ROE Asuransi Umum Hadapi Tekanan Ganda

Rabu, 04 November 2026 | 05:40 WIB
ROE Asuransi Umum Hadapi Tekanan Ganda
[ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan logo asuransi UMUM (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong asuransi mempertebal modal belum mampu mendorong profitabilitas industri. Asuransi umum berharap kondisi ekonomi di akhir tahun bisa membaik demi memperbaiki keuntungan.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan mengatakan bahwa kemampuan industri memaksimalkan modal dalam mendulang laba mengalami penurunan. Padahal, catatan AAUI menunjukkan ekuitas asuransi umum hingga paruh pertama tahun ini meningkat 6,7% secara tahunan menjadi Rp 85,2 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi
| Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Menakar Daya Tahan Emiten Consumer Staples di Tengah Badai Kenaikan Biaya Produksi

Kenaikan harga jual yang terlalu agresif berisiko menggerus daya beli konsumen dan mendorong peralihan ke produk substitusi.

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit
| Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

CLEO Mengincar Pertumbuhan Dua Digit

Segmen botol merupakan penopang utama penjualan dengan kontribusi mencapai 56,9% dari total penjualan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta
| Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Data Center Mengisi Lahan Industri Jakarta

Indonesia menjadi pilihan pengembangan data center lantaran Singapura terhalang pasokan lahan. Jakarta dan sekitarnya jadi pilihan.

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November
| Rabu, 04 November 2026 | 07:38 WIB

Saham ASII Digandrungi Investor Asing Sejak Oktober 2026, Berlanjut di Awal November

Prospek ASII dinilai masih menarik karena memiliki diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari otomotif, jasa keuangan, hingga pertambangan. 

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC
| Rabu, 04 November 2026 | 07:37 WIB

Caroline.id Menopang Pendapatan ASLC

Transaksi mobil bekas PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) terus menguat lewat platform jual beli mobil Caroline.id.

Saham ANTM Ditinjau Ulang: Maybank & UBS Pangkas Target, BRI Danareksa Kerek Naik
| Rabu, 04 November 2026 | 07:37 WIB

Saham ANTM Ditinjau Ulang: Maybank & UBS Pangkas Target, BRI Danareksa Kerek Naik

Analis menyoroti potensi kelebihan pasokan emas di pasar domestik yang telah membatasi margin ANTM dalam dua kuartal terakhir.

MIDI Membagikan Dividen Interim Rp 127,05 Miliar
| Rabu, 04 November 2026 | 07:33 WIB

MIDI Membagikan Dividen Interim Rp 127,05 Miliar

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) akan membagikan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp 127,05 miliar atau setara Rp 3,8 per saham. 

MARK Tangkap Permintaan Sarung Tangan
| Rabu, 04 November 2026 | 07:29 WIB

MARK Tangkap Permintaan Sarung Tangan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mulai memetik hasil dari strategi bisnis barunya di tengah pemulihan permintaan cetakan sarung tangan.

PTPP Raup Kontrak Baru dari Pupuk Kaltim Rp 400 Miliar
| Rabu, 04 November 2026 | 07:29 WIB

PTPP Raup Kontrak Baru dari Pupuk Kaltim Rp 400 Miliar

PT PP Tbk (PTPP) meraih kontrak baru di sektor infrastruktur industri senilai Rp 400 miliar. Kontrak ini berasal dari PT Pupuk Kalimantan Timur. 

Saham Batubara Masih Tertekan, Dividen ITMG Jadi Penenang
| Rabu, 04 November 2026 | 07:22 WIB

Saham Batubara Masih Tertekan, Dividen ITMG Jadi Penenang

Emiten pertambangan batubara tersebut akan menebar dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar US$ 74,2 juta, setara Rp 1,34 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler