka selama periode Januari hingga September 2026 meningkat 27,4%.

Likuiditas Perbankan Semakin Terhimpit
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Likuiditas Perbankan Semakin Terhimpit

​Kredit terus melaju, pertumbuhan dana melambat. Likuiditas perbankan kian terhimpit, mendorong BI melonggarkan GWM 

Laba Kempis, Fintech Dorong Efisiensi Bisnis
| Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Laba Kempis, Fintech Dorong Efisiensi Bisnis

Industri fintech lending mengantongi laba sebesar Rp 1,58 triliun sepanjang delapan bulan pertama tahun ini

INDEKS BERITA

Terpopuler